Menuju konten utama
Horizon

Folarin Balogun, Accidental American yang Jadi Bintang Timnas AS

Disia-siakan Timnas Inggris, Folarin Balogun akhirnya memilih membela AS, negara tempat ia menumpang lahir saat ibunya mengunjungi kerabat di Brooklyn.  

Folarin Balogun, Accidental American yang Jadi Bintang Timnas AS
Folarin Balogun dari Amerika Serikat merayakan setelah mencetak gol ketiga timnya selama pertandingan persahabatan internasional antara Amerika Serikat dan Senegal di Stadion Bank of America di Charlotte, Carolina Utara. (Photo by JAMIE SQUIRE / Getty Images via AFP)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Florence Balogun, seorang warga London keturunan Nigeria, saat itu sedang mengunjungi kerabatnya di Brooklyn, Amerika Serikat. Kandungannya telah memasuki usia tujuh bulan. Ketika ia tiba di bandara untuk mengejar penerbangan pulang ke Inggris, staf maskapai menahannya. Tanpa surat izin medis resmi, otoritas bandara melarang keras Florence naik pesawat.

Ia lalu kembali ke rumah kerabatnya dan di sanalah, pada tanggal 3 Juli 2001, Florence melahirkan seorang bayi laki-laki yang diberi nama Folarin Jerry Balogun. Beberapa bulan setelah persalinan tersebut, Florence dan bayinya akhirnya terbang kembali ke London.

Kini, bayi yang ia lahirkan itu mengenakan jersi tim nasional Amerika Serikat pada Piala Dunia 2026. Insiden di bandara itu secara otomatis memberinya warisan tiga identitas sekaligus. Ia memiliki darah keturunan Nigeria dari kedua orang tuanya, asuhan kultur sepak bola Inggris tempat ia dibesarkan, serta paspor sah Amerika Serikat berkat hukum kewarganegaraan hak lahir atau birthright citizenship.

Dibesarkan di London, Diasah di Divisi Dua

Keluarga Balogun membangun kehidupan di ibu kota Inggris, London. Sebagai imigran keturunan etnis Yoruba dari Nigeria, akar budaya Afrika ditanamkan sangat kuat di dalam rumah mereka. Ibunya, Florence, dan ayahnya menjaga tradisi dan bahasa ibu mereka agar tetap hidup di tengah modernitas London.

Nama Folarin diambil dari bahasa Yoruba yang memiliki makna "berjalan bersama kekayaan" atau "kemuliaan". Identitas kultural ini tidak pernah luntur, meski Folarin cilik mulai menyerap gaya hidup dan kultur sepak bola jalanan Inggris. Flo, demikian orang-orang menyapanya kemudian.

Bakat sepak bolanya muncul secara alami. Ia menghabiskan masa kecilnya bermain di taman-taman kota London setiap pulang sekolah hingga langit gelap. Kemampuannya mulai tercium oleh para pemandu bakat ketika ia bermain untuk tim liga amatir hari Minggu, Aldersbrook.

Permainannya yang lincah memikat banyak klub asal London Utara. Pada usia delapan tahun, ia sempat menjalani uji coba bersama Tottenham Hotspur. Namun, pilihan hatinya akhirnya jatuh pada kubu rival. Ia memutuskan bergabung dengan akademi legendaris milik Arsenal, Hale End. Di sana, Balogun berkembang pesat bersama pemain-pemain berbakat lainnya yang kelak menjadi tulang punggung Arsenal, seperti Bukayo Saka, Emile Smith Rowe, dan Eddie Nketiah.

Di kelompok umur, Balogun dikenal sebagai predator kotak penalti yang menakutkan. Pada musim kompetisi 2018-2019 bersama tim U-18, ia mencetak 25 gol hanya dari 19 penampilan. Ketajamannya yang konsisten ini mengantarkan Arsenal meraih gelar liga usia muda dan membuahkan kontrak profesional pertamanya pada awal tahun 2019.

Harapan untuk mekar di tim utama mulai terlihat nyata pada pengujung tahun 2020. Balogun mencatatkan debut seniornya di ajang Liga Europa. Hanya butuh satu bulan baginya untuk mencetak gol perdananya ke gawang Molde, disusul penampilan apik melawan Dundalk. Arsenal merespons potensinya dengan memberinya perpanjangan kontrak jangka panjang pada pertengahan 2021, langkah untuk memagari sang pemain dari incaran klub lain.

"Dia terus menunjukkan kemampuan alaminya dalam banyak sesi latihan bersama kami dan kami sama-sama terkesan dengan integrasi awalnya ke dalam skuad tim utama pada hari pertandingan," ujar pelatih Mikel Arteta.

Namun, menembus barisan utama skuad Arsenal bukan hal mudah. Persaingan ketat di lini serang secara otomatis membatasi menit bermainnya. Sementara rekan seangkatannya seperti Saka dan Smith Rowe mulai menjadi pilihan reguler, Balogun lebih banyak duduk di bangku cadangan atau bermain untuk tim cadangan.

Pada awal 2022, Arsenal meminjamkannya ke klub Middlesbrough yang bermain di divisi Championship pada paruh kedua kompetisi musim 2021-2022. Di bawah arahan manajer Chris Wilder, Balogun harus menghadapi para bek tangguh yang tidak segan bermain keras. Wilder kerap memujinya, "Dia memiliki gerakan yang hebat, kecepatan yang bagus, dan dia finisher alami. Kami menantikan untuk bekerja dengannya."

Selama masa pinjaman singkat tersebut, ia hanya mampu menorehkan tiga gol dari 18 laga. Pengalaman di divisi dua Inggris ini justru menjadi pelecut karier di musim berikutnya.

Striker Murni Modern

Sadar akan pintu utama di Arsenal belum akan terbuka dalam waktu dekat, Balogun mengambil keputusan penting. Alih-alih bertahan di zona nyaman Liga Inggris, ia menyeberang ke daratan Eropa lainnya. Pada Agustus 2022, ia sepakat bergabung dengan Stade de Reims di divisi tertinggi liga Prancis, Ligue 1, dengan status pinjaman penuh selama satu musim.

Di bawah asuhan pelatih muda Will Still, ia diberikan kebebasan dan kepercayaan penuh sebagai ujung tombak utama. Hasilnya sepanjang musim kompetisi tersebut, Balogun sukses menyarangkan 37 gol dalam 21 pertandingan liga.

Torehan tersebut menjadikannya pemain Amerika Serikat pertama yang menembus batas 20 gol di lima liga top Eropa, memecahkan rekor yang sebelumnya dipegang oleh Clint Dempsey. Ia bahkan sempat bersaing ketat dengan nama-nama besar seperti Kylian Mbappe dalam perburuan sepatu emas Ligue 1.

Keberhasilannya di Prancis mengubah profilnya. Ia menjadi salah satu penyerang muda paling diburu di dunia. Nilai pasarnya meroket tajam. Arsenal dihadapkan pada tawaran menggiurkan yang sulit ditolak. Pada akhir Agustus 2023, klub kaya raya AS Monaco resmi membelinya secara permanen dengan biaya transfer yang ditaksir mencapai 40 juta Euro. Angka fantastis ini menempatkannya sebagai salah satu atlet Amerika dengan bayaran tertinggi.

Proses adaptasinya bersama Monaco berjalan mulus meski sempat dihantam cedera bahu. Dengan postur tubuh 179 sentimeter, Balogun membuktikan bahwa ia adalah prototipe striker modern yang paripurna.

Puncak performanya bersama klub asal kerajaan tersebut terjadi pada musim kompetisi 2025-2026. Setelah pulih dari cedera, ia mengamuk dengan mencetak rentetan gol penting. Ia berhasil menyamai rekor liga dengan mencetak gol dalam delapan pertandingan berturut-turut.

Balogun mengakhiri musim itu sebagai pencetak gol terbanyak Monaco dengan 19 gol dan 4 assist di seluruh ajang kompetisi. Dedikasi dan ketajamannya diganjar dengan penghargaan bergengsi sebagai Pemain Terbaik AS Monaco musim 2025-2026.

Memilih AS Dibanding Inggris dan Nigeria

Ketajaman Balogun di level klub memicu perebutan sengit. Ia memegang paspor yang sah untuk mewakili tiga negara. Inggris adalah rumah tempat ia dibesarkan dan Balogun telah membela panji Three Lions di berbagai level usia muda, termasuk mencetak 7 gol untuk tim U-21. Lalu Nigeria dengan sisi emosional dari darah leluhur dan akar budayanya. Sementara itu, Amerika Serikat memiliki ikatan konstitusional lewat kelahirannya di Brooklyn.

Saat pelatih tim senior Inggris, Gareth Southgate, terus mengabaikannya meski ia tampil trengginas di Prancis, Amerika Serikat bermanuver. Federasi Sepak Bola AS (USSF) menyusun skema pendekatan masif. Pada Maret 2023, Balogun diundang ke sebuah pusat pelatihan di Orlando, Florida. Di sana, ia diperlakukan layaknya seorang bintang besar. Ia diajak menonton pertandingan basket Orlando Magic, mengunjungi pemusatan latihan bisbol New York Yankees, dan makan malam bersama pilar-pilar Timnas AS seperti Christian Pulisic, Weston McKennie, dan Matt Turner.

Ribuan suporter AS juga menyerbu media sosialnya dengan bendera nasional dan tagar menuntut kehadirannya. Hal ini menyentuh hati Balogun yang langsung berdiskusi bersama keluarganya.

Balogun akhirnya memantapkan hati. Ia mengajukan perpindahan kewarganegaraan olahraga kepada FIFA, yang disahkan pada pertengahan Mei 2023.

"Saya sangat bangga menjadi bagian dari ini! Perjalanan panjang telah saya lalui untuk mencapai titik ini, tetapi dengan bangga saya sekarang dapat mewakili warna-warna ini di tingkat tertinggi," tulisnya di akun X.

Status hukumnya lantas sempat menjadi perdebatan panas terkait politik imigrasi nasional. Banyak balasan meragukan cerita accidental american tersebut dan menyebutnya praktik birth tourism, di mana ibu hamil sengaja bepergian ke Amerika Serikat untuk melahirkan agar anaknya mendapatkan kewarganegaraan AS secara otomatis. Meski skalanya relatif kecil dibandingkan total kelahiran di AS, praktik ini menjadi sorotan politik, terutama di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump yang berupaya membatasi birthright citizenship.

Menurut estimasi Center for Immigration Studies (CIS), jumlah kelahiran akibat birth tourism berada di kisaran 20.000–26.000 per tahun, meski angka resmi CDC menunjukkan sekitar 9.600 kelahiran dari ibu non-residen pada 2024—hanya sebagian kecil dari total lebih dari 3,5–3,7 juta kelahiran tahunan di AS. Pasar global birth tourism sendiri diproyeksikan bernilai ratusan juta dolar, dengan pertumbuhan stabil.

Di tengah perdebatan sengit itu, Balogun menjawabnya dengan pembuktian di lapangan hijau. Bermain di bawah asuhan manajer Mauricio Pochettino yang menerapkan skema agresif 3-4-2-1, Amerika Serikat membutuhkan sosok penyerang murni nomor sembilan yang klinis di depan gawang.

Balogun langsung menjawab ekspektasi tersebut. Pada laga debut turnamennya di final CONCACAF Nations League 2023, ia langsung mencetak gol kemenangan ke gawang Kanada. Ia juga tampil tajam di ajang Copa America 2024, membuktikan bahwa ia bukan cuma sensasi sesaat.

Pembuktiannya masih akan terus terjadi di tanah kelahirannya selama ajang Piala Dunia 2026. Pada laga pertama melawan Paraguay, di hadapan 70 ribu penonton yang memadati SoFi Stadium, ia menyambut umpan terobosan dari Christian Pulisic dan mencetak gol dengan tenang. Jelang akhir babak pertama, ia menambah keunggulan lewat tembakan keras ke sudut atas gawang Paraguay yang dijaga Orlando Gill. AS menang 4-1.

Seminggu kemudian, pada laga kedua melawan Australia, Balogun melakukan umpan silang dan lari cepat di sisi kiri yang memaksa bek Cameron Burgess mencetak gol bunuh diri. AS menambah skor di akhir babak pertama dan skor 2-0 bertahan hingga peluit akhir ditiup wasit asal Jerman, Felix Zwayer. Meski tak mencetak gol, Balogun bermain aktif melakukan berbagai penetrasi dan ancaman sepanjang laga.

Kedua kemenangan itu, untuk sementara mengamankan poin krusial Timnas Amerika Serikat di Grup D. Di usianya yang baru menginjak dua puluh empat tahun, Folarin Balogun telah memiliki segalanya sebagai status sebagai striker elite Eropa, kontrak jutaan dolar, dan panggung Piala Dunia di negara kelahirannya.

Meski menuai polemik, bagi penggemar The Yanks—julukan Timnas AS, status dirinya sebagai accidental american, menjadi bukti sisi positif tak terduga dari sistem jus soli (kewarganegaraan berdasarkan tempat lahir) yang terbuka bagi semua kalangan.

Baca juga artikel terkait PIALA DUNIA 2026 atau tulisan lainnya dari Ali Zaenal

tirto.id - Horizon
Kontributor: Ali Zaenal
Penulis: Ali Zaenal
Editor: Irfan Teguh Pribadi