Menuju konten utama

Gerindra Ingatkan Pesan Prabowo usai Dua Kadernya Kena OTT KPK

Prasetyo Hadi mengatakan peristiwa tersebut menunjukkan korupsi masih menjadi persoalan serius yang harus ditangani bersama-sama.

Gerindra Ingatkan Pesan Prabowo usai Dua Kadernya Kena OTT KPK
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan keterangan pers usai mengikuti kegiatan Taklimat Presiden Republik Indonesia dengan Rektor serta Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta Tahun 2026 di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (15/1/2026). ANTARA FOTO/Galih Pradipta/nym.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Sekretaris Negara sekaligus Wakil Ketua DPP Partai Gerindra, Prasetyo Hadi menyatakan keprihatinannya atas tertangkapnya dua kepala daerah dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin (19/1/2026).

Dua kepala daerah tersebut adalah Wali Kota Madiun Maidi dan Bupati Pati Sadewo, yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi. Keduanya merupakan politisi Partai Gerindra.

“Yang pertama tentunya kita prihatin ya kembali terjadi operasi tangkap tangan yang dilakukan kepala daerah,” kata Prasetyo Hadi di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (20/1/2026).

Prasetyo menegaskan, peristiwa tersebut kembali menunjukkan bahwa korupsi masih menjadi persoalan serius yang harus ditangani bersama-sama oleh seluruh elemen bangsa.

“Ini membuktikan bahwa betul-betul masalah korupsi ini menjadi sesuatu pekerjaan rumah yang sangat besar yang harus bersama-sama kita perangi,” ujarnya.

Ia juga menekankan komitmen Presiden RI Prabowo Subianto dalam upaya pemberantasan korupsi.

Menurut Prasetyo, Presiden secara konsisten mengingatkan pentingnya integritas dan penegakan hukum dalam berbagai kesempatan.

“Berkali-kali juga dalam berbagai forum bapak presiden terus mengingatkan hal tersebut,” tuturnya.

KPK menangkap Wali Kota Madiun Maidi melalui OTT di Madiun dengan mengamankan 14 orang lainnya serta menyita barang bukti berupa uang tunai senilai Rp100 juta hingga Rp999 juta. Maidi kemudian ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pemerasan terkait pengadaan proyek.

Sementara itu, Bupati Pati Sadewo ditangkap KPK dalam rangkaian OTT terpisah di wilayah Pati. Setelah penangkapan, Sadewo ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pemerasan jabatan terhadap perangkat desa.

Wali Kota Madiun Maidi dikenal sebagai politisi senior yang telah lama berkecimpung di pemerintahan daerah. Ia menjabat Wali Kota Madiun untuk periode kedua setelah memenangi Pilkada 2024.

Sebelumnya, Maidi juga pernah menduduki sejumlah jabatan birokrasi di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Dalam kontestasi politik terakhir, Maidi tercatat sebagai kader Partai Gerindra.

Sementara itu, Bupati Pati Sadewo juga merupakan kader Partai Gerindra yang terpilih sebagai kepala daerah pada Pilkada 2024.

Baca juga artikel terkait OTT KPK atau tulisan lainnya dari Mochammad Fajar Nur

tirto.id - Flash News
Reporter: Mochammad Fajar Nur
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama