tirto.id - Bupati Musi Rawas Edison ditetapkan tersangka setelah terjaring operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (8/6/2026). Edison disebut-sebut merupakan kader Partai NasDem.
Keterkaitan Edison dengan partai yang dinakhodai Surya Paloh itu, dibantah Ketua DPW Partai NasDem Sumsel ,Herman Deru. Herman Deru yang menjabat Gubernur Sumsel ini menegaskan Edison bukan kader, fungsionaris, atau simpatisan partai yang dipimpinnya.
"Saya luruskan ya, beliau (Edison) bukan kader Partai NasDem, bukan pengurus juga," ungkap Ketua DPW Partai NasDem Sumsel Herman Deru, Selasa (9/6/2026).
Deru menyebut hubungan Edison dengan Partai NasDem hanya pada saat pilkada Muara Enim 2024. Dia mengakui NasDem mengusung Edison berpasangan dengan Sumarni sebagai calon bupati dan wakil bupati bersama Partai Golkar dan PDI Perjuangan.
"Ya memang saat pencalonan Edison diusung NasDem dan partai-partai lain, bukan NasDem saja," tegas Deru.
Penegasan juga disampaikan Sekretaris DPW Partai NasDem, Sumsel Novianto. Novianto bahkan mengaku pihaknya merasa cukup dirugikan dengan pemberitaan bahwa Edison merupakan kader Partai NasDem. Novianto memastikan Edison bukanlah kader apalagi pengurus partai tersebut.
"Kami ingin luruskan bahwa Edison bukan kader, fungsionaris, dan simpatisan Partai NasDem. Beliau tidak pernah mengikuti kegiatan partai," kata Novianto.
Sepengetahuan Novianto, Edison menjadi kontestan pilkada Muara Enim berlatar belakang seorang birokrat. Dia memiliki pengalaman menduduki jabatan strategis di ATR/BPN di sejumlah daerah di Sumsel dan di beberapa provinsi di Sumatra.
"Beliau berangkat dari dunia birokrasi, murni seorang birokrat, bukan politisi, apalagi kader NasDem," tutup Novianto.
Masuk tirto.id































