tirto.id - Mendekati Iduladha yang jatuh pada akhir Mei 2026, calon pekurban di wilayah Yogyakarta mulai memantau pergerakan harga hewan ternak. Merujuk pantauan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIY dan Kabupaten Sleman, tren harga sapi dan kambing/domba naik dibanding tahun lalu.
Pemerintah daerah menyebut bahwa kenaikan harga sapi dan kambing kurban merupakan siklus tahunan akibat peningkatan permintaan pasar.
Kendati begitu, pemerintah memastikan bahwa aspek kesehatan dan ketersediaan stok tetap jadi prioritas utama guna menjamin hewan kurban yang Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH).
Daftar Harga Hewan Kurban 2026 di Yogyakarta
Di tingkat peternak, harga hewan kurban merangkak sejak awal Mei. Kelompok Tani Karya Tunggal, Gamping, mematok harga sapi kurban mulai dari Rp25 juta hingga Rp28 juta per ekor, naik sekitar Rp1 juta dari tahun lalu.
Sementara di Pasar Hewan Ambarketawang, harga sapi kurban per awal Mei dipatok sekitar Rp40.000 per kilogram berat hidup. Adapun harga kambing ditetapkan sekitar Rp50.000 per kilogram.
Jumlah ternak yang masuk ke pasar hewan tersebut dilaporkan naik sekitar 10 persen jelang Hari Raya Kurban atau Iduladha 2026.
Harga Sapi Kurban di Yogyakarta 2026
Mengacu pada harga per kilogram di Pasar Hewan Ambarketawang, berikut estimasi harga sapi kurban 2026 di Yogyakarta.- Harga sapi kurban bobot 200-250 kg: Rp8.000.000 - Rp10.000.000
- Harga sapi kurban bobot 250-300 kg: Rp10.000.000 - Rp12.000.000
- Harga sapi kurban bobot 300-400 kg: Rp12.000.000 - Rp16.000.000
- Harga sapi kurban bobot >500 kg: Lebih dari Rp20.000.000
Perlu diketahui pula bahwa pemerintah melalui Menko Pangan Zulkifli Hasan sudah menaikkan harga acuan sapi hidup menjadi Rp59.000 per kilogram, sehingga harga sapi kurban bisa lebih tinggi dari estimasi di atas.
Harga Kambing Kurban di Yogyakarta 2026
Berikut rincian estimasi harga kambing kurban di Yogyakarta berdasar bobotnya, masih mengacu harga per kilogram:- Harga kambing kurban bobot 20-25 kg: Rp1.000.000 - Rp1.250.000
- Harga kambing kurban bobot 25-30 kg: Rp1.250.000 - Rp1.500.000
- Harga kambing kurban bobot 30-40 kg: Rp1.500.000 - Rp2.000.000
- Harga kambing kurban bobot >40 kg (Kambing Super): Lebih dari Rp2.000.000
Stok Lokal dan Estimasi Kebutuhan
Meski ketersediaan hewan kurban saat ini disebut masih aman, ada selisih antara stok lokal Sleman dan total kebutuhan masyarakat jelang Iduladha 2026. Kekurangan pasokan diprediksi terjadi pada komoditas sapi dan domba.
Berdasar data Pemerintah Daerah Sleman, ketersediaan sapi lokal berada di kisaran 3.800 ekor, sedangkan kebutuhan masyarakat diprediksi mencapai 9.200 ekor.
Untuk domba, stok lokal tercatat sekitar 7.800 ekor, sementara kebutuhan menyentuh 15.700 ekor. Adapun stok kambing lokal mencapai 4.000 ekor dan dinilai mencukupi permintaan pasar.
Guna memenuhi kebutuhan tersebut, pasokan ternak dari luar daerah juga mulai didatangkan ke wilayah Sleman. Kebutuhan masyarakat turut dipenuhi melalui keberadaan "pasar tiban" atau pedagang hewan musiman yang biasanya mulai bermunculan di pinggir jalan jelang H-7 Iduladha.
Waspada Antraks dan PMK
Selain soal harga, kesehatan hewan menjadi sorotan utama. Plt. Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Sleman, Rofiq Andriyanto, menekankan aspek waspada terhadap penyakit antraks, mengingat sifatnya yang zoonosis atau bisa menular ke manusia.
"Kalau PMK kan mungkin aman. Kalau antraks karena menular ke manusia, kita harus bentengi dengan khususnya di Prambanan tadi, perbatasan wilayah, dengan vaksin antraks," tegas Rofiq.
Untuk Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), tren kasus di Sleman dilaporkan menurun drastis menjadi hanya 1-2 kasus per bulan. Upaya sterilisasi dilakukan ketat di pasar hewan melalui prosedur dipping dan penyemprotan disinfektan pada setiap truk pengangkut ternak yang masuk.
Adapun Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa mengimbau panitia kurban di masjid maupun komunitas mulai meninggalkan plastik sekali pakai. Masyarakat disarankan beralih ke wadah ramah lingkungan seperti besek atau anyaman bambu saat mendistribusikan daging.
Langkah ini diharapkan mampu menekan volume sampah plastik yang kerap melonjak saat pelaksanaan hari raya kurban di DIY.
Penulis: Rofi Ali Majid
Editor: Yantina Debora
Masuk tirto.id





































