tirto.id - Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) pada Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) melakukan razia di Lapas Nabire, Papua Tengah, setelah peristiwa penyerangan dan pelarian diri sejumlah warga binaan.
Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) Mashudi, mengatakan, pihaknya menyita sejumlah barang terlarang seperti alat elektronik, salah satunya handphone (HP), dan senjata tajam (sajam) dalam razia tersebut.
"Kami, tim Ditjenpas bekerja sama dengan Polda, Danrem, dan Dandim Papua Tengah Polri dan TNI, melakukan razia di Lapas Nabire dengan 242 personil melakukan razia di Lapas Nabire. Ini dalam rangka sterilisasi Lapas Nabire pasca terjadinya pelarian dan penyerangan, juga bagian dari keseriusan kami memangkas akar masalah agar tidak terjadi lagi peristiwa yang sama," kata Mashudi dalam keterangan tertulis yang dikutip, Kamis (5/6/2025).
Selain itu, Mashudi mengatakan, Ditjenpas telah berkoordinasi untuk menempatkan anggota Polri dan TNI di Lapas Nabire untuk memperkuat kemanan.
"Secara khusus saya sudah mengintruksikan kepada Kakanwil Ditjenpas untuk memperkuat lapas dan rutan rawan risiko dengan dukungan pengaman bantuan dari Polri dan TNI," ujarnya.
Dia juga menyampaikan giat razia rutin, maupun giat razia insidental, telah dilakukan oleh Lapas dan Rutan, di seluruh Indonesia dengan bekerjasama dengan Polri dan TNI. Katanya, khususnya untuk Lapas Nabire ini, pihak Ditjenpas juga telah berkoordinasi dengan Pangdam Jayapura dan Kapolda Jayapura.
"Ini juga merupakan langkah kami untuk melakukan mitigasi risiko terhadap gangguan keamanan dan ketertiban di wilayah lain, khususnya dalam hal ini Jayapura. Agar kejadian yang sama tidak terjadi lagi," pungkasnya.
Diketahui, tiga orang petugas terluka akibat serangan dari salah satu warga binaan di Lapas Nabire. Bahkan dua di antaranya harus menjalani operasi karena terluka cukup parah.
Setelah melakukan penyerangan, sebanyak 19 orang narapidana berhasil melarikan diri, dan hingga kini tim gabungan masih melakukan pengejaran.
Penulis: Auliya Umayna Andani
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id


































