Menuju konten utama

Hotel Sultan Dikosongkan, Kemensetneg Curiga Ada Tamu Suruhan

Pihak Kemensetneg curiga ada tamu suruhan yang sengaja menginap untuk menghambat pengosongan Hotel Sultan. Identitas dan bukti bayar kini diperiksa ketat.

Hotel Sultan Dikosongkan, Kemensetneg Curiga Ada Tamu Suruhan
Kuasa Hukum Kemensetneg, Chandra Hamzah, dalam konferensi pers proses pengosongan Hotel Sultan, pada Kamis (18/6/2026) pagi. tirto.id/Naufal Majid
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kuasa Hukum Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg), Chandra Hamzah, menyebut masih ada sejumlah tamu yang menginap di Hotel Sultan saat proses pengosongan dilakukan pada Kamis (18/6/2026) pagi.

Saat ini, pihak Kemensetneg dan Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (PPKGBK) masih melakukan pendataan terkait berapa banyak tamu yang masih menginap.

Selain itu, Chandra mengatakan pihaknya juga akan memastikan apakah tamu-tamu yang menginap itu memang benar-benar memesan hotel, atau justru merupakan orang suruhan.

“Ya, ada penghuni, tetapi sedang dalam pendataan. Kita akan minta [data] mereka, apakah mereka penghuni yang genuine atau penghuni-penghunian yang disuruh untuk staycation di sini,” kata Chandra kepada para wartawan di lokasi, Kamis (18/6/2026).

Sebagai upaya untuk memastikan apakah tamu yang menginap asli atau suruhan, saat ini tim dari Kemensetneg dan PPKGBK sedang melakukan pengecekan nama, alamat, bukti pembayaran, sampai durasi menginap di Hotel Sultan.

Chandra menambahkan, pihaknya akan menginventarisasi seluruh barang-barang yang disita dari Hotel Sultan. Nantinya, barang-barang itu akan disimpan di gudang sambil menunggu pihak PT Indobuildco mengambil aset.

“Di sini ada tim inventaris, ada juru sita juga, barang-barang itu kita pindahkan ke gudang. Kita simpan,” pungkasnya.

Baca juga artikel terkait PENGOSONGAN HOTEL SULTAN atau tulisan lainnya dari Naufal Majid

tirto.id - Flash News
Reporter: Naufal Majid
Penulis: Naufal Majid
Editor: Siti Fatimah