Menuju konten utama

Fakta-Fakta Kasus Love Scamming di Sleman DIY dan Modusnya

Simak fakta-fakta kasus love scamming jaringan internasional yang berkantor di Sleman, DIY. Para pelaku menipu dengan bujuk rayu membeli gift dan video.

Fakta-Fakta Kasus Love Scamming di Sleman DIY dan Modusnya
Ilustrasi penipuan online. FOTO/iStockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Polresta Yogyakarta membongkar kasus love scamming oleh PT Altair Trans Service yang terletak di Jalan Gito Gati, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman.

Pada Selasa (6/1/2026), polisi menetapkan enam tersangka dalam kasus ini. Simak fakta-fakta kasus love scamming di Yogyakarta, kronologi, dan modusnya.

Fakta-Fakta Kasus Love Scamming di Sleman

Love scamming adalah kejahatan penipuan dengan memanfaatkan video seksual. Dalam kasus ini pelaku menipu korban dari berbagai negara.

1. Polisi Tangkap Enam Tersangka

Ada enam tersangka dalam kasus ini sesuai dengan peran masing-masing, yaitu R, laki-laki (35) sebagai CEO; H, perempuan (33) sebagai HRD; P, laki-laki (28) sebagai project manager; V, laki-laki (28) sebagai team leader; G, laki-laki (22) sebagai team leader ; serta M, (28) sebagai project manager.

Mereka bekerja di perusahaan yang diduga sebagai kantor tindak pidana love scamming yaitu PT Altair Trans Service.

2. Profil PT Altair Trans Service yang Diduga Lakukan Love Scamming

PT Altair Trans Service Cabang Yogyakarta merupakan perusahaan yang bergerak di bidang penyedia tenaga kerja sesuai permintaan klien atau pemilik aplikasi dari China.

Dalam operasinya, penipuan itu memanfaatkan aplikasi kencan daring yang merupakan kloning dari aplikasi asal China bernama WOW.

Para pegawai perusahaan itu dipekerjakan sebagai admin percakapan yang berperan sebagai perempuan menyesuaikan dengan negara asal korban atau pengguna.

3. Modus Love Scamming PT Altair Trans Service

Para karyawan ini menggunakan akun palsu di aplikasi tersebut dan berpura-pura sebagai perempuan. Mereka melakukan bujuk rayu agar pengguna aplikasi bersedia membeli koin atau top up guna mengirim gift yang tersedia di dalam aplikasi.

"Penggunaannya adalah warga negara asing dari beberapa negara, antara lain Amerika Serikat, Inggris, Kanada, dan Australia," ucap Kepala Polresta Yogyakarta Komisaris Besar Polisi Eva Guna Pandia.

Setelan pengguna mengirim gift, mereka kemudian mengirimkan konten secara bertahap berupa foto dan video bermuatan pornografi.

"Untuk mengakses foto dan video tersebut, user atau korban harus mengirimkan gift dengan besaran tertentu," kata Pandia.

4. Barang Bukti yang Disita Polisi

Dari perusahaan itu, polisi menyita empat kamera pengawas (CCTV), dua router WiFi, 30 unit telepon genggam, serta 50 unit laptop yang di dalamnya ditemukan foto serta video bermuatan pornografi.

Selain barang bukti, lanjut Pandia, diamankan pula 64 orang karyawan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Mapolresta Yogyakarta.

5. Penipuan Love Scamming Hasilkan Rp10 M per Bulan

Kepala Satreskrim Polresta Yogyakarta Komisaris Polisi Riski Adrian menambahkan praktik tersebut telah berlangsung hampir satu tahun.

Dalam setiap shift, para admin ditargetkan mengumpulkan sedikitnya dua juta koin per bulan.

"Kalau dikalkulasikan, per shift bisa menghasilkan lebih dari Rp10 miliar per bulan, dan dalam operasionalnya mereka dibagi ke dalam tiga shift," ujar Adrian.

Adrian menyebut pendapatan bulanan pemilik PT Altair Trans Service juga berasal dari potongan gaji karyawan, dengan nilai sekitar Rp750 ribu dari setiap karyawan per bulan.

Ia menyebut total karyawan perusahaan itu mencapai 160 hingga 200 orang, sedangkan yang diamankan saat operasi tangkap tangan sebanyak 64 orang.

Baca juga artikel terkait PENIPUAN atau tulisan lainnya dari Dipna Videlia Putsanra

tirto.id - Aktual dan Tren
Penulis: Dipna Videlia Putsanra
Editor: Iswara N Raditya