tirto.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung secara resmi meresmikan Deklarasi Gerakan Pilah Sampah sekaligus pencanangan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta pada momentum car free day (CFD) perdana di kawasan Jalan H.R. Rasuna Said, Minggu (10/5/2026).
“Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, pada hari ini Minggu tanggal 10 Mei tahun 2026, Deklarasi Gerakan Pilah Sampah sekaligus Pencanangan Hari Ulang Tahun ke-499 Kota Jakarta dimulai,” ujar Pramono, dikutip dari siaran langsung YouTube Pemprov DKI Jakarta, Minggu (10/5/2026).
Dalam pidatonya, Pramono menegaskan bahwa pembangunan Jakarta tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri, termasuk dalam menyelesaikan persoalan sampah. Menurut dia, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama untuk mengatasi persoalan pengelolaan sampah yang selama ini belum terselesaikan di Ibu Kota.
Ia meyakini, di bawah arahan Menteri Lingkungan Hidup dan dukungan Menko Pangan, gerakan pilah sampah dapat dijalankan secara serius dan menjadi gerakan baru bagi warga Jakarta. Pramono berharap persoalan sampah yang selama ini terus berulang dapat diselesaikan melalui langkah bersama tersebut.
Pramono juga menyoroti persoalan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang yang menurutnya harus dapat dituntaskan pada masa kepemimpinannya.
“Ketika Pak Menko Pangan pertama kali bertemu dengan saya urusan Bantar Gebang, beliau membisikkan begini. Kalau panggil saya kan Mas. ‘Mas, masa sih Bantar Gebang tidak bisa kita selesaikan? Benar nggak Pak Menko?’ Saya bilang, ‘Bang, Bismillah kita selesaikan. Di era kita harus selesai urusan Bantar Gebang.’ Begitu juga dengan Pak Menteri.”
Roadmap Pengelolaan Sampah
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Lingkungan Hidup Muhammad Jumhur Hidayat menyebut gerakan pilah sampah di Jakarta merupakan langkah nyata untuk mewujudkan kota yang lebih bersih, berkelanjutan, dan peduli lingkungan.
Menurut Jumhur, Jakarta harus berada di garis terdepan dalam memberikan contoh pengelolaan sampah. Ia mengatakan, setelah dilantik Presiden, Kementerian Lingkungan Hidup tengah menyiapkan roadmap pengelolaan sampah nasional yang ditargetkan rampung dalam dua tahun.
Ia mengapresiasi langkah Jakarta yang dinilai lebih dahulu memulai gerakan tersebut sehingga sejumlah gagasan dan kebijakan nantinya dapat diadopsi serta disinkronkan dengan program nasional.
“Setelah dilantik oleh Presiden, kami sekarang sedang mempersiapkan roadmap sampah yang ditargetkan selesai dalam dua tahun di seluruh Indonesia. Dan Jakarta mendahului membuat itu, alhamdulillah. Artinya, bisa kita adopsi beberapa gagasan pemikiran,” ujarnya dalam acara yang sama.
Jumhur juga memaparkan bahwa produksi sampah di Indonesia mencapai sekitar 141 ribu ton per hari. Sementara di Jakarta, volume sampah diperkirakan mencapai 8 ribu ton per hari. Namun, ia menyebut sekitar 75 persen sampah secara nasional masih belum terolah dengan baik.
Menurut dia, Presiden telah mencanangkan gerakan serius untuk memerangi persoalan sampah. Pemerintah pun menargetkan agar sampah tidak hanya dipandang sebagai masalah lingkungan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi dalam dua hingga tiga tahun mendatang.
Lebih lanjut, Jumhur menilai mekanisme sanksi dan teguran terhadap pengelolaan sampah memang diperlukan. Namun, menurutnya, langkah tersebut tidak akan menyelesaikan persoalan tanpa diikuti solusi yang konkret.
Karena itu, ke depan Kementerian Lingkungan Hidup tidak hanya memberikan teguran, tetapi juga akan mendiskusikan dan menawarkan berbagai opsi kebijakan kepada setiap pemerintah daerah, termasuk Pemprov DKI Jakarta.
“Ini saya ingin menyampaikan bahwa ada mekanisme untuk memberikan sanksi atau teguran dan sebagainya, itu bagus. Tapi sanksi dan teguran tidak semata-mata menyelesaikan masalah kalau kita tidak menunjukkan solusinya. Maka ke depan, Kementerian LH akan memberi teguran sekaligus mendiskusikan dan bahkan menyodorkan opsi-opsi pilihan kebijakan yang mungkin dilakukan bagi setiap provinsi, khususnya juga di Jakarta ini,” ujarnya.
“Saya sepakat Jakarta sampahnya harus selesai dan saya mendukung gerakan pilah sampah di Jakarta. Dan juga saya sebagai Menteri Lingkungan Hidup Indonesia, gerakan pilah sampah ini saya tebeng, menebeng dalam acara ini. Mari lakukan di seluruh Indonesia,” lanjutnya.
Penulis: Alfitra Akbar
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id































