Menuju konten utama
Update Hepatitis Misterius

Hepatitis Akut Bisa Bikin Anak Diare, Apa Beda dengan Diare Biasa?

Hepatitis Akut misterius salah satu gejalanya adalah diare, lalu apa perbedaannya dengan diare pada umumnya?

Hepatitis Akut Bisa Bikin Anak Diare, Apa Beda dengan Diare Biasa?
Ilustrasi Hepatitis. foto/Istockphoto

tirto.id - Penyakit Hepatitis Akut misterius yang masuk ke Indonesia semakin hangat diperbincangkan karena kasusnya semakin bertambah.

Di Indonesia, tiga anak dilaporkan telah meninggal dunia akibat penyakit hepatitis misterius ini.

Dikutip laman Sehat Negeriku, Dokter Spesialis Anak Konsultan Gastro Hepatologi RSCM FK UI Hanifah Oswari menyebutkan, dugaan awal penyakit Hepatitis Akut ini disebabkan oleh Adenovirus, SARS CoV-2, virus ABV dll.

Virus ini, kata Hanifah, utamanya menyerang saluran cerna dan saluran pernafasan.

Sementara gejala awal penyakit Hepatitis Akut secara umum, lanjutnya, mual, muntah, sakit perut, diare, kadang disertai demam ringan.

Selanjutnya, gejala akan semakin berat seperti air kencing berwarna pekat seperti teh dan BAB berwarna putih pucat.

Hepatitis Akut Adalah Peradangan Hati

Penyakit hepatitis akut adalah peradangan hati yang penyebabnya tidak diketahui secara pasti, karenanya ini disebut juga dengan hepatitis misterius.

Penyakit ini dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan termasuk kanker dan gagal hati, dan bisa berakibat fatal.

Hati sangat penting karena menghilangkan racun dari darah, terlibat dalam metabolisme dan mengatur pembekuan darah, di antara fungsi lainnya.

Sebelum terdeteksi di Indonesia, hepatitis misterius juga ditemukan di banyak negara bagian.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menyebutkan, pada Oktober 2021, lima pasien anak dengan hepatitis (radang hati) misterius diidentifikasi di sebuah rumah sakit di Alabama, di mana kelimanya memiliki infeksi hepatitis dan adenovirus.

Disebutkan bahwa anak-anak tersebut sebelumnya sehat dan berusia antara satu sampai enam tahun pada saat dirawat di rumah sakit. Anak-anak itu berasal dari berbagai negara bagian.

Tidak ada kontak yang diketahui atau paparan umum yang ditemukan di antara anak-anak. Tak satu pun dari anak-anak itu memiliki kondisi medis mendasar yang signifikan hingga kondisi mereka pulih.

CDC menyadari peningkatan pasien anak dengan hepatitis penyebab yang tidak diketahui pada anak-anak baru-baru ini dilaporkan di negara lain, dan CDC bekerja dengan pejabat kesehatan masyarakat di seluruh dunia untuk memahami apa yang mereka pelajari.

Adenovirus telah terdeteksi pada beberapa pasien di seluruh Inggris dan Eropa, karenanya hingga saat ini masih dicari kemungkinan penyebab lainnya dan mengidentifikasi kemungkinan faktor lain yang berkontribusi.

Tes laboratorium mengidentifikasi bahwa beberapa anak memiliki adenovirus tipe 41, yang lebih mungkin menyebabkan penyakit perut parah pada anak-anak.

Meskipun ada laporan sebelumnya tentang hepatitis pada anak-anak dengan sistem kekebalan yang tertekan yang terinfeksi adenovirus, adenovirus tipe 41 bukanlah penyebab umum hepatitis pada anak-anak yang sehat.

Penyebab umum lain dari hepatitis virus, seperti infeksi virus hepatitis A, B, C, D, dan E juga dipertimbangkan, tetapi bukti untuk infeksi ini tidak ditemukan pada pasien mana pun.

Perbedaan Hepatitis Akut dengan Diare pada Umumnya

Diare termasuk salah satu dari gejala Hepatitis Akut, meski demikian ini berbeda dengan diare pada umumnya.

Menurut laman Mayo Clinic, diare secara umum adalah kondisi buang air besar (BAB) yang encer dan sering. Ini mungkin hadir sendiri atau dikaitkan dengan gejala lain, seperti mual, muntah, sakit perut atau penurunan berat badan.

Namun, diare biasanya terjadi singkat, berlangsung tidak lebih dari beberapa hari.

Tetapi ketika diare berlangsung lebih dari beberapa hari hingga berminggu-minggu, biasanya menunjukkan bahwa ada masalah lain, seperti sindrom iritasi usus (IBS) atau gangguan yang lebih serius, termasuk infeksi persisten, penyakit celiac atau penyakit radang usus (IBD).

Berikut ini tanda dan gejala umum yang berhubungan dengan diare (kotoran encer):

  • Kram atau nyeri perut
  • Kembung
  • Mual
  • Muntah
  • Demam
  • Darah dalam tinja
  • Lendir di tinja
  • Kebutuhan mendesak untuk buang air besar
Beberapa informasi lainnya tentang diare secara umum, yakni:

1. Diare juga bisa benyebabkan kematian akibat menipisnya cairan tubuh yang mengakibatkan dehidrasi.

2. Diare dapat berdampak buruk pada pertumbuhan anak dan perkembangan kognitif.

3. Sekitar 88% kematian terkait diare disebabkan oleh air yang tidak aman, sanitasi yang tidak memadai, dan kebersihan yang tidak memadai.

4. Rotavirus adalah penyebab utama diare akut dan menyebabkan sekitar 40% dari rawat inap untuk diare pada anak di bawah 5 tahun.

5. Sebagian besar kuman diare menyebar dari tinja satu orang ke mulut orang lain. Kuman ini biasanya menyebar melalui terkontaminasi air, makanan, atau benda.

6. Air, makanan, dan benda-benda terkontaminasi tinja melalui berbagai cara:

  • Orang dan hewan buang air besar di atau dekat sumber air yang diminum orang.
  • Air yang terkontaminasi digunakan untuk mengairi tanaman.
  • Penyedia makanan tidak mencuci tangan sebelum memasak.
  • Orang dengan tangan yang terkontaminasi menyentuh benda, seperti gagang pintu, peralatan, atau peralatan masak.

Baca juga artikel terkait HEPATITIS AKUT atau tulisan lainnya dari Dhita Koesno

tirto.id - Kesehatan
Penulis: Dhita Koesno
Editor: Iswara N Raditya