Menuju konten utama

Deretan Bencana Melanda Israel, Ada Kebakaran dan Badai Pasir

Israel dilanda badai pasir dan kebakaran hutan besar di Mei 2025, memicu darurat nasional dan sorotan atas dampak perubahan iklim ekstrem.

Deretan Bencana Melanda Israel, Ada Kebakaran dan Badai Pasir
Ilustrasi Kebakaran Hutan. foto/IStockphoto

tirto.id - Israel baru-baru ini menghadapi dua bencana yakni badai pasir dahsyat dan kebakaran hutan besar-besaran di sekitar Yerusalem. Rekaman dari kedua bencana banyak tersebar di media sosial dan menjadi viral.

"Badai pasir yang dahsyat melanda Israel bagian selatan dan Tepi Barat di tengah krisis kebakaran hutan yang hebat," tulis akun X @RT_com. Kedua peristiwa ini tidak hanya mengancam keselamatan warga, tetapi juga menyoroti dampak perubahan iklim yang semakin nyata.

Badai Pasir Melanda Israel

Israel dilanda badai pasir yang parah, dengan kabut debu tebal yang terlihat dari luar angkasa pada awal Mei 2025. Angin bertiup kencang di wilayah selatan negara itu sehingga mengurangi jarak pandang hingga mendekati nol.

Yerusalem mencatatkan tingkat polusi udara terburuk dalam sejarah, mencapai 173 kali lipat dari normal. Badai ini membawa debu dari Irak dan Suriah, menyebabkan ratusan orang dirawat karena masalah pernapasan dan jantung.

Kondisi ini diperburuk oleh gelombang panas yang melanda wilayah tersebut. Kementerian Kesehatan Israel merekomendasikan agar kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan ibu hamil tetap berada di dalam ruangan dan menghindari aktivitas fisik luar ruangan.

Kebakaran Hutan di Israel

Kebakaran hutan besar melanda wilayah pegunungan Yudea, terutama di sekitar Eshtaol dan Latrun, dekat Yerusalem. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengumumkan keadaan darurat nasional ketika beberapa kebakaran terjadi pada Rabu, 30 April 2025. Dia mengatakan angin kencang dan kekeringan telah menciptakan "kombinasi yang mematikan".

Asap tebal mengepul di atas jalan raya dekat Yerusalem saat petugas pemadam kebakaran bergegas mengendalikan kebakaran hutan yang telah melukai beberapa orang. Pasukan militer dan sumber daya lainnya dikerahkan untuk membantu.

Dilansir dari CBS News, Badan penyelamat Magen David Adom Israel melaporkan bahwa ratusan warga sipil terancam akibat kebakaran hutan terburuk dalam beberapa tahun. "Sangat menyedihkan karena kami tahu cuacanya, kami sudah tahu itu akan terjadi, tetapi kami tetap merasa mereka belum cukup siap dengan pesawat besar yang dapat menjatuhkan air dalam jumlah besar," ujar Yuval Aharoni (40), seorang warga Israel yang tinggal di dekat lereng bukit.

Kebakaran ini memaksa evakuasi lebih dari 7.000 orang dan menutup beberapa jalan utama, termasuk Jalan Raya 1 yang menghubungkan Yerusalem dan Tel Aviv. Bencana kebakaran hutan dipicu oleh kombinasi kondisi cuaca panas dan kering serta angin kencang.

Pemerintah Israel mengerahkan 163 tim pemadam kebakaran dan 12 pesawat pemadam untuk mengendalikan api. Negara-negara seperti Italia, Spanyol, Prancis, Ukraina, dan Rumania juga mengirimkan pesawat pemadam untuk membantu.

Meskipun tidak ada korban jiwa, kebakaran ini menyebabkan lebih dari 20 orang terluka, termasuk petugas pemadam kebakaran dan warga sipil. Selain itu, kebakaran ini merusak lahan pertanian, termasuk kebun anggur dan pohon zaitun, serta menyebabkan polusi udara yang parah.

Badai pasir dan kebakaran hutan yang melanda Israel yang baru saja terjadi menunjukkan betapa rentannya negara tersebut terhadap bencana alam yang diperburuk oleh perubahan iklim. Kedua peristiwa ini menyoroti pentingnya kesiapsiagaan dan kerjasama internasional dalam menghadapi tantangan lingkungan yang semakin kompleks.

Bagi masyarakat Indonesia, peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya menjaga lingkungan dan mengurangi dampak perubahan iklim melalui tindakan nyata, seperti pengurangan emisi karbon dan pelestarian hutan.

Baca juga artikel terkait ISRAEL atau tulisan lainnya dari Lita Candra

tirto.id - Aktual dan Tren
Kontributor: Lita Candra
Penulis: Lita Candra
Editor: Dipna Videlia Putsanra