Menuju konten utama

Gejolak Politik di Iran: Demo Memanas, Korban Tewas Ribuan

Situasi demo di Iran makin memanas. Korban tewas bertambah hingga lebih dari 2.500 orang, mayoritas masyarakat sipil.

Gejolak Politik di Iran: Demo Memanas, Korban Tewas Ribuan
Para demonstran Iran berpartisipasi dalam unjuk rasa pro-pemerintah di Teheran, Iran, pada 12 Januari 2026. Reuters/ Morteza Nikoubazl/NurPhoto
2026/01/14/demo-iran--reuters-4_8781.jpg
Para demonstran membakar foto Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei di luar kedutaan Iran selama unjuk rasa mendukung protes nasional di Iran, di London, Inggris, 12 Januari 2026. REUTERS/Toby Melville
2026/01/14/demo-iran--reuters-3_8780.jpg
Para demonstran Iran berkumpul di jalan selama protes atas anjloknya nilai mata uang, di Teheran, Iran, 8 Januari 2026. Reuters/Stringer/WANA West Asia News Agency
2026/01/14/demo-di-iran-reuters.jpg
Sebuah mobil hangus tergeletak di jalan setelah kerusuhan yang dipicu oleh kondisi ekonomi yang buruk, di sebuah tempat yang disebut sebagai Teheran, Iran, 10 Januari 2026, dalam cuplikan layar dari rekaman siaran media pemerintah Iran. IRIB via WANA (West Asia News Agency). foto/REUTERS
2026/01/14/demo-iran--reuters-2_8779.jpg
Seorang wanita Iran berpartisipasi dalam unjuk rasa pro-pemerintah di Teheran, Iran, pada 12 Januari 2026. Reuters/Morteza Nikoubazl/NurPhoto
2026/01/14/demo-iran--reuters-7_8784.jpg
Orang-orang memegang bendera nasional "Singa dan Matahari" pra-Revolusi Iran selama unjuk rasa mendukung protes nasional di Iran, di Roma, Italia, 13 Januari 2026. REUTERS/Francesco Fotia
2026/01/14/demo-iran--reuters-8_8785.jpg
Para Demonstran menyalakan lampu ponsel mereka di luar konsulat AS selama unjuk rasa mendukung protes nasional di Iran, di Milan, Italia, 13 Januari 2026. REUTERS/Claudia Greco
2026/01/12/demonstrasi-iran-reuters.jpg
Para demonstran berjalan menuju kedutaan Iran selama unjuk rasa mendukung protes nasional di Iran, di London, Inggris, 11 Januari 2026. REUTERS/Isabel Infantes
2026/01/14/demo-iran--reuters-6_8783.jpg
Aksi duduk di Piazza della Repubblica di Roma diselenggarakan oleh Asosiasi Italia-Iran sebagai bentuk solidaritas dengan protes rakyat Iran terhadap rezim Ayatollah.Reuters/Matteo Nardone / ipa-agency.net/IPA/Sipa USA

tirto.id - Demonstrasi di Iran yang berlangsung sejak 28 Desember 2025 semakin memanas. Protes di Iran bermula sebagai reaksi masyarakat terhadap kenaikan harga dan kondisi ekonomi yang memburuk dan semakin menekan kehidupan sehari-hari.

Ketidakpuasan ini kemudian berkembang melampaui tuntutan ekonomi dan berubah menjadi penolakan terbuka terhadap pemerintahan ulama yang telah berkuasa sejak Revolusi Islam 1979.

Selain itu, mata uang Iran, Rial, juga turut anjlok hingga ke titik terendah dalam sejarah. Hal ini dipicu karena kondisi negara yang tidak stabil dan kerusuhan yang terjadi.

Seiring meluasnya kemarahan publik, demonstrasi terjadi di berbagai kota besar seperti Teheran dan Mashhad, yang dalam banyak kasus diwarnai aksi pembakaran, ledakan, serta bentrokan antara massa dan aparat keamanan.

Berdasarkan laporan dari AP News, saat ini jumlah korban tewas telah lebih dari 2.500 orang. Sebagian besar korban dari masyarakat sipil, termasuk anak-anak, sisanya dari pihak pemerintah.

Selain 2.500 orang yang dinyatakan menjadi korban tewas, terdapat lebih dari 18.000 orang ditahan oleh Pemerintah Iran. Jumlah korban secara resmi tidak dirilis oleh otoritas Iran.

Sebab, pihak pemerintah memutus akses komunikasi warganya, termasuk internet dan jaringan pesan untuk membatasi gerak demonstran dan akses informasi keluar.

Baca juga artikel terkait DEMO atau tulisan lainnya dari Qurrota Ayun

Oleh: Qurrota Ayun
Editor: Maya Saputri