Menuju konten utama

Dwi Pemain Liga 4 Jogja Tendang Kepala, Sanksi, & Kondisi Korban

Pemain KAFI Jogja, Dwi Pilihanto, tendang kepala lawan hingga disanksi Asprov PSSI DIY. Simak kondisi pemain lawan yang kena tendang.

Dwi Pemain Liga 4 Jogja Tendang Kepala, Sanksi, & Kondisi Korban
Pemain Kafi, Dwi Pilihanto, insiden menendang kepala penggawa UAD FC dalam laga Liga 4 Piala Gubernur DIY 2025/2026, di Lapangan Sitimulyo, Piyungan, Bantul, Selasa (6/1/2026). instagram/nusaliga
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Dwi Pilihanto, pemain amatir Liga 4, menendang kepala lawan dalam laga sepak bola antara UAD FC vs Kampungqu Football Indonesia (KAFI) Jogja. Berikut sanksi dan kondisi lawan yang jadi korban.

Aksi kekerasan dalam sepak bola kembali terjadi di laga level 4 Liga Indonesia. Kali ini, di Liga 4 Piala Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta 2025/2026, aksi kekerasan dilakukan oleh pemain klub sepak bola KAFI Jogja, Dwi Pilihanto.

Insiden tersebut terjadi dalam laga di Lapangan Sitimulyo, Bantul pada Selasa (6/1/2026). Dalam laga tersebut, Dwi Pilihanto yang memperkuat KAFI menendang kepala pemain UAD FC, Amirul Muttaqin.

Peristiwa ini terjadi ketika Amirul Muttaqin tengah menggiring bola dan mencoba melepaskan diri dari pressing lawan setelah mendapatkan umpan lambung di tepi lapangan.

Bola bergerak memantul tak tentu arah. Amirul berlari mengejar pantulan bola. Dari arah berlawanan, Dwi Pilihanto berlari dan mengangkat satu kakinya ke udara.

Pada saat itulah keduanya bertabrakan. Kaki Dwi Pilihanto mengenai muka Amirul Muttaqin. Membuatnya tersungkur kesakitan.

Dalam laga yang berakhir dengan kemenangan 1-0 untuk KAFI itu, Dwi hanya mendapatkan kartu kuning dari wasit.

Sanksi untuk Dwi Pilihanto usai Tendang Kepala di Liga 4 & Kondisi Amirul

Usai melakukan aksi kekerasan tersebut, Dwi Pilihanto kini mendapatkan sanksi, baik dari pihak klub maupun dari Komisi Disiplin Asosiasi Provinsi PSSI Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dalam unggahan akun Instagram resmi Asprov DIY pada Rabu (7/1), Dwi Pilihanto dikenai sanksi berupa denda sebesar Rp1 juta dan larangan beraktivitas sepak bola seumur hidup.

Dalam keterangannya, Komdis PSSI DIY menilai bahwa pemain KAFI Jogja bernomor punggung 2 itu telah melanggar Pasal 48 Jo. Pasal 49 Jo. Pasal 10 Jo. Pasal 19 Kode Disiplin PSSI 2025.

Keputusan tersebut telah diresmikan melalui surat Keputusan Panitia Disiplin Liga 4 Piala Gubernur DIY Tahun 2025/2026 Nomor 005/Pandis_Liga4DIY_PSSI_DIY/I/2026.

Sementara itu, KAFI Jogja, melalui akun Instagram resmi mereka pada Kamis (8/1) dini hari memberikan keterangan bahwa mereka menerima keputusan sanksi Dwi Pilihanto.

"Tim KAFI menerima dengan baik seluruh putusan Komdis PSSI DIY," tulis keterangan mereka.

KAFI Jogja juga kemudian memutuskan untuk memberhentikan Dwi Pilihanto sebagai pemain mereka.

"Karena terbukti bersalah melanggar aturan kode disiplin PSSI 2025. Tim KAFI akan senantiasa menjunjung tinggi fair play dan tidak mentolerir perbuatan yang mencederai nilai-nilai sportivitas," tulis keterangan KAFI.

Selain itu, KAFI Jogja sebelumnya juga merilis pernyataan resmi pascalaga terkait insiden penendangan kepala oleh pemainnya pada Selasa.

Dalam keterangan itu, KAFI Jogja mengakui bahwa Dwi Pilihanto telah ceroboh dalam laga melawan UAD FC tersebut.

"Pemain kamu melakukan kecerobohan saat berusaha menyapu bola dengan menaikkan kaki terlalu tinggi sehingga mengenai pemain UAD FC mas Amirul," tulis mereka.

KAFI Jogja menulis bahwa mereka telah memberikan teguran kepada Dwi dan akan berkunjung ke UAD FC untuk meminta maaf secara personal kepada Amirul Muttaqin.

Sementara itu, Amirul Muttaqin disebut mengalami rasa sakit pada bagian rahang sebelah kiri karena insiden tersebut.

Dalam update kondisi Amirul oleh manajemen UAD FC pada Rabu, rasa sakit itu dirasakan Amirul bahkan setelah pertandingan berakhir.

Akan tetapi, UAD FC menyebut bahwa Amirul telah mendapatkan penanganan medis di RSU DIY pada selasa malam usai pertandingan.

"Hasil pemeriksaan rontgen yang diterima menunjukkan hasil baik, bahwa tidak ada bagian sendi/tulang rahang pada pemain Amirul Muttaqin yang mengalami patah/retak," tulis keterangan UAD FC.

Meski begitu, kondisi Amirul disebut tengah diawasi oleh pihak klub selama seminggu ke depan karena Amirul masih mengeluhkan sakit ketika menggunakan rahangnya untuk bicara dan mengunyah.

"Apabila kondisi kesehatan belum ada perubahan selama masa observasi tersebut maka akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut melalui CT scan," tulis keterangan UAD FC.

Baca juga artikel terkait VIRAL atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Sepakbola
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Dicky Setyawan