tirto.id - Dirjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Eniya Listiyani Dewi, berujar pihaknya telah mengujicobakan biofuel 50 persen (B50) untuk kendaraan bermotor roda empat.
Kata Eniya, kendaraan bermotor roda empat dengan bahan bakar B50 dalam uji coba pertama tersebut dapat menempuh sekitar 20.000 kilometer.
"Sekarang sudah 18.000-20.000 kilometer [jarak tempuh kendaraan menggunakan B50]," ucap Eniya di kantor Ditjen EBTKE Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Selasa (10/2/2026).
Menurut Eniya, uji coba penggunaan B50 sebagai bahan bakar kendaraan minimal dapat menempuh 50.000 kilometer. Kementerian ESDM juga tengah mengujicoba penggunaan B50 sebagai bahan bakar selain otomotif.
Beberapa di antaranya, uji coba B50 sebagai bahan bakar tambang di Kalimantan, sebagai bahan bakar kereta api, serta sebagai bahan bakar kapal. Sejumlah uji coba ini akan terus berlangsung hingga Desember 2026.
"[Untuk] alat bertani, kelompok pertanian mau mencoba, melakukan sendiri. Tapi kan tergantung musim, masalahnya itu," tutur dia.
Eniya belum memastikan penerapan penggunaan B50 sebagai bahan bakar kendaraan bermotor dapat berlangsung tahun ini. Dia mengaku hendak terlebih dahulu melaporkan hasil uji coba kepada Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.
"Masih perlu [waktu] lama. Nanti di Juli kami laporkan ke Pak Menteri. Memang mau ini [menggunakan B50] enggak, atau per segmen, atau per area," sebutnya.
Sementara itu, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto sebelumnya menyebutkan penerapan mandatory B50 batal diterapkan pada tahun ini. Hal itu disebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Menurut Airlangga, berdasar arahan Prabowo, pemerintah masih menerapkan biofuel 40 persen (B40) pada 2026.
“Tahun ini, arahan Pak Presiden, tetap B40," katanya di acara Ketahanan Pangan untuk Menjaga Kedaulatan Bangsa di Menara Kadin Indonesia, Selasa (13/1/2026).
Meski demikian, Airlangga menuturkan pemerintah pusat akan terus melakukan kajian atas pengembangan B50, termasuk percobaan untuk kendaraan bermotor juga terus dilakukan.
Keputusan terkait penerapan B50 tergantung dari perbandingan harga BBM dengan harga kelapa sawit sebagai bahan biodiesel. Jika selisih harga BBM dengan kelapa sawit besar, beban subsidi dinilai akan semakin berat.
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Fadrik Aziz Firdausi
Masuk tirto.id





























