Menuju konten utama

Dokter: Usia & Berat Badan Bikin Donald Trump Berpotensi Covid-19

Beberapa dokter menganalisa soal apa yang membuat Presiden AS Donald Trump berpontensi positif Covid-19.

Dokter: Usia & Berat Badan Bikin Donald Trump Berpotensi Covid-19
Presiden AS Donald Trump berbicara pada rapat umum kampanye di Battle Creek, Mich., Rabu, 18 Desember 2019. Paul Sancya/AP

tirto.id - Dokter telah memperingatkan bahwa Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memiliki banyak faktor yang membuatnya berisiko komplikasi dari Covid-19, termasuk usia dan kelebihan berat badannya.

Sebelumnya, melalui Twitter pribadinya, presiden 74 tahun itu mengonfirmasi bahwa ia dan ibu negara Melania Trump dinyatakan positif terinfeksi virus corona pada Jumat (2/10/2020) pagi.

Dr. Barry Dixon, seorang dokter perawatan intensif di rumah sakit St. Vincent, Melbourne, mengatakan risiko kematian Trump akan meningkat jika ia mengalami peningkatan pneumonia.

“Ia memiliki risiko kematian yang jauh lebih tinggi jika ia mengalami pneumonia yang parah,” kata Dixon, dikutip dari The Guardian, Jumat (2/10/2020).

“Ada faktor risiko dan komorbiditas lain seperti apakah ‘Anda perokok berat, menderita diabetes, atau menderita penyakit jantung’. Faktor risiko utama Trump yang kami ketahui adalah usianya dan fakta bahwa dia kelebihan berat badan, dan itu akan menjadi faktor risiko tinggi,” imbuhnya.

Dixon menegaskan, gejala ringan yang terjadi di awal bukanlah indikator bahwa seseorang akan terhindar dari penyakit yang lebih parah. Dia mengatakan, tanda-tanda keparahan akan terlihat setelah satu minggu, di mana kondisi pasien akan terlihat membaik atau memburuk.

“Kami cenderung melihat orang dengan gejala yang sangat ringan pada minggu pertama, itu tipikal, dan pada minggu kedua biasanya orang terserang pneumonia atau tidak,” katanya.

“Jika Anda melihat seseorang yang baru saja terinfeksi, biasanya mereka terlihat baik-baik saja. Tetapi kami akan memberi tahu pasien tersebut untuk mengisolasi di rumah dan datang ke rumah sakit jika mereka merasa sesak napas. Karena dalam minggu kedua virus itu, orang dapat berubah dari terlihat sangat baik menjadi sangat buruk bahkan hanya dalam waktu 24 hingga 48 jam,” lanjut Dixon.

Sementara Prof. Christine Jenkins, kepala kelompok pernapasan di The George Institute for Global Health, mengaku sulit untuk menilai risiko Trump tanpa memiliki akses ke rekam medisnya. Tapi hanya dengan melihat usianya saja, maka Trump harus khawatir.

"Ketika Anda melihat Trump, dia terlihat kelebihan berat badan bagi saya, dan dia berusia 74 tahun […] Saya tidak tahu apakah dia menderita hipertensi atau riwayat intoleransi glukosa, tapi saya yakin dia adalah tipe orang yang tidak ingin ada yang tahu tentang kerentanan itu dan mungkin tidak akan datang jika dia mengidapnya," ujarnya.

Selama ini, rekam medis dari Trump memang begitu tertutup. Kendati pernah dilaporkan memiliki kolesterol tinggi dan potensi obesitas, seperti diwartakan New York Times, dokter presiden menyatakan Trump dalam "kesehatan yang sangat baik" tahun lalu setelah pemeriksaan medis lengkap terakhirnya.

Dia juga pernah melakukan perjalanan tanpa pemberitahuan ke Pusat Medis Militer Nasional, Walter Reed, pada bulan November lalu, yang memicu spekulasi bahwa dia menderita penyakit medis yang dirahasiakan. Akan tetapi, Gedung Putih bersikeras bahwa dia "hanya menjalani tes rutin", tanpa mengungkapkan tes apa dan bagaimana hasilnya.

Baca juga artikel terkait DONALD TRUMP POSITIF COVID-19 atau tulisan lainnya dari Ahmad Efendi

tirto.id - Kesehatan
Kontributor: Ahmad Efendi
Penulis: Ahmad Efendi
Editor: Alexander Haryanto