Menuju konten utama

AS Longgarkan Sanksi Terhadap Venezuela usai Gempa Besar

AS izinkan transaksi terkait bantuan gempa Venezuela hingga 23 Oktober 2026, menyusul dua gempa besar yang tewaskan 188 orang.

AS Longgarkan Sanksi Terhadap Venezuela usai Gempa Besar
Sebuah mobil tampak tertimpa pohon tumbang setelah gempa bumi di Caracas pada 24 Juni 2026. Dua gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 mengguncang wilayah yang sama di Venezuela pada malam hari tanggal 24 Juni dan menyebabkan sejumlah bangunan runtuhAFP/ Federico PARRA / AFP
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Amerika Serikat (AS) melonggarkan sanksi terhadap Venezuela imbas dua gempa besar yang melanda negara tersebut pada Kamis (25/6/2026) waktu Indonesia. Kementerian Keuangan AS dilaporkan telah mengizinkan transaksi yang “berkaitan dengan upaya mitigasi gempa”.

Melansir Democrata, Kantor Pengawasan Aset Luar Negeri (OFAC) AS menyatakan pada Kamis bahwa transaksi-transaksi yang kini diperbolehkan itu sebelumnya merupakan aktivitas terlarang. Namun, sejumlah transaksi ini kini dapat dilakukan hingga 23 Oktober mendatang.

“Semua transaksi yang terkait dengan upaya bantuan gempa bumi di Venezuela yang dilarang oleh VSR [peraturang sanksi Venezuela] disahkan hingga pukul 12.01 Waktu Musim Panas Bagian Timur pada 23 Oktober 2026,” tulis pernyataan resmi OFAC.

Akan tetapi, OFAC menyebut bahwa pelonggaran ini tidak akan berlaku untuk “pembukaan blokir properti” dan transaksi atau aktivitas lain yang “dilarang oleh perintah eksekutif AS lainnya”. Dengan begitu, pelonggaran ini hanya akan berlaku untuk jenis transaksi terkait mitigasi bencana.

Keputusan ini diumumkan seiring dengan pernyataan Pemerintah AS yang telah membuat komitmen untuk memberikan bantuan sebesar 150 juta dolar AS kepada Venezuela. Bantuan ini disebut akan dipergunakan untuk mengatasi dampak gempa bumi di Venezuela.

Gempa bumi di Venezuela sendiri terjadi pada Kamis waktu Indonesia. Negara itu mengalami dua kali gempa besar dalam kurun waktu satu menit. Gempa pertama berkekuatan 7,2 magnitudo, lalu disusul gempa berkekuatan 7,5 magnitudo 39 detik kemudian.

Gempa itu mengakibatkan setidaknya 188 orang tewas. Sementara itu, lebih dari 1.500 orang mengalami luka-luka dan banyak bangunan di kota-kota terdampak hancur.

Seturut Reuters, gempa yang terjadi di Venezuela itu terjadi beriringan dengan gempa-gempa besar lainnya yang terjadi di sekitar kawasan Cincin Api Pasifik. Dalam kurun waktu 24 jam, terdapat enam gempa berkekuatan antara 5.4 magnitudo hingga 7.5 magnitudo di kawasan tersebut.

Sepanjang Kamis, gempa juga dilaporkan terjadi di California, AS dengan kekuatan 5,6 magnitudo; Kuji, Jepang dengan kekuatan 6,9 magnitudo; dan Kokopo, Papua Nugini dengan kekuatan 5,4 magnitudo.

Media Pakistan, Geo News, bahkan menyebut bahwa sepanjang 24 jam pada Kamis hingga Jumat (26/6), ada 1.351 gempa bumi yang terjadi di seluruh dunia. Sebagian di antaranya merupakan gempa besar yang melanda Venezuela, AS, Papua Nugini, dan Jepang.

Baca juga artikel terkait GEMPA atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Dipna Videlia Putsanra