Menuju konten utama

Kronologi Ha Young Dikritik soal Kakek yang Pro Jepang

Aktris Korea Ha Young disorot setelah leluhurnya dikaitkan dengan organisasi pro-Jepang. Agensi mengakui catatan sejarah dan promosi dramanya terdampak.

Kronologi Ha Young Dikritik soal Kakek yang Pro Jepang
Aktris Korea Selatan Ha Young menghadiri sesi pemotretan dalam konferensi pers serial Netflix ‘Our Sticky Love’ di Hotel Naru Seoul MGallery, Seoul, Korea Selatan, pada 5 Agustus 2026. (Photo by Lee Young-ho/Sipa USA)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Aktris Korea Ha Young tengah menjadi sorotan setelah menguak kisah mengenai kakek buyutnya yang pernah belajar kedokteran Barat di Jepang dan merawat Kaisar Gojong.

Pernyataan itu kemudian mendorong warganet menelusuri identitas leluhur Ha Young hingga menemukan catatan sejarah yang mengaitkannya dengan organisasi pro Jepang di Korea.

Kontroversi tersebut membesar karena isu keterlibatan dengan Jepang memiliki sensitivitas sejarah yang sangat kuat di Korea Selatan.

Situasi tersebut berdampak pada posisi Ha Young sebagai figur publik yang sedang naik daun karena perannya di beberapa drama Korea seperti “ The Trauma Code: Heroes on Call” hingga “Our Sticky Love”.

Kronologi Kontroversi Ha Young soal Kakek Pro Jepang

Kontroversi yang melibatkan Ha Young bermula ketika kisah mengenai latar belakang keluarganya kembali diperbincangkan di tengah meningkatnya popularitas dirinya.

Ha Young baru saja mendapatkan perhatian besar karena menjadi pemeran utama dalam serial Netflix “Our Sticky Love” bersama Jung Hae-in, yang dirilis pada 7 Agustus 2026. Sebelumnya, ia juga dikenal lewat sejumlah serial populer Netflix sehingga mendapat julukan “Netflix Civil Servant”.

Kontroversi ini kemudian muncul tepat ketika kariernya sedang berkembang pesat dan menjelang 15 Agustus, Hari Pembebasan Korea (Gwangbokjeol), yang merupakan momen sangat sensitif bagi masyarakat Korea karena berkaitan dengan berakhirnya pendudukan Jepang.

Awal persoalan muncul dari penampilan Ha Young dalam program talk show KBS 2TV “Problem Child in House” yang tayang pada 7 Agustus. Dalam acara tersebut, Ha Young membicarakan keluarganya yang memiliki empat generasi dokter.

Ia kemudian secara khusus menceritakan bahwa kakek buyutnya pernah belajar kedokteran Barat di Jepang.

“Kakek buyut saya belajar kedokteran Barat di Jepang dan menjadi dokter bergaya Barat pertama di Korea. Beliau juga merawat Kaisar Gojong.” ujar Ha Young dikutip The Chosun Daily (12/8/2026).

Dalam tayangan tersebut, nama kakek buyutnya tidak disebutkan secara langsung. Namun, setelah episode tersebut ditayangkan, sejumlah warganet mulai mencari tahu siapa sosok yang dimaksud dan kemudian mengaitkannya dengan seorang dokter bernama Ahn Sang-ho, yang hidup dan beraktivitas pada masa pendudukan Jepang di Korea. Dari sinilah pembahasan mengenai sejarah keluarganya mulai berkembang menjadi kontroversi.

Perhatian publik kemudian semakin besar setelah muncul informasi mengenai hubungan Ahn Sang-ho dengan Daejung Chinmokhoe, sebuah organisasi yang berdiri di Seoul pada 1916 dan dikaitkan dengan dukungan terhadap kebijakan integrasi Korea ke dalam Jepang.

Nama Ahn Sang-ho disebut tercatat sebagai salah satu anggota dewan organisasi tersebut pada 1916. Informasi tersebut menjadi bahan utama kritik karena di Korea, tokoh-tokoh yang dianggap bekerja sama dengan pemerintahan kolonial Jepang memiliki sejarah yang sangat sensitif.

Pada saat yang sama, terdapat pula catatan sejarah dari surat kabar Maeil Shinbo tahun 1918 yang menggambarkan Ahn Sang-ho dengan sikap yang sangat dekat dengan Jepang. Berbagai catatan tersebut kemudian disebarkan dan dibahas secara luas di internet, sehingga persoalan yang awalnya hanya mengenai cerita keluarga Ha Young berubah menjadi perdebatan mengenai dugaan hubungan leluhurnya dengan kelompok pro-Jepang.

Yang membuat kontroversi semakin besar adalah respons awal agensi Ha Young. Ketika tuduhan mengenai Ahn Sang-ho mulai ramai, agensi Vistas Entertainment pada awalnya membantah atau menyatakan bahwa tuduhan tersebut tidak berdasar.

Namun, setelah melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap catatan sejarah, agensi kemudian mengubah sikapnya. Mereka mengakui bahwa Ahn Sang-ho memang tercatat sebagai anggota dewan Daejung Chinmokhoe pada 1916.

Agensi juga meminta maaf karena sebelumnya memberikan tanggapan terlalu cepat tanpa melakukan verifikasi yang cukup. Perubahan pernyataan ini membuat perhatian publik semakin besar karena menunjukkan bahwa informasi mengenai keterlibatan Ahn Sang-ho memang memiliki dasar dalam catatan sejarah.

“Setelah verifikasi lebih lanjut, kami memastikan bahwa Ahn Sang-ho memang terdaftar sebagai anggota dewan Daejung Chinmokhoe pada tahun 1916. Kami dengan tulus meminta maaf atas kebingungan yang disebabkan oleh tanggapan kami yang terburu-buru.” ujar agensi Ha Young.

Setelah pengakuan tersebut, agensi kembali memberikan penjelasan mengenai posisi Ha Young. Menurut agensi, Ha Young merasa sangat terbebani karena pembicaraan mengenai sejarah keluarganya menimbulkan kontroversi yang tidak ia maksudkan.

Agensi juga menyatakan bahwa kejadian ini menjadi pelajaran mengenai pentingnya melakukan pemeriksaan secara menyeluruh sebelum membicarakan tokoh sejarah di depan publik.

“Aktris tersebut sangat terpukul dengan kontroversi yang muncul di luar dugaan. Kejadian ini mengajarkan kepada kami pentingnya melakukan verifikasi secara menyeluruh ketika membahas tokoh-tokoh sejarah. Ha Young sepenuhnya menyadari keresahan yang ditimbulkan oleh persoalan ini dan ke depannya akan menjalani pekerjaannya dengan lebih berhati-hati serta rendah hati.” lanjut mereka.

Dampak kontroversi kemudian mulai terlihat pada kegiatan promosi “Our Sticky Love”. Netflix sebelumnya menjadwalkan wawancara resmi dengan para pemeran pada 14 Agustus, namun pada 11 Agustus mereka membatalkan kegiatan tersebut dengan alasan “keadaan yang tidak dapat dihindari”.

Pembatalan tersebut terjadi hanya sehari sebelum Hari Pembebasan Korea, sehingga waktunya dianggap sangat sensitif mengingat kontroversi yang sedang membicarakan dugaan hubungan leluhur Ha Young dengan kelompok pro-Jepang.

Setelah jadwal yang melibatkan Ha Young dibatalkan, wawancara yang juga melibatkan lawan mainnya, Jung Hae-in, ikut dibatalkan.

Bukan hanya kegiatan Netflix yang terdampak. Sejumlah perusahaan yang sebelumnya menggunakan Ha Young sebagai model promosi juga mulai menarik atau menyembunyikan materi iklan yang menampilkan dirinya.

Samsung Electronics, misalnya, membuat video iklan “Samsung Art TV” yang menampilkan Ha Young menjadi privat di kanal YouTube resminya. Perusahaan pakaian Eastend Co., yang mengoperasikan merek Artid, juga dilaporkan membuat iklan yang menampilkan Ha Young menjadi privat.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa kontroversi mulai meluas dari dunia hiburan ke sektor periklanan. Bagi perusahaan, menjaga citra merek menjadi pertimbangan penting ketika seorang figur publik yang mereka gunakan sebagai model sedang menghadapi kontroversi.

Dampak berikutnya terlihat pada program KBS “Problem Child in House”, tempat awal Ha Young membicarakan sejarah keluarganya. Setelah kontroversi berkembang, episode yang menampilkan Ha Young tersebut dihentikan dari layanan video-on-demand.

Episode itu juga dilaporkan tidak lagi tersedia di sejumlah platform seperti Wavve, YouTube, dan Naver TV. Sebelumnya, episode tersebut menarik perhatian karena Ha Young diperkenalkan sebagai sosok dari keluarga berada dengan tradisi empat generasi di bidang kedokteran. Namun, setelah sejarah Ahn Sang-ho menjadi perdebatan, bagian cerita mengenai keluarganya justru menjadi sumber kontroversi yang lebih besar.

Kontroversi ini menjadi semakin signifikan karena Ha Young sedang berada dalam fase penting dalam kariernya. Ia memulai debut pada 2019 melalui drama KBS 2TV “Doctor Prisoner”, kemudian tampil dalam sejumlah produksi populer dan semakin dikenal melalui proyek-proyek Netflix seperti “The Trauma Code: Heroes on Call”, “Boyfriend on Demand”, dan “Teach You a Lesson”.

Our Sticky Love menjadi salah satu proyek penting karena memberinya posisi sebagai pemeran utama bersama Jung Hae-in.

Baca juga artikel terkait ARTIS KOREA atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Flash News
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra