tirto.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan pertumbuhan ekonomi Jakarta pada triwulan I 2026 mencapai 5,59 persen. Menurutnya, meski di bawah capaian pertumbuhan nasional yang sebesar 5,61 persen, capaian tersebut menunjukkan kondisi ekonomi Ibu Kota yang semakin sehat karena ditopang oleh konsumsi masyarakat dan investasi.
Selain itu, ia juga menyebut kontribusi Jakarta terhadap produk domestik bruto (GDP) nasional mengalami kenaikan.
“Bahkan tadi saya sambil bisik-bisik dengan Pak Menko Pangan [Zulkifli Hasan], kontribusi Jakarta terhadap GDP kita itu 16,67 persen. Naik, sebelumnya adalah 16,61 persen,” ujar Pramono saat meresmikan Deklarasi Gerakan Pilah Sampah sekaligus pencanangan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta pada momentum car free day (CFD) perdana di kawasan Jalan H.R. Rasuna Said, Minggu (10/5/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Pramono juga mengakui Jakarta masih menghadapi persoalan ketimpangan sosial yang tercermin dari tingginya gini rasio atau kesenjangan antara kelompok kaya dan miskin.
Menurut dia, kondisi tersebut tidak terlepas dari fakta bahwa sebagian besar masyarakat berpenghasilan tinggi di Indonesia tinggal, membayar pajak, dan memiliki aset di Jakarta. Hal itu menyebabkan tingkat ketimpangan ekonomi di Ibu Kota masih cukup tinggi.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pramono mengatakan Pemprov DKI Jakarta terus memperkuat akses pendidikan melalui berbagai program bantuan. Ia menyebut program Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) akan terus dilanjutkan.
Selain itu, Pemprov DKI juga tengah menyiapkan program LPDP Jakarta yang ditujukan bagi anak-anak Jakarta untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri dengan beasiswa penuh dari pemerintah daerah.
“Karena saya yakin hanya dengan pendidikanlah gini rasio atau ketimpangan tadi bisa diatasi,” ujarnya.
Sebagai informasi, Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta baru saja merilis data pertumbuhan ekonomi Jakarta pada triwulan I 2026. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku tercatat mencapai Rp1.028,44 triliun.
Secara tahunan atau year-on-year (y-on-y), ekonomi Jakarta tumbuh sebesar 5,59 persen, sedangkan secara kuartalan atau quarter-to-quarter (q-to-q) tumbuh 0,48 persen.
Dari sisi produksi, pertumbuhan ekonomi Jakarta terutama ditopang oleh sektor lainnya sebesar 2,58 persen, diikuti perdagangan besar dan eceran serta reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 1,06 persen, informasi dan komunikasi 0,88 persen, penyediaan akomodasi dan makan minum 0,56 persen, serta konstruksi 0,51 persen.
Sementara dari sisi pengeluaran, pengeluaran konsumsi rumah tangga menjadi penyumbang terbesar dengan kontribusi 3,32 persen, disusul pembentukan modal tetap bruto sebesar 1,68 persen, pengeluaran konsumsi pemerintah 0,47 persen, dan komponen lainnya sebesar 0,12 persen.
Penulis: Alfitra Akbar
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id







































