tirto.id - Kasus Kim Sae Ron dan Kim Soo Hyun memasuki babak baru. Sebuah bukti dihadirkan oleh keluarga Kim Sae Ron dalam konferensi pers yang dilakukan Rabu, 7 Mei kemarin. Berikut tiga fakta baru kasus Kim Sae Ron dan Kim Soo Hyun di bulan Mei 2025.
Keluarga Kim Sae Ron diwakili oleh kuasa hukumnya dan CEO dari Garosero Research, Kim Se Ui menggelar konferensi pers pada 7 Mei 2025. Di hadapan para awak media, pihak Kim Sae Ron membeberkan bukti baru dalam tudingan kasus Kim Sae Ron dan Kim Soo Hyun berupa rekaman suara Kim Sae Ron saat masih hidup.
Kim Sae Ron membenarkan jika ia pernah berpacaran dengan Kim Soo Hyun saat ia masih SMP. Dalam konferensi pers itu, pihak keluarga Kim Sae Ron juga menyampaikan adanya dugaan penganiayaan terhadap pemilik rekaman ini.
Diperlihatkan juga bukti-bukti adanya penganiayaan terhadap sang informan.
3 Fakta Baru Kasus Kim Sae Ron & Kim Soo Hyun Mei 2025
Simak tiga fakta baru dalam kasus mendiang Kim Sae Ron dan aktor Kim Soo Hyun di bawah:
1. Keluarga Beberkan Bukti Rekaman Suara Saat Kim Sae Ron Masih Hidup
Dalam konferensi pers kemarin, keluarga Kim Sae Ron dan Gaseyon, sebutan untuk Garosero Research, sepakat untuk mengungkap rekaman suara Kim Sae Ron saat masih hidup. Rekaman itu dibuat di sebuah kafe di Amerika Serikat dan Kim Sae Ron menyetujuinya.Berikut penggalan isi rekaman suara Kim Sae Ron dikutip Soompi (7/5/2025):
"Aku pernah pacaran dengan Soo Hyun oppa. Kalian mungkin bilang aku gila dan tidak percaya, tapi aku pernah pacaran dengannya sejak aku masih di sekolah menengah, dan kami putus setelah aku kuliah," ujar Sae Ron.
Aktris yang mengawali kariernya sebagai aktris cilik itu juga menyebut Kim Soo Hyun dan Gold Medalist sebagai orang-orang yang menyeramkan.
"Soo Hyun oppa dan orang-orang GOLDMEDALIST itu benar-benar menakutkan dan akan melakukan apa saja," lanjutnya.
2. Tim Kuasa Hukum dan Keluarga Kim Sae Ron Melaporkan Kim Soo Hyun ke Polisi
Dalam isi rekaman tersebut, Kim Sae Ron juga mengakui jika dirinya dan Kim Soo Hyun mulai melakukan hubungan badan saat Sae Ron masih berstatus sebagai siswa SMP. Itu berarti Sae Ron masih di bawah umur.Karenanya, keluarga Sae Ron memutuskan untuk melaporkan Kim Soo Hyun ke polisi.
“Keluarga telah mengkonfirmasi bahwa Kim Soo Hyun memaksa mendiang Kim Sae Ron, saat ia masih di bawah umur di tahun kedua sekolah menengahnya selama liburan musim dingin, untuk melakukan tindakan cabul dan menjadikannya sasaran pelecehan seksual dan bentuk-bentuk kekerasan seksual lainnya, dan karenanya telah mengajukan pengaduan atas pelanggaran Undang-Undang Kesejahteraan Anak,” terang Bu Ji Seok, pengacara firma hukum BUYOU yang mewakili keluarga Kim Sae Ron.
3. Agensi Kim Soo Hyun Tuding Rekaman Kim Sae Ron adalah Rekayasa AI
Gold Medalist mengaku jika seseorang yang membawa rekaman suara Kim Sae Ron pada Gaseyon adalah orang yang sama yang pernah berniat “menjual”nya pada Gold Medalist. Namun, Gold Medalist tidak menanggapi hal itu karena yakin jika itu hanya rekayasa AI saja.“Penyedia berkas audio tersebut adalah seseorang yang tidak mungkin pernah berhubungan dengan mendiang Kim Sae Ron. Ketika upaya mereka untuk menipu GOLDMEDALIST gagal, mereka berkolusi dengan HoverLab untuk merilis berkas audio rekayasa tersebut. Seperti yang disebutkan sebelumnya, GOLDMEDALIST yakin bahwa penyedia menggunakan AI atau cara serupa untuk memalsukan rekaman suara mendiang Kim Sae Ron.” bantah kuasa hukum Gold Medalist.
Mengenai tudingan Gold Medalist sebagai dalang di balik penyerangan informan, hal itu juga ditampik.
“Klaim ini sama sekali tidak berdasar dan tidak dapat ditoleransi; klaim ini juga sama sekali tidak masuk akal dari sudut pandang akal sehat. Faktanya, "foto serangan" yang disajikan oleh HoverLab adalah gambar yang dapat dengan mudah ditemukan melalui pencarian internet sederhana,” kata Kantor Hukum LKB & Partners, kuasa hukum Kim Soo Hyun.
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id
































