Menuju konten utama

Gempa Bumi M 6,6 di Kupang Akibatkan Beberapa Bangunan Rusak

BMKG melaporkan beberapa bangunan dan rumah rusak akibat gempa di Kupang.

Gempa Bumi M 6,6 di Kupang Akibatkan Beberapa Bangunan Rusak
Ilustrasi Gempa Bumi. FOTO/iStock

tirto.id - Gempa dengan magnitudo 6,6 mengguncang Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, sekitar pukul 05.04 WITA, Kamis (2/11/2023). Gempa tersebut terjadi di kedalaman 10 kilometer dan lokasi gempa berada pada 24 kilometer Tenggara Kupang-NTT.

Letak gempa terjadi di 10.34 lintang selatan (LS) dan 123.Bujur Timur (BT). Gempa juga dilaporkan tidak berpotensi tsunami. Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Daryono menuturkan hingga pukul 05.20 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan telah terjadi 2 aktivitas gempa bumi susulan pukul 04.28 WIB dengan magnitudo 3.5 dan pada pukul 05.03 WIB dengan magnitudo 3.4.

Daryono menuturkan gempa bumi yang terjadi menimbulkan kerusakan ringan. Beberapa bangunan dan rumah di Kupang dilaporkan rusak akibat gempa. Sementara itu Daryono menjelaskan berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi itu merupakan gempa bumi kerak dangkal yang dipicu oleh aktivitas sesar aktif. Kemudian dia menuturkan penyebab ini berkaitan dengan bending slab Australia purba di bawah Kupang.

"Boleh bayangkan semacam outerrise di situ. Gempa M 6,3 dengan kerusakan ringan bukti terjadi deamplifikasi site (peredaman) di Kupang, karena dominasi hard-rock (batu keras) di wilayah tersebut," kata Daryono.

Dia menjelaskan gempa bumi dirasakan di Kupang pada skala VI MMI, Kabupaten Timor Tengah Selatan pada skala IV-V MMI, Rote dan Waingapu pada skala III MMI, dan Alor pada skala II MMI.

Pada skala II MMI getaran dirasakan oleh beberapa orang dan menyebabkan benda-benda ringan yang digantung bergoyang dan pada skala III MMI getaran dirasakan nyata di dalam rumah, terasa seakan ada truk berlalu.

Getaran pada skala IV MMI pada siang hari dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah dan beberapa orang di luar rumah serta dapat menyebabkan gerabah pecah, jendela/pintu berderik, dan dinding berbunyi.

Pada skala V MMI, getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk, membuat banyak banyak terbangun, serta menyebabkan gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan barang besar bergoyang. Guncangan pada skala VI MMI dapat dirasakan oleh semua penduduk, membuat kebanyakan orang terkejut dan lari keluar, dan menyebabkan ringan pada bangunan.

Lebih lanjut, BMKG mengimbau warga menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa serta memeriksa bangunan tempat tinggal untuk memastikan tidak ada kerusakan yang bisa membahayakan kestabilan bangunan sebelum kembali ke dalam rumah. Berdasarkan hasil pemodelan, gempa bumi yang terjadi di Kupang tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

"Hindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum kembali ke dalam rumah," imbau Daryono.

Baca juga artikel terkait GEMPA BUMI DI KUPANG atau tulisan lainnya dari Iftinavia Pradinantia

tirto.id - Flash news
Reporter: Iftinavia Pradinantia
Penulis: Iftinavia Pradinantia
Editor: Intan Umbari Prihatin