Menuju konten utama

DPRD DKI Jaga Keterbukaan dan Kebersamaan Untuk Sinergi Politik

Sejumlah isu seperti kesejahteraan sosial, ketimpangan, kemacetan, hingga banjir, menjadi tantangan yang harus ditangani secara kolektif.

DPRD DKI Jaga Keterbukaan dan Kebersamaan Untuk Sinergi Politik
Gubernur Pramono Anung bersama para pimpinan DPRD Provinsi DKI Jakarta. FOTO/dok.DDJP
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kerja sama antara DPRD DKI Jakarta dan jajaran eksekutif di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dinilai menjadi elemen penting dalam mendorong pembangunan di ibu kota. Hubungan yang harmonis antara lembaga legislatif dan eksekutif diharapkan mampu memastikan berbagai kebijakan serta program pembangunan berjalan efektif dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Dalam menjalankan perannya, DPRD DKI Jakarta berkolaborasi dengan pemerintah daerah melalui fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan. Sementara itu, pihak eksekutif bertanggung jawab mengimplementasikan program pembangunan serta pelayanan publik di berbagai sektor.

Keselarasan komitmen politik tersebut diyakini dapat mempercepat realisasi berbagai agenda prioritas pembangunan, mulai dari peningkatan kesejahteraan warga, penguatan infrastruktur kota, hingga pengembangan Jakarta yang inklusif dan berkelanjutan.

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Wibi Andrino mengatakan berbagai persoalan yang dihadapi Jakarta tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja. Menurutnya, diperlukan kerja sama dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk partai politik.

“Jika seluruh stakeholder Jakarta bisa bersatu di bawah kepemimpinan Pak Pramono Anung, dampaknya akan lebih baik bagi masyarakat,” ujar Wibi.

Ia menilai bulan Ramadan menjadi momentum yang tepat untuk mempererat kebersamaan sekaligus memperkuat soliditas politik dalam menghadapi tantangan pembangunan kota.

"Ramadan menjadi momentum membangun soliditas dan komitmen bersama," ujar dia.

Menurut Wibi, komunikasi yang terbuka antarpartai politik juga penting untuk memperkuat kesepahaman dalam menyelesaikan berbagai persoalan Jakarta.

"Jakarta membutuhkan komitmen dari seluruh partai politik," ucap Wibi.

Sejumlah isu strategis seperti kesejahteraan sosial, ketimpangan, kemacetan, hingga banjir, kata dia, menjadi tantangan bersama yang harus ditangani secara kolektif.

"Insya Allah, itu bisa kita selesaikan bersama," kata Wibi.

Sementara itu, Ketua DPRD DKI Jakarta Khoirudin menilai ruang konsolidasi yang positif bagi berbagai elemen politik di Jakarta perlu terus dijaga. Menurutnya, kebersamaan antara pimpinan daerah dan partai politik penting untuk menjaga stabilitas sekaligus memperkuat pelayanan kepada masyarakat.

Di sisi lain, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan pentingnya mempertahankan semangat persatuan dan keberagaman dalam pembangunan kota.

"Jakarta dibangun dengan keterbukaan dan keberagaman yang kami jaga," kata Pramono.

Ia juga menegaskan komitmennya untuk menjadi pemimpin bagi seluruh warga Jakarta tanpa membedakan latar belakang.

"Saya akan menjadi pemimpin bagi semua golongan, semua agama, dan semua kelompok," kata Pramono.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, DPRD, serta berbagai elemen masyarakat merupakan kunci dalam menjaga pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat pembangunan Jakarta.

"Kontribusi Jakarta terhadap PDB nasional mencapai sekitar 16 persen," tutur Pramono.

(INFO KINI)

Penulis: Tim Media Servis