tirto.id - Ibu dari eks Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim, Atika Algadri, menyinggung pernyataan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), terkait kasus yang menimpa anaknya. Atika mengingatkan bahwa kebijakan yang dilaksanakan Nadiem adalah program Jokowi saat menjadi presiden.
“Bagaimana dia sudah bikin pernyataan seminggu yang lalu kan. Dia bikin pernyataan bahwa Nadiem orang baik dan semua program Nadiem itu adalah program saya,” ujar Atika kepada wartawan usai Nadiem Makarim divonis 10 tahun penjara dalam kasus dugaan korupsi Chromebook yang dibacakan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jakarta, Selasa (30/6/2026).
Atika menilai, pernyataan yang dilontarkan Jokowi sebagai orang yang menunjuk putranya sebagai Mendikbudristek merupakan bentuk penegasan bahwa kebijakan yang dijalankan Nadiem bukan keputusan sepihak.
"Menteri itu pembantunya presiden, dia tidak bisa jalan-jalan sendiri," ujarnya.
Di sisi lain, perempuan berusia delapan puluh satu ini turut menyoroti faktor struktural yang dirasa membuat putranya rentan secara politik selama menjabat, yakni ketiadaan basis dukungan partai.
“Dia (Nadiem) tidak terjun ke dunia politik. Dia menjadi menteri dipilih oleh Presiden, tapi dia sama sekali tidak punya basis politik apa-apa,” kata Atika.
“Jadi mungkin itu kelemahannya, dia tidak punya basis politik. Jadi gampang diapa-apain," lanjutnya.
Meski demikian, Atika akui keluarganya tidak akan menyerah untuk terus memperjuangkan keadilan bagi putranya.
“Kalau memang bersalah, ya sudah kita harus relakan. Tapi, kalau tidak bersalah, ya mesti kita perjuangkan sampai keadilan tercapai," ungkapnya.
Di akhir, Atika turut mengajak publik untuk tidak berputus asa terhadap kondisi penegakkan hukum di Indonesia.
“Jangan putus asa. Negara ini penting, bangsa ini harus dibantu biar tidak terjadi hal-hal yang tidak enak, yang tidak masuk akal, tidak adil. Tapi itu hanya satu bagian kecil dari bangsa ini. Yang lainnya masih baik dan bisa berjuang, bisa membantu juga. Jangan putus asa. Itu memang pendapat keluarga kita sebenarnya, tidak boleh putus asa,” ajak Atika.
Penulis: Khaila Adinda
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id

































