tirto.id - Pemerintah Israel membagikan dan kemudian menghapus unggahan belasungkawa atas kematian pemimpin tertinggi Gereja Katolik sekaligus kepala negara Vatikan, Paus Fransiskus, pada akun @Israel di media sosial X.
Seturut pemberitaan Reuters, pada Senin (21/4/2025), akun resmi @Israel mengunggah ucapan belasungkawa bagi Sri Paus. ”Beristirahatlah dalam Damai, Paus Fransiskus. Semoga kenangannya menjadi berkah,” demikian tertulis dalam unggahan tersebut.
Unggahan di platform X tersebut juga menampilkan foto Sri Paus saat mengunjungi Tembok Barat di Yerusalem.
Pemerintah Israel tidak memberikan alasan yang jelas terkait penghapusan ucapan duka tersebut. Namun, sebuah surat kabar Israel, The Jerusalem Post, mengaitkan keputusan tersebut dengan kritik mendiang Paus Fransiskus terhadap tindakan brutal Israel terhadap warga Gaza, Palestina.
Kementerian Luar Negeri Israel, tulis surat kabar itu, menyatakan bahwa Paus Fransiskus pernah membuat pernyataan yang dinilai menentang Israel. Selain itu, pejabat tersebut menyebut bahwa unggahan media sosial yang telah diterbitkan adalah sebauah “kesalahan".
Sebelumnya, pada November 2024, Paus menyarankan bahwa komunitas global harus mempelajari apakah kampanye militer Israel di Gaza merupakan genosida terhadap rakyat Palestina.
Pada Januari 2025, Sri Paus juga menyebut situasi kemanusiaan di Gaza "memalukan". Israel mengatakan bahwa tuduhan genosida dalam kampanye militer di Gaza tidak berdasar. Israel berdalih mereka hanya memburu Hamas dan kelompok bersenjata lainnya.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, pun belum mengomentari kematian Sri Paus hingga saat ini. Namun, Presiden Israel, Isaac Herzog, mengirim pesan belasungkawa kepada orang Kristen di Tanah Suci dan di seluruh dunia. Dia juga menggambarkan Paus Fransiskus sebagai "seorang pria dengan iman yang dalam dan belas kasih yang tak terbatas" pada Senin lalu.
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Fadrik Aziz Firdausi
Masuk tirto.id


































