tirto.id - Danantara Investment Management (DIM) resmi membentuk perusahaan baru bernama Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) yang akan memegang kendali penuh atas saham dan operasional seluruh proyek sampah menjadi energi listrik (PSEL).
Fadli Rahman, Lead of Waste-to-Energy sekaligus Director of Investment di DIM, menjelaskan perusahaan tersebut didirikan pada 1 April 2026, dan merupakan BUMN baru di bawah koordinasi Danantara.
Ia bilang, Denera dirancang sebagai perusahaan terintegrasi dalam pengelolaan sampah nasional.
"Mungkin bisa dijelaskan sedikit. Daya Energi Bersih Nusantara ini adalah perusahaan yang baru dibentuk oleh Danantara Investasi baru-baru di 1 April 2026 kemarin, yang memiliki fokus untuk menjalankan program PSEL,” kata Fadli dalam konferensi pers soal PSEL di Wisma Danantara, Kamis (9/4/2026).
Di mengungkapkan nantinya seluruh saham dari proyek PSEL dengan ditargetkan tersebar di 33 Provinsi di Indonesia akan dikelola oleh DENERA, termasuk operasional.
“Nanti Danantara Daya Energi Bersih Nusantara inilah yang memegang dari sisi saham dan juga dari sisi operasional dan pengelolaan untuk seluruh PSEL di bawah Danantara Investment," ujar Fadli.
Menurutnya, keberadaan Denera tidak hanya berhenti pada proyek waste-to-energy (WTE) atau PSEL. Perusahaan ini juga akan memperbaiki tata kelola sampah dari hulu ke hilir, termasuk meningkatkan tingkat pengambilan sampah, mengembangkan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) hingga Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST)
"Jadi nanti kita juga akan bergerak memperbaiki pengelolaan sampah hulunya juga, ke collection rate, ke TPS3R, TPST dan sebagainya. Dan bagaimana kita akan mengedukasi masyarakat untuk mengelola sampah lebih baik lagi, karena budaya juga harus diubah dalam pengelolaan sampah," ucapnya.
Fadli menambahkan bahwa ke depan Denera akan mengembangkan pengelolaan untuk sampah nonrumah tangga, seperti sampah industri. "PSEL atau WTE ini merupakan katalis dari pengelolaan sampah yang terintegrasi," katanya.
Konstruksi Tiga Lokasi Dimulai Juni
Dalam kesempatan yang sama, Fadli juga mengungkapkan bahwa proses tender tahap pertama telah dimenangkan oleh mitra untuk tiga kota, yakni Bekasi, Badung, dan Bogor. Setelah itu, proyek akan dilanjutkan ke seluruh ibu kota provinsi dengan total sekitar 20 lokasi yang tersebar di Indonesia.
"First step, tender pertama adalah 3 kota, Bekasi, Badung, dan Bogor. Kemudian nanti semuanya Ibu Kota Provinsi. 20-an yang tersebar," jelasnya.
Mitra untuk ketiga lokasi tersebut pun sudah ditetapkan. Fadli menyebut bahwa tahapan selanjutnya masih ke tahap pembangunan. Proses konstruksi ditargetkan dimulai Juni.
"Langkah berikutnya adalah tentunya persiapan dari pembangunan. Jadi di ketiga lokasi ini sudah dimulai persiapan pembangunannya dan akhir Juni nanti konstruksi akan dimulai," tuturnya.
Penulis: Nanda Aria
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id






































