tirto.id - Hadis tentang puasa Ramadhan berisi dalil mengenai keutamaan beribadah puasa di bulan suci. Simak beberapa hadits bulan Ramadhan yang menjelaskan tentang cara Nabi Muhammad SAW beribadah puasa di dalam artikel ini.
Umat Islam wajib puasa Ramadan untuk memenuhi salah satu rukun Islam. Seorang muslim tidak boleh membatalkan ibadah puasa tanpa kondisi-kondisi khusus, misalnya sedang dalam perjalanan jauh atau sakit.
Hadits pendek tentang puasa Ramadhan salah satunya diriwayatkan oleh Abu Daud, Rasulullah SAW mengatakan bahwa orang yang berpuasa dengan penuh keimanan akan diampuni dosanya. Lantas, apa saja daftar hadits tentang Ramadhan dan puasa?
Hadits tentang Puasa Ramadhan dan Keutamaannya
Dilansir laman Kemenag Sumsel, puasa menurut syariat berarti menahan diri dari makan, minum, serta segala perbuatan yang bisa membatalkan puasa. Periode waktunya berlangsung mulai dari matahari terbit sampai terbenam.
Nabi Muhammad SAW selalu menjalankan ibadah puasa selama bulan Ramadan sejak perintah tersebut diturunkan. Kendati begitu, orang yang berpuasa tidak boleh memaksa orang lain untuk beribadah seperti dirinya.
Dalam riwayat Imam Muslim, Rasulullah pernah menjalankan ibadah puasa meskipun sedang menempuh perjalanan ke Madinah. Pada saat itu, dirinya tidak mencela orang yang buka puasa.
Adapun hadits bulan Ramadhan menjadi salah satu cara bagi muslimin dan muslimat untuk memahami ibadah puasa beserta keutamaannya. Berikut ini kumpulan hadis tentang puasa Ramadhan.
- "Telah datang bulan Ramadan, bulan penuh berkah, maka Allah mewajibkan kalian untuk berpuasa pada bulan itu. Saat itu pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, para setan diikat dan pada bulan itu pula terdapat satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan," (HR Ahmad).
- "Barang siapa memberi perbukaan (makanan atau minuman) kepada orang yang berpuasa, maka dia akan mendapat pahala seperti pahala orang yang berpuasa itu, tanpa mengurangi sedikit pun pahala orang yang berpuasa tersebut," (HR Ahmad).
- "Puasa dan Al-Qur’an akan memberikan syafaat seorang hamba pada hari kiamat. Puasa berkata: 'Ya Rabbi, aku mencegahnya dari makan dan minum di siang hari'. Al-Qur’an juga berkata: 'Aku mencegahnya dari tidur di malam hari, maka kami mohon syafaat buat dia'. Beliau bersabda: 'maka keduanya dibolehkan memberi syafaat'," (HR Ahmad).
- "Apabila seorang istri melaksanakan salat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadan, menjaga kemaluannya, dan taat kepada suaminya, niscaya akan dikatakan kepadanya; 'Masuklah kamu ke dalam surga dari pintu mana saja yang kamu inginkan," (HR Ahmad).
- "Barang siapa yang berpuasa Ramadan, Syawal, Rabu, dan Kamis, serta Jumat maka akan masuk surga," (HR Ahmad).
- "Dari Ammar bin Ruzaiq, berkata: 'telah bercerita kepada beberapa orang dari penduduk Bashrah. Mereka berkata sesungguhnya Rasulullah SAW melewatiku ketika saya sedang berbekam pada malam ke-18 dari bulan Ramadan', beliau bersabda: 'orang yang membekam dan dibekam berarti telah batal puasanya'," (HR Ahmad).
- "Abu Nadir mendengar Sinan bin Salamah bin Al Muhabbiq Al Hudzali, bercerita; Rasulullah SAW bersabda: 'Barang siapa memiliki tukang angkut (porter) yang membawa ke satu kelompok perjalanan maka berpuasalah Ramadan, kalau dia menjumpai Ramadan itu," (HR Ahmad)."
- "Barang siapa berpuasa di bulan Ramadan karena iman dan mengharap pahala dari Allah maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu," (HR Bukhari dan Muslim).
- "Rasulullah SAW berangkat dari Madinah menuju Makkah dalam keadaan berpuasa sehingga ketika sampai di daerah Usfan, Beliau meminta air lalu Beliau mengangkat air itu dengan tangan Beliau agar dilihat oleh orang banyak, lalu Beliau berbuka hingga tiba di Makkah. Kejadian ini di bulan Ramadan. Dan Ibnu Abbas RA juga berkata: 'dan Rasulullah SAW juga pernah berpuasa dalam suatu perjalanan Beliau dan juga pernah berbuka. Maka siapa yang mau silakan berpuasa dan siapa yang mau silakan berbuka," (HR Bukhari).
- "Ibnu Abbas pernah berkata, 'tidak pernah aku melihat Nabi SAW sengaja berpuasa pada suatu hari yang Beliau istimewakan dibanding hari-hari lainnya kecuali hari Asyura dan bulan ini, yaitu bulan Ramadan'," (HR Bukhari).
- "Di surga ada delapan pintu, di antaranya ada yang dinamakan pintu ar-Rayyan yang tidak akan memasukinya kecuali orang-orang yang berpuasa," (HR Bukhari).
- "Jarak antara salat lima waktu, salat Jumat dengan Jumat berikutnya, dan puasa Ramadan dengan Ramadan berikutnya merupakan penebus dosa-dosa yang ada di antaranya, apabila tidak melakukan dosa besar," (HR Muslim).
- "Kami dulu pernah bepergian bersama Rasulullah SAW pada bulan Ramadan, tetapi orang yang berpuasa tidaklah mencela orang yang berbuka, dan yang berbuka juga tidak mencela orang yang berpuasa," (HR Muslim).
- "5 perkara yang apabila dikerjakan oleh seseorang dengan keimanan, maka dia akan masuk surga; barang siapa yang menjaga salat lima waktu beserta wudunya, rukuknya, sujudnya dan waktu-waktunya, melaksanakan puasa Ramadan, haji ke baitullah jika mampu menunaikannya, menunaikan zakat dengan kesadaran jiwa, serta menunaikan amanat," (HR Abu Daud).
- "Barang siapa berpuasa di bulan Ramadan dengan keimanan dan penuh harap, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Dan barang siapa bangun (salat) pada malam Lailatulqadar dengan keimanan dan penuh harap, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu," (HR Abu Daud).
- "Janganlah kalian mendahului bulan hingga melihat Hilal atau kalian menyempurnakan bilangan kemudian berpuasalah [Ramadan] hingga kalian melihat Hilal atau menyempurnakan bilangan," (HR Abu Daud).
- "Telah diriwayatkan kepada kami dari [Abu 'Awanah] dari [Qatadah] dari [Sa'id bin Al Musayyib], [Al Hasan] dan ['Atha`] mereka berkata tentang wanita yang sedang mengalami istihadah: 'Ia mandi dan boleh mengerjakan salat, berpuasa Ramadan, dan suami boleh menggaulinya," (HR Darimi).
- "Barang siapa berbuka satu hari pada bulan Ramadan bukan karena rukhshah atau sakit, maka tidak akan dapat diganti oleh puasa satu tahun penuh, walaupun ia berpuasa setahun penuh," (HR Darimi).
- "Barang siapa makan dan minum karena lupa hendaklah ia sempurnakan puasanya, sesungguhnya ia diberi makan dan minum Allah," (HR Darimi).
- "Puasa adalah tameng selama ia belum melubanginya. Yaitu [melubanginya] dengan menggunjing orang lain," (HR Darimi).
- "Janganlah engkau memakai celak pada siang hari sementara engkau berpuasa, bercelaklah pada malam hari menggunakan itsmid (sejenis tumbuhan), karena sesungguhnya itsmid dapat mencerahkan pandangan, dan menumbuhkan rambut," (HR Darimi).
- "Apabila salah seorang di antara kalian diundang untuk makan padahal ia sedang berpuasa, maka hendaknya ia mengatakan 'aku sedang berpuasa'," (HR Darimi).
- "Barang siapa berpuasa bulan Ramadan kemudian mengiringinya dengan enam hari di bulan Syawal, maka yang demikian itu seperti puasa satu tahun," (HR Darimi).
- "Orang-orang yang berpuasa telah berbuka puasa di sisi kalian, dan orang-orang yang baik telah makan makanan kalian, serta para Malaikat telah turun kepada kalian," (HR Darimi).
- "Ibnu Umar pernah berkata: Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda 'Islam terbangun atas 5 perkara, yaitu; bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, mendirikan salat, membayar zakat, melakukan haji, dan berpuasa Ramadan'," (HR Nasa'i).
- "Rasulullah SAW bersabda: 'puasa dan Al-Quran memberi syafaat bagi seorang hamba pada hari kiamat'. puasa berkata : 'wahai Robb, aku telah menahannya dari makanan dan syahwat maka berikanlah syafaat'. Al-Qur'an berkata : 'wahai Robb, aku telah menahannya dari tidur di malam hari maka berilah syafaat'. Rasulullah berkata: 'maka keduanya memberi syafaat'," (HR Ahmad dan Al-Hakim).
- "Rasulullah SAW bersabda: 'semua amalan anak Adam untuknya dan dilipat gandakan setiap satu kebaikan (dianggap) sepuluh kali kebaikan tersebut dan dilipat gandakan menjadi 700 kali'. Allah berfirman: 'kecuali puasa, karena amalan itu untuk-Ku dan Aku akan membalasnya. (disebabkan) Meninggalkan syahwatnya dan makanannya demi Aku'," (HR Muslim).
Baca juga berbagai artikel terbaru mengenai puasa Ramadhan beserta puasa-puasa lainnya di sini.
Penulis: Permadi Suntama
Editor: Yulaika Ramadhani
Penyelaras: Yuda Prinada
Masuk tirto.id

































