Menuju konten utama

Deretan Gempa Kuat Guncang Dunia dalam 24 Jam, Apa Penyebabnya?

Enam gempa besar melanda Cincin Api Pasifik dalam 24 jam pada Kamis 25 Juni 2026. Para ahli sebut gempa di Venezuela, Jepang, dan AS tidak saling terkait.

Deretan Gempa Kuat Guncang Dunia dalam 24 Jam, Apa Penyebabnya?
Cincin Api Pasifik, yakni zona yang kerap dilanda gempa bumi dan letusan gunung berapi. Foto: Wikipedia
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Deretan gempa kuat mengguncang dunia dalam 24 jam terakhir pada Kamis (25/6/2026). Gempa melanda Venezuela, Amerika Serikat, hingga Jepang. Mengapa hal ini terjadi, akankah gempa-gempa itu saling terkait?

Seturut Reuters, enam gempa besar melanda dunia pada Kamis. Venezuela jadi negara paling terdampak usai gempa berkekuatan 7,2 dan 7,5 magnitudo mengguncang sejumlah kota, menyebabkan sedikitnya 188 orang tewas dan 1.500 orang terluka.

Gempa-gempa besar yang melanda dunia itu terjadi di negara-negara di kawasan Cincin Api Pasifik. Gempa besar dengan kekuatan 5,4 hingga 7,5 magnitudo tercatat terjadi di Papua Nugini, Jepang, Amerika Serikat, dan Venezuela.

Cincin Api Pasifik dikenal sebagai wilayah temu lempeng tektonik besar dan jadi zona paling aktif secara seismik dan vulkanik di dunia. Kawasan ini berada di sepanjang pesisir Samudera Pasifik dari Amerika Selatan hingga Oceania.

Sepanjang 24 jam terakhir, aktivitas seismik di wilayah itu meningkat dalam kurun waktu yang relatif singkat dan bersamaan. Bahkan, Geo News melaporkan adanya 1.351 gempa yang tercatat di seluruh dunia pada Kamis.

Apakah Gempa Besar Venezuela Terkait Gempa Jepang?

Gempa-gempa besar di Venezuela hingga Jepang pada Kamis tersebut telah berdampak pada ribuan orang. Ratusan orang tercatat tewas akibat dampak gempa di Venezuela.

Gempa-gempa itu terjadi dalam kurun waktu yang beriringan, tak sampai 24 jam. Hal ini membuat peristiwa seismik pada Kamis tampak membentuk pola tertentu.

Akan tetapi, gempa-gempa besar tersebut tak terkait. Menurut keterangan para ahli, peristiwa yang terjadi pada Kamis itu bukan hal yang aneh dalam riwayat Bumi.

Menurut para ahli seismologi, kerak Bumi terus bergerak secara konstan. Hal ini membuat aktivitas seismik juga terjadi secara berkala.

Terlebih jika menengok lokasi gempa terjadi, wilayah-wilayah macam Jepang dan Venezuela merupakan wilayah yang punya riwayat jadi titik lokasi gempa besar dalam sejarah umat manusia.

Venezuela terletak di sepanjang perbatasan lempeng Karibia dan Amerika Selatan. Sementara Jepang merupakan salah satu wilayah paling rawan gempa di dunia.

Seturut ABC, seismolog dari Universitas Berkeley, Dr. Angela Lux, menyebut bahwa tak ada bukti saintifik yang menjelaskan keterkaitan antara gempa-gempa yang terjadi pada Kamis. Hal ini dikarenakan jarak wilayah yang terlalu jauh.

Walaupun aktivitas seismik besar kerap kali berpengaruh terhadap aktivitas serupa di dekatnya, namun Dr. Angela Lux menyatakan bahwa peristiwa pada Kamis terjadi dengan jarak yang terlalu jauh untuk dikaitkan.

Menurutnya, alih-alih mencari pola atau keterkaitan antara satu gempa dan gempa lainnya pada Kamis, hal yang paling penting dilakukan sekarang adalah menyiapkan masyarakat untuk siaga terhadap gempa.

Baca juga artikel terkait GEMPA atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Dipna Videlia Putsanra