







tirto.id - Demonstrasi di Iran yang berlangsung sejak 28 Desember 2025 semakin memanas. Protes di Iran bermula sebagai reaksi masyarakat terhadap kenaikan harga dan kondisi ekonomi yang memburuk dan semakin menekan kehidupan sehari-hari.
Ketidakpuasan ini kemudian berkembang melampaui tuntutan ekonomi dan berubah menjadi penolakan terbuka terhadap pemerintahan ulama yang telah berkuasa sejak Revolusi Islam 1979.
Selain itu, mata uang Iran, Rial, juga turut anjlok hingga ke titik terendah dalam sejarah. Hal ini dipicu karena kondisi negara yang tidak stabil dan kerusuhan yang terjadi.
Seiring meluasnya kemarahan publik, demonstrasi terjadi di berbagai kota besar seperti Teheran dan Mashhad, yang dalam banyak kasus diwarnai aksi pembakaran, ledakan, serta bentrokan antara massa dan aparat keamanan.
Berdasarkan laporan dari AP News, saat ini jumlah korban tewas telah lebih dari 2.500 orang. Sebagian besar korban dari masyarakat sipil, termasuk anak-anak, sisanya dari pihak pemerintah.
Sebab, pihak pemerintah memutus akses komunikasi warganya, termasuk internet dan jaringan pesan untuk membatasi gerak demonstran dan akses informasi keluar.
Editor: Maya Saputri
Masuk tirto.id

































