Menuju konten utama

Fee Based Income Mandiri Naik 13,3% Jadi Rp5,48 T

Mandiri perkuat ekosistem Livin’ melalui fitur inti seperti transfer, pembayaran tagihan, pembelian kebutuhan harian, serta tabungan dan deposito digital.

Fee Based Income Mandiri Naik 13,3% Jadi Rp5,48 T
Vice President Digital Retail Banking Bank Mandiri Harry Sofri Putranda dalam Media Gathering Bank Mandiri 2025 di Bandung, Senin (8/12/2025). Doc: Mandiri

tirto.id - Bank Mandiri mencatat peningkatan kontribusi layanan digital terhadap pendapatan perseroan. Hingga Septermber 2025, pendapatan berbasis komisi (fee based income) pada layanan digital Bank Mandiri telah mencapai Rp5,48 triliun atau tumbuh 13,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya (year on year/yoy).

Vice President Digital Retail Banking Bank Mandiri Harry Sofri Putranda mengatakan, hal ini tak lepas dari penguatan layanan digital ritel melalui pengembangan Livin’ by Mandiri. Menurutnya, akses layanan digital yang efisien berperan penting dalam mendukung aktivitas ekonomi harian.

“Nasabah membutuhkan layanan yang cepat dan praktis. Untuk itu, Livin’ by Mandiri kami siapkan agar proses transaksi berjalan lebih sederhana dan langsung efektif,” ujar Harry dalam Media Gathering Bank Mandiri 2025 di Bandung, Senin (8/12/2025).

Selain dari sisi kinerja, Mandiri juga mencatat bahwa beyond super app telah mencatat lebih dari 35 juta pengguna dengan tren pertumbuhan yang kian positif. Di samping itu, frekuensi transaksi tumbuh 25 persen secara year on year (yoy), sementara nilai transaksi mencapai Rp3.220 triliun atau naik 10 persen.

Harry juga menambahkan, adopsi layanan digital semakin kuat terlihat dari onboarding, di mana 91 persen pembukaan rekening telah dilakukan melalui Livin’. Data ini menunjukkan pergeseran preferensi masyarakat menuju layanan yang dapat diakses kapan saja tanpa ketergantungan pada jaringan kantor cabang.

Salah satu pertumbuhan signifikan dalam fitur transaksi antara lain QRIS di Livin’ by Mandiri. Pada periode September 2025, fitur pembayaran yang telah menjadi andalan nasabah ini, telah mencapai 878 juta transaksi dengan nilai menembus Rp123,5 triliun. Jumlah tersebut melesat 103 persen bila dibandingkan dengan periode September 2024 lalu.

Selain QRIS, Bank Mandiri juga menawarkan fitur pembayaran lain seperti QR dengan berbagai sumber dana, e-wallet linkage, dan contactless payment yang mampu mendukung kebutuhan transaksi ritel baik domestik maupun luar negeri.

“Untuk itu, kami terus memastikan seluruh fitur bekerja stabil, terutama pada periode volume tinggi, agar kenyamanan pengguna tetap terjaga,” imbuh Harry.

Penguatan ekosistem Livin’, lanjut Harry, dilakukan melalui fitur inti seperti transfer, pembayaran tagihan, pembelian kebutuhan harian, serta pengelolaan dana melalui tabungan dan deposito digital. Integrasi layanan gaya hidup lewat Sukha memperluas fungsi Livin’ menjadi kanal serbaguna bagi kebutuhan perjalanan, hiburan, hingga pembelian produk tertentu.

“Komitmen kami mendorong akselerasi digital akan terus kami jalankan. Setiap fitur dikembangkan agar manfaat serta nilai tambah yang diterima nasabah semakin nyata,” pungkasnya.

Baca juga artikel terkait BANK MANDIRI atau tulisan lainnya dari Hendra Friana

tirto.id - Insider
Penulis: Hendra Friana
Editor: Hendra Friana