Menuju konten utama

Delegasi RI ke PBB, Bahas Two State Solution Palestina-Israel

Kemlu RI mengirimkan delegasi Indonesia ke Markas Besar Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat (AS).

Delegasi RI ke PBB, Bahas Two State Solution Palestina-Israel
Juru Bicara Kemlu, Rolliansyah (Roy) Soemirat di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (28/7/2025). Tirto.id/Naufal Majid
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengirimkan delegasi Indonesia ke Markas Besar Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat (AS). Delegasi itu ke PBB untuk menghadiri konferensi terkait resolusi damai dan implementasi solusi dua negara Israel-Palestina yang dipimpin oleh Prancis dan Arab Saudi.

Juru Bicara Kemlu, Rolliansyah (Roy), Soemirat, mengatakan, delegasi Indonesia dalam konferensi tersebut akan dipimpin langsung oleh Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu), Arrmanatha Nasir.

“Untuk partisipasi Indonesia memang pada saat ini sudah diputuskan Bapak Wakil Menteri Luar Negeri, Arrmanatha Nasir, akan memimpin delegasi Indonesia ke pertemuan tersebut,” ujar Roy kepada para wartawan di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (28/7/2025).

Roy mengatakan, Indonesia juga ikut menginisiasi diselenggarakannya konferensi tersebut sejak awal. Bahkan, Indonesia disebut turut menjadi ketua dalam salah satu working group yang terdapat di dalam konferensi itu.

Ia pun memastikan bahwa Indonesia mendukung penuh dan terlibat secara aktif dalam penyelenggaraan konferensi yang akan berlangsung selama tiga hari tersebut.

“Saya dapat tekankan bahwa keterkaitan, keterlibatan, engagement kita terhadap penyelenggaraan international conference ini bahkan sudah terjadi sejak awal. Dan kita memberikan dukungan penuh kepada para inisiator awal dari konferensi tersebut,” ucapnya.

Roy berharap, nantinya segala pembahasan terkait nasib bangsa Palestina dalam konferensi itu dapat berjalan dengan lancar dan tidak mengalami hambatan berarti. Pasalnya, konferensi itu sudah sempat mengalami penundaan selama kurang lebih dua bulan.

“Semoga tidak ada hal-hal yang menghalangi terjadinya pertemuan selama tiga hari ke depan ini. Karena kita ingat bahwa beberapa saat yang lalu pertemuan ini sempat terhenti karena satu dan lain hal,” sebut Roy.

Konferensi ini berlangsung di tengah serangan Israel terhadap Palestina yang sudah berlangsung selama 22 bulan. Sejak 7 Oktober 2023, serangan militer Israel telah menewaskan hampir 60.000 warga Palestina.

Baca juga artikel terkait PBB atau tulisan lainnya dari Naufal Majid

tirto.id - Flash News
Reporter: Naufal Majid
Penulis: Naufal Majid
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama