Garuda Bantah Menyelundupkan Moge Harley Davidson di Pesawat Baru

Oleh: Vincent Fabian Thomas - 3 Desember 2019
Dibaca Normal 1 menit
PT Garuda Indonesia Tbk. mengklarifikasi temuan motor gede (moge) merek Harley Davidson di pesawat Airbus terbaru mereka tipe A300-900 Neo. Maskapai penerbangan pelat merah ini menampik temuan moge di pesawat mereka dianggap barang selundupan.
tirto.id - PT Garuda Indonesia Tbk. mengklarifikasi temuan motor gede (moge) merek Harley Davidson di pesawat Airbus terbaru mereka tipe A300-900 Neo. Maskapai penerbangan pelat merah ini menampik temuan moge di pesawat mereka dianggap barang selundupan.

VP Corporate Secretary Garuda Indonesia, Ikhsan Rosan mengatakan bahwa boks yang berisikan moge merek Harley Davidson, termasuk dua unit sepeda Brompton tersebut sebenarnya sudah dilaporkan sendiri (self declare) kepada Bea Cukai Bandara Soekarno Hatta.

“Mereka (petugas Garuda) sudah self-declare bagasinya. Mereka patuh aturan pabean internasional. Barang itu di-declare kepada petugas bea cukai yang onboard di pesawat,” ucap Ikhsan saat dihubungi reporter Tirto, Selasa (3/12/2019).

Saat kedatangan pesawat ke bengkel GMF di Bandara Soekarno-Hatta, lanjut Ikhsan, petugas Garuda ditemani oleh petugas bea cukai yang ikut dalam penerbangan khusus itu. Hal ini dilakukan karena GMF masuk kawasan berikat sehingga dilengkapi dengan fasilitas kapabeanan dan imigrasi. Artinya, seluruh barang yang ada di pesawat akan dicek.

Namun demikian, Ikhsan mengaku maskapai akan mengikuti keputusan Ditjen Bea dan Cukai yang saat ini tengah melakukan penelitian. Dia bilang jika barang itu harus ditebus dengan membayar pajak, Garuda akan mengikutinya, termasuk jika barang itu harus dikembalikan.

“Kami lihat putusan bea dan cukai. Kalau harus dibayar pajaknya kami bayar. Kalau reekspor ya direekspor,” ucap Ikhsan.

Ikhsan belum dapat menjelaskan alasan mengapa petugas Garuda yang sedianya bertanggung jawab menjemput itu turut memboyong motor Harley bersama mereka. Saat ini, Garuda akan fokus pada keputusan bea cukai.

Meski begitu, Ikhsan menduga petugas Garuda itu kurang informasi bilamana mereka harus melakukan self declare dan bilamana kewajiban pajaknya bisa dibayarkan di tempat.

“Kami akan lihat ke situ. Ketika self declare dilakukan pada barang masuk seperti biasa, ini bayar pajak atau apa. Kita liat di situ saja,” ucap Ikhsan.

“Saya enggak tahu pasti. Mungkin kurang informasi. Mungkin (mereka pikir) bisa dibayar di sini,” tambah Ikhsan.

Terkait dugaan bilamana temuan motor itu memiliki kaitan dengan petinggi Garuda, Ikhsan juga membantah.


Baca juga artikel terkait GARUDA INDONESIA atau tulisan menarik lainnya Vincent Fabian Thomas
(tirto.id - Bisnis)

Reporter: Vincent Fabian Thomas
Penulis: Vincent Fabian Thomas
Editor: Ringkang Gumiwang
DarkLight