Menuju konten utama

IESR Minta Pemerintah Siapkan SDM Lokal untuk Proyek Panel Surya

Meski begitu, dia mendorong pemerintah untuk lebih mematangkan rencana tersebut, termasuk menyiapkan tenaga kerja.

IESR Minta Pemerintah Siapkan SDM Lokal untuk Proyek Panel Surya
Panel surya yang digunakan oleh warga Desa Keliki untuk menunjang aktivitas pertanian mereka di subak, Gianyar, Rabu (21/05/2025). Tirto.id/Sandra Gisela

tirto.id - Direktur Institute for Essential Services Reform (IESR), Fabby Tumiwa, menilai upaya pemerintah untuk memasang panel surya (solar panel) berkapasitas 1-1,5 gigawatt (GW) di setiap desa, dapat menciptakan lapangan kerja dalam jumlah besar. Terlebih pemasangan panel surya secara masif ini akan melibatkan dukungan instrumen negara.

"Proyek ini kalau dijalankan, dia bisa menciptakan lapangan kerja yang luar biasa besar sebenarnya, kata Fabby saat dihubungi Tirto, Selasa (16/9/2025).

Meski begitu, dia mendorong pemerintah untuk lebih mematangkan rencana tersebut, termasuk menyiapkan tenaga kerja. Fabby juga berharap bahwa tenaga kerja yang digunakan harus berasal dari lokal, sehingga proyek tersebut mampu membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat desa.

"Khususnya kalau ini proyek yang terjadi di seluruh Indonesia, maka tenaga kerjanya harus lokal kan. Nah sehingga secara teknis ya membuat pelatihan besar-besaran untuk tenaga kerja," paparnya.

Selain persiapan yang matang, IESR meminta pemerintah untuk membentuk payung hukum dan melibatkan beberapa kementerian untuk mendukung keberhasilan program. Fabby berharap program ini dapat mendorong perekonomian di desa dan memberdayakan masyarakat desa.

"Perlu ada Perpres. Kalau enggak gimana? Dasar hukumnya siapa? yang melaksanakan kan harus ada. Dan perlu menurut saya untuk mengeksekusi ini diperlukan sebuah Satuan tugas. Jadi pemerintah bikin Satgas. Satgas di dalam satgas itu ada pemantauannya nanti. Monitoring dan evaluation itu ada di sana," jelas dia.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, sebelumnya menyatakan pemerintah akan memasang panel surya (solar panel) berkapasitas 1-1,5 gigawatt (GW) di tiap desa. Melalui program tersebut, pemerintah menargetkan dapat meningkatkan kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) menjadi 80-100 GW dalam beberapa tahun mendatang.

Menurut Bahlil, instalasi itu termasuk dalam program percepatan transisi energi. "Kita mau bangun solar panel yang satu desa itu 1-1,5 gigawatt. Jadi, ke depan itu kita akan bangun kurang lebih sekitar 80-100 gigawatt," ucapnya di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (15/9/2025).

Meski demikian, Bahlil negakui, kapasitas industri solar panel di Tanah Air per tahun tidak lebih dari 5 GW. Karena itu, pemerintah pusat berencana untuk menarik lebih banyak investor asing untuk membangun industri solar panel di Indonesia.

Dengan adanya peningkatan demand dari 1-1,5 GW PLTS di tiap desa, ia berharap minat investor akan semakin tinggi untuk masuk dalam industri panel surya. Apalagi, Koperasi Desa Merah-Putih (KDMP) akan dilibatkan dalam program PLTS desa tersebut.

Baca juga artikel terkait PLTS atau tulisan lainnya dari Natania Longdong

tirto.id - Insider
Reporter: Natania Longdong
Penulis: Natania Longdong
Editor: Dwi Aditya Putra