tirto.id - Emiten perhiasan emas PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) menandatangani kerja sama dengan anak usaha PT United Tractors Tbk (UNTR), PT Sumbawa Jutaraya. Kerja sama ini untuk menjadi kontributor utama penyedia emas bagi Bullion Bank milik Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS).
"Hartadinata pun akan mulai mendapatkan supply dari salah satu anak usaha United Tractors. Nah ini merupakan salah satu strategi Hartadinata untuk bisa memperkuat posisi kami di ekosistem Bullion Bank," kata Director Investor Relations HRTA, Thendra Crisnanda dalam paparan publik melalui Zoom Meeting, Senin (8/9/2025).
Diketahui, PT Sumbawa Jutaraya merupakan anak usaha emiten Grup Astra UNTR. Merujuk laporan keuangan UNTR, PT Sumbawa Jutaraya bergerak di bidang konsesi penambangan emas yang beroperasi komersial sejak 2024. Jumlah aset PT Sumbawa Jutaraya sebelum eliminasi tercatat Rp3,26 triliun per 30 Juni 2025.
Saat ini, pemegang lisensi bullion bank di Indonesia ialah PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) dan PT Pegadaian. Thendra menilai bahwa penjualan pada bullion bank akan mencakup 50 persen-60 persen terhadap total pendapatan konsolidasian HRTA pada akhir tahun 2025.
"Dan memang di hingga di second half tahun 2025, kami melihat dominasi dari kontribusi bullion bank inimasih akan meningkat. Di mana kami memang tetap menjaga untuk porsi yang memang ideal yaitu di sekitar angka untuk 50 hingga dan 60 persen terhadap total pendapatan konsolidasian hingga di akhir tahun," ujar Thendra.
Atas pencapaian tersebut, HRTA juga optimistis akan meraup total penjualan emas mencapai 17-18 ton hingga akhir tahun 2025, atau tumbuh 20 persen-30 persen secara tahunan (year on year/YoY).
Adapun kontribusi penjualan masih didominasi emas batangan (bullion) dengan porsi sekitar 91-95 persen dari total pendapatan konsolidasi perseroan pada 2025. Sementara segmen perhiasan diperkirakan hanya menyumbang 5-9 persen.
HRTA juga menegaskan tetap menjaga strategi ekspansi ritel, dengan target penambahan jumlah outlet milik sendiri hingga 100 toko pada akhir 2025, naik dari posisi sekitar 85 toko pada tahun sebelumnya.
Penulis: Natania Longdong
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id



































