tirto.id - Eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah belum juga reda setelah Iran menyerang Iran terhadap fasilitas militer Amerika Serikat di Yordania. Serangan ini memicu lonjakan harga minyak dunia pada awal perdagangan Rabu (8/9/2026).
Ketegangan geopolitik antara Washington dan Teheran yang terus meluas mendorong harga minyak mentah menguat selama empat hari berturut-turut. Pada perdagangan awal pukul 00.01 GMT, harga minyak mentah berjangka Brent merangkak naik sebesar US$1,57 atau 1,6 persen ke level US$99,49 per barel.
Sejalan dengan Brent, jenis West Texas Intermediate (WTI) milik AS turut melonjak US$1,60 atau 1,72 persen menjadi US$94,63 per barel. Tren kenaikan ini memperpanjang reli Brent yang telah melambung hingga 25 persen sejak awal Agustus lalu akibat pudarnya prospek perdamaian atas perang yang telah berlangsung selama enam bulan.
Aksi saling balas di kawasan Teluk menjadi pemantik utama gejolak pasar energi ini. Garda Revolusi Iran mengonfirmasi penyerangan pangkalan militer AS di Al Azraq, Yordania, serta dua kapal perusak AS menggunakan rudal balistik merupakan aksi balasan atas gempuran militer AS terhadap kapal-kapal tanker minyak milik Iran.
Laporan militer yang dirilis kantor berita resmi Yordania menyebutkan sistem pertahanan udara mereka berhasil menjatuhkan 18 dari total 20 rudal balistik yang diluncurkan dari wilayah Iran. Sementara itu, dua rudal sisanya mendarat di kawasan tanpa penghuni dan tidak menimbulkan korban jiwa.
Di sisi lain, Komando Pusat AS (Centcom) mengonfirmasi pasukannya telah menghancurkan lima kapal pengangkut minyak mentah Iran pada 8 September usai meredam ancaman serangan rudal ke kapal perang Angkatan Laut AS selama dua hari terakhir.
Pemerintah AS pun menegaskan tidak akan mundur dari aksi militer tersebut. Saat melakukan kunjungan resmi ke Kolombia, Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, melontarkan peringatan keras kepada Teheran.
"Iran terus berusaha menghantam kapal-kapal Angkatan Laut AS dan setiap kali mereka melakukan atau mencoba melakukan hal itu, mereka akan kehilangan kapal tanker," kata Rubio dikutip dari Reuters.
Penulis: Nanda Aria
Editor: Fadrik Aziz Firdausi
Masuk tirto.id






































