tirto.id - Frasers Hospitality, perusahaan global di bidang perhotelan & akomodasi, resmi mengimplementasikan kecerdasan buatan (AI) dari Google Cloud untuk mempercepat dan mempermudah proses pelatihan karyawan.
Salah satu unit bisnis strategi Frasers Property Group tersebut ingin menguatkan partisipasinya dalam program AI Cloud Takeoff (AI CTO) yang diselenggarakan bersama Digital Industry Singapore (DISG).
AI Clouds Take Off merupakan program nasional di Singapura, kolaborasi antara Google Cloud dan Digital Industry Singapura (DISG). Program AI CTO dibentuk untuk membangun Pusat AI Unggulan di 300 perusahaan di Singapura.
Program ini akan dilaksanakan sejak Juni hingga 12 bulan ke depan. Di samping itu, disediakan pula dukungan konsultasi, kredit Google Cloud, serta lisensi pelatihan hingga SGD500 ribu per perusahaan.
Pengimplementasian kecerdasan buatan di Frasers Hospitality didukung oleh mitra teknologi Google Cloud bernama Kyndryl. Mereka mengembangkan aplikasi berbasis AI untuk pembuatan SOP atau standard operating procedure bagi seluruh karyawan.
Aplikasi ini dibangun menggunakan Firebase Studio Google Cloud, platform Vertex AI, dan Gemini AI multimoda native, yang secara otomatis dapat menganalisis video pelatihan untuk menghasilkan dokumen SOP dan diagaram alur bisnis proses model.
Bukan hanya itu, garapan mereka juga didukung oleh fitur Translation API Google Cloud agar SOP dapat diakses oleh para karyawan di sejumlah negara tanpa terkendala bahasa.
Ian Loe, Managing Director Group Digital and Technology Fraserss Property, menyebut bahwa implementasi ini merupakan terobosan besar.
“Dengan model Gemini 2.5 Flash dan komponen Google Cloud, kami mampu bergerak dari ide ke produksi hanya dalam enam minggu. Proses ini mengubah cara kami melatih staf dan memastikan konsistensi layanan di seluruh portofolio properti,” ujarnya.
Ke depannya, Frasers Hospitality akan menguji fitur baru untuk mengubah SOP berbasis teks menjadi motion graphics dengan voiceover. Ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran jangka panjang bagi karyawan.
Editor: Nuran Wibisono
Masuk tirto.id

































