Menuju konten utama

Daftar Nama dan Kasus Bupati Muara Enim yang Terjerat Korupsi

Bupati Muara Enim yang terjerat korupsi sudah ada empat orang dalam 10 tahun terakhir.  Simak nama & penjelasan singkat kasus Bupati Muara Enim tersebut.

Daftar Nama dan Kasus Bupati Muara Enim yang Terjerat Korupsi
Bupati Muara Enim, Edison, tiba di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) usai terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Selasa (9/6/2026). tirto.id/Umay

tirto.id - Daftar nama Bupati Muara Enim, Sumatera Selatan, yang tersandung kasus korupsi bertambah lagi. Kini, Bupati Edison jadi yang terbaru setelah ia terjaring OTT KPK. Dalam kurun waktu 10 tahun, sudah ada empat nama Bupati Muara Enim yang terjerat kasus korupsi.

Penangkapan Edison sebelumnya telah dikonfirmasi Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto pada Senin (8/6/2026). Ia mengonfirmasi, Bupati Muara Enim itu ditangkap dalam gelar OTT yang dilakukan lembaga antirasuah.

Juru bicara KPK, Budi Prasetyo, menyatakan bahwa KPK menangkap 10 orang dalam gelar OTT ini. Edison merupakan salah satu dari mereka yang ditangkap.

“Lima orang dari unsur Pemkab Muara Enim, salah satunya Bupati. Kemudian lima orang lainnya dari pihak swasta,” kata Budi pada Senin.

KPK belum merinci kasus yang menjerat Edison, namun Budi menyebut bahwa kasus ini terkait dengan aliran dana haram yang dikirimkan pihak swasta ke penyelenggara negara, termasuk Edison. Budi belum menjelaskan apakah hal itu tergolong suap, gratifikasi, atau pemerasan.

Namun, yang jelas, Edison kini masuk daftar Bupati Muara Enim yang ditangkap karena kasus korupsi. Dalam kurun waktu 10 tahun atau dua kali masa periode politik, sudah ada empat nama yang jadi tersangka dan terpidana korupsi. Siapa saja mereka?

Nama-nama Bupati Muara Enim yang Pernah Terlibat Kasus Korupsi

Bagi publik Muara Enim, penangkapan bupati karena korupsi sudah tidak mengagetkan lagi. Mereka melihat peristiwa itu terus menerus dalam sepuluh tahun terakhir.

Ditangkapnya Edison juga menyingkap catatan ironis bagi Muara Enim. Secara beruntun, tiga bupati hasil pemilu pada 2013, 2018, dan 2024 sama-sama terjerat kasus korupsi.

Dari Muzakir Sai Sohar hingga kini Edison, berikut nama-nama bupati Muara Enim yang tertangkap karena korupsi beserta rincian kasusnya.

1. Muzakir Sai Sohar

Muzakir Sai Sohar jadi yang pertama dalam daftar ini. Ia adalah Bupati Muara Enim periode 2009-2013 dan 2013-2018.

Kepemimpinan Muzakir di Muara Enim semula tampak baik-baik saja. Ia menyelesaikan dua kali masa jabatannya hingga rampung.

Namun, pada 2020 ia ditetapkan sebagai tersangka korupsi oleh Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan. Penyebabnya, Muzakir rupanya menerima gratifikasi dalam kasus proyek alih fungsi lahan fiktif selama menjabat sebagai bupati.

Dalam kasus alih fungsi lahan perkebunan yang rupanya bodong itu, kejaksaan menyebut negara telah merugi Rp5,8 miliar akibat perbuatan Muzakir dan para tersangka lain. Karenanya, Muzakir pun dihukum 8 tahun penjara dan denda Rp350 juta subsider enam bulan kurungan. Vonis atas Muzakir telah diputuskan oleh Pengadilan Negeri Palembang pada 17 Juni 2021.

2. Ahmad Yani

Dalam lini masa pilkada Kabupaten Muara Enim, kabupaten tersebut memiliki pemimpin baru pada 2018. Setelah Muzakir Sai Sohar, nama Ahmad Yani naik jadi Bupati Muara Enim setelah memenangkan pemilu pada 2018.

Kala itu, Ahmad Yani yang seorang kader Demokrat, berpasangan dengan Juarsyah sebagai kader PKB. Keduanya berhasil meraup suara terbanyak dan jadi Bupati serta Wakil Bupati Muara Enim setelahnya.

Namun, baru setahun menjabat, Ahmad Yani kedapatan melakukan perbuatan tercela. Ia ditangkap KPK pada 2 September 2019 karena kasus korupsi.

Ahmad Yani ketahuan menerima suap sebesar Rp3,1 miliar dari seorang kontraktor bernama Robi Okta Fahlefi. Suap itu diterima Ahmad Yani untuk “memperlancar” 16 paket proyek Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Muara Enim.

Akibat tindak tercelanya itu, Ahmad Yani diberhentikan dari jabatannya selaku Bupati Muara Enim dan dipenjara. Lama kurungan dalam vonis Ahmad Yani semula ditetapkan selama lima tahun, namun berubah jadi tujuh tahun setelah kasus bergulir hingga Mahkamah Agung.

3. Juarsah

Sebagai wakil bupati, Juarsah naik posisi jadi Bupati Muara Enim ketika Ahmad Yani ditangkap pada 2019. Juarsah lalu jadi bupati sejak saat itu.

Namun, seiring perkara korupsi yang menjerat Ahmad Yani terus bergulir di pengadilan, Juarsah rupanya ikut ditangkap KPK. Ia ditangkap pada 15 Februari 2021 karena kasus korupsi yang sama yang menjerat Ahmad Yani: suap 16 proyek Dinas PUPR.

Nama Juarsah tercatat dalam aliran dana haram dengan total nilai mencapai Rp22,5 miliar. Ia disebut menerima bagian sebesar Rp2,1 miliar dari total nilai suap.

Akibat tindakan itu, Pengadilan Tindak Pidana Korupsi menjatuhi hukuman empat tahun enam bulan penjara kepada Juarsah. Selain kurungan, Juarsah juga dihukum membayar uang pengganti senilai Rp3 miliar subsider kurungan selama 10 bulan. Vonis ini dijatuhkan secara resmi pada 29 Oktober 2021.

4. Edison

Usai Bupati dan Wakil Bupati Muara Enim periode 2018-2024 sama-sama ditangkap, pemilu 2024 lalu tampak jadi harapan bagi Muara Enim untuk memilih pemimpin yang bersih dari korupsi. Namun, rupanya hal itu tidak terjadi.

Edison, bupati yang terpilih dalam pilkada 2024, juga terjerat kasus korupsi. Ia ditangkap dalam gelar OTT KPK bersama unsur pemkab lain dan pihak swasta.

Baca juga artikel terkait OTT KPK atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar