Menuju konten utama

Kontroversi Clareesya Gaya Takbir di Konser Musik & Klarifikasi

Clareesya meminta maaf setelah caption “Gaya Takbir” saat tampil di The Sounds Project Vol. 9 menuai kritik. Ia menyebut tak bermaksud menyinggung agama.

Kontroversi Clareesya Gaya Takbir di Konser Musik & Klarifikasi
Clareesya. (Instagram/@clareesya)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Nama Clareesya mendadak viral setelah unggahan media sosialnya saat tampil di The Sounds Project Vol. 9 menuai kritik dari warganet. Dalam unggahan tersebut, Clareesya membagikan foto dirinya dengan busana panggung yang dinilai sebagian pihak cukup terbuka, disertai keterangan “Gaya takbir”.

Pemilihan kalimat “Gaya Takbir” sebagai caption foto itu kemudian dianggap tidak pantas oleh sejumlah warganet karena menggunakan istilah yang berkaitan dengan ajaran Islam. Unggahan yang semula dibuat di Instagram itu kemudian diubah dan dihapus, tetapi masih beredar di Threads sehingga kontroversinya terus bergulir.

Menanggapi kritik tersebut, Clareesya akhirnya menyampaikan permintaan maaf sekaligus memberikan klarifikasi mengenai maksud unggahannya. Lantas, bagaimana kronologi unggahan Clareesya hingga menuai kontroversi dan apa isi permintaan maafnya?

Kronologi & Permintaan Maaf soal Foto Gaya Takbir

Kontroversi terbaru yang menyeret nama The Sounds Project Vol. 9 bermula dari unggahan salah satu artis pengisi acara, Clareesya. Ia sempat mengunggah foto dirinya dengan busana panggung yang dinilai sebagian warganet cukup terbuka.

“Gaya takbir Love you @thesoundsproject @ghanabanyubiru @renggalihlembahingtyas,” tulis Clareesya sebagai caption.

Tulisan tersebut kemudian menuai kritik karena penggunaan istilah yang berkaitan dengan ajaran Islam dianggap tidak sesuai dengan konteks foto yang diunggah. Caption itu kemudian diubah dan dihapus dari Instagram. Namun, unggahan tersebut masih beredar di Threads karena terunggah sebagai mirror post, sehingga tetap menjadi bahan pembicaraan di media sosial.

Clareesya kemudian memberikan klarifikasi dan meminta maaf. Ia menjelaskan bahwa unggahan tersebut dibuat secara spontan dan tidak dimaksudkan untuk mengolok-olok agama.

Menurutnya, ucapan “takbir” muncul secara spontan sebagai bentuk rasa syukur karena mendapat kesempatan tampil di festival tersebut. Ia mengaku baru menyadari persoalan tersebut setelah diingatkan oleh ibunya beberapa menit setelah unggahan dibuat.

Clareesya kemudian mengubah keterangannya dan menyampaikan permintaan maaf karena menyadari bahwa penggunaan kata tersebut, terlebih dalam konteks foto dengan busana panggung yang terbuka, dapat menimbulkan salah tafsir dan menyinggung orang lain. Ia juga mengatakan kejadian tersebut menjadi pelajaran agar lebih berhati-hati sebelum menulis atau mengunggah sesuatu di media sosial.

“Saya ingin meluruskan bahwa postingan tersebut dibuat semata-mata sebagai bentuk rasa syukur dan ungkapan kebahagiaan pribadi karena suatu pencapaian yang sudah lama saya impikan, yaitu dapat berkesempatan bermain dalam sebuah konser sebesar acara tersebut. Bagi saya, sebagai seorang musisi, kesempatan untuk tampil dalam acara sebesar itu merupakan pencapaian yang sangat berarti dan menjadi sesuatu yang diidam-idamkan oleh banyak musisi yang sedang merintis perjalanan kariernya,” tulisnya di akun Threads @clareesya pada 12 Agustus 2026.

Dalam klarifikasi lainnya, Clareesya juga meluruskan kesalahpahaman mengenai identitasnya. Sejumlah pengguna media sosial sempat mengira dirinya merupakan MC dari booth merek minuman beralkohol yang sebelumnya menjadi pusat kontroversi di festival yang sama.

Clareesya menegaskan bahwa dirinya bukan orang yang dimaksud dan meminta publik melihat kembali foto yang beredar karena keduanya merupakan orang yang berbeda. Klarifikasi ini disampaikan di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap berbagai kontroversi yang terjadi di The Sounds Project.

“Ada beberapa pihak yang mengira kalau aku adalah MC brand alkohol yang kena kasus di acara yang sama. Itu bukan aku ya. Bisa di cek fotonya beda orang,” tegasnya.

Sebelum persoalan Clareesya mencuat, The Sounds Project memang telah lebih dahulu menjadi sorotan karena kasus lain yang jauh lebih besar, yakni viralnya video tantangan melafalkan ayat suci Al-Qur'an dengan hadiah berupa minuman keras.

Peristiwa tersebut disebut terjadi pada Minggu, 9 Agustus 2026, di salah satu booth sponsor minuman beralkohol, Newport. Dalam video yang beredar, seorang pengunjung terlihat melafalkan Surah Ad-Duha di hadapan pengunjung lain.

Setelah menyelesaikan tantangan, ia mendapat tepuk tangan dan disebut dijanjikan hadiah berupa produk minuman keras. Video itu kemudian menyebar luas di media sosial dan memicu kecaman karena publik menilai ayat suci Al-Qur'an telah dijadikan bagian dari permainan atau promosi yang dikaitkan dengan minuman beralkohol.

Pihak The Sounds Project kemudian menyampaikan kecaman keras dan menegaskan bahwa mereka tidak pernah membenarkan penggunaan agama sebagai bahan tantangan maupun promosi produk.

Penyelenggara menyatakan kejadian tersebut berada di luar kendali dan persetujuan mereka. Mereka juga menyebut telah memberikan teguran keras kepada sponsor terkait serta meminta pertanggungjawaban pihak-pihak yang terlibat. Selain itu, penyelenggara berjanji melakukan evaluasi internal untuk mencegah kejadian serupa terulang.

Baca juga artikel terkait FESTIVAL MUSIK atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Flash News
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra