tirto.id - Danantara Investment Management menggandeng SMBC Aviation Capital dan Mandiri Investment Management untuk mengembangkan Mandiri Aviation Leasing Fund, platform investasi aviation leasing pertama di Indonesia.
Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, mengatakan dana tersebut akan memiliki nilai portofolio awal sekitar 800 juta dolar AS atau setara Rp13,5 triliun (kurs Rp16.928 per dolar AS). Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperluas peran Indonesia dalam pembiayaan sektor penerbangan global.
“Dengan menjadi mitra utama dalam inisiatif ini bersama SMBC Aviation Capital dan Mandiri Investment Management, Danantara Indonesia berinvestasi di platform kelas dunia, yang memberikan imbal hasil optimal sekaligus membangun kapabilitas strategis bagi Indonesia,” ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (2/1/2026).
Menurut Pandu, kolaborasi ini menggabungkan kekuatan masing-masing pihak. SMBC Aviation Capital dikenal sebagai salah satu perusahaan aviation leasing terbesar di dunia dengan pengalaman lebih dari dua dekade dan jaringan operasional global. Sementara itu, Mandiri Group akan menopang dari sisi ekosistem pembiayaan dan pengelolaan aset melalui Mandiri Investment Management, yang memiliki lisensi sebagai pengelola investasi di luar negeri.
Dalam skemanya, Mandiri Aviation Leasing Fund dirancang sebagai platform investasi berstandar institutional-grade dan bersifat scalable, sehingga dapat menarik investor untuk masuk ke aset aviasi global. Pengelolaannya akan dilakukan secara bersama oleh Mandiri Investment Management dan SMBC Aviation Capital, dengan memadukan keahlian strukturisasi investasi dan pengalaman operasional di industri leasing pesawat.
SMBC Aviation Capital juga akan berperan dalam penyediaan layanan operasional serta pengelolaan aircraft leasing. Selain mendukung kinerja dana, kerja sama ini diharapkan menjadi pintu masuk pengembangan kapabilitas industri aviation leasing di dalam negeri.
Ke depan, platform ini ditargetkan tidak hanya memberikan imbal hasil yang kompetitif dengan mempertimbangkan risiko, tetapi juga mendorong posisi Indonesia dalam rantai nilai global industri aviation leasing. Selain itu, kolaborasi ini dinilai membuka ruang kerja sama ekonomi yang lebih luas antara Indonesia dan Jepang, khususnya dalam skema investasi lintas negara.
Barry Flannery, Chief Commercial Officer SMBC Aviation Capital, mengatakan kemitraan strategis ini akan membantu memajukan ekosistem penerbangan di Indonesia dan di luar negeri. "Melalui kerja sama erat dengan Mandiri dan Danantara Indonesia, kami berharap dapat mendukung pertumbuhan jangka panjang, inovasi, dan kolaborasi di seluruh sektor ini,” tuturnya.
Sementara itu, Chief Executive Officer Mandiri Investment Management Baskoro Adi menilai kerja sama ini berpotensi memperluas akses investor terhadap aset penerbangan global sekaligus memperkuat posisi kawasan dalam industri tersebut.
"Kemitraan ini mencerminkan komitmen kami untuk mengembangkan solusi investasi inovatif yang menghubungkan investor global dengan aset penerbangan berkualitas tinggi," tandasnya.
Penulis: Hendra Friana
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id





































