tirto.id - Komisi I DPR menggelar uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) terhadap 24 calon duta besar (Dubes) Republik Indonesia selama dua hari, Sabtu (5/7/2025) dan Minggu (6/7/2025). Dari total nama yang diuji, baru 18 calon yang terungkap ke publik. Uji kelayakan ini berlangsung secara tertutup.
Pada hari pertama, Sabtu, sebanyak 12 calon Dubes menjalani uji kelayakan di Gedung DPR RI. Mereka adalah:
1. Calon Dubes RI untuk Jerman (Berlin), Abdul Kadir Jaelani
2. Calon Dubes RI untuk Slovakia (Bratislava), Redianto Heru Nurcahyo
3. Calon PTRI New York, Umar Hadi
4. Calon Dubes RI untuk Singapura, Hotmangaradja Pandjaitan
5. Calon Dubes RI untuk Jepang (Tokyo), Nurmala Kartini Sjahrir
6. Calon Dubes RI untuk AS (Washington DC), Indroyono Soesilo
7. Calon Dubes RI untuk Vietnam (Hanoi), Adam Mulawarman Tugio
8. Calon Dubes RI untuk Belanda (Den Haag), Laurentius Amrih Jinangkung
9. Calon Dubes RI untuk Uni Emirat Arab (Abu Dhabi), Judha Nugraha
10. Calon Perwakilan Kantor PBB di Swiss (Jenewa), Sidharto Reza Suryodipuro
11. Calon Dubes RI untuk Brasil (Brasilia), Andhika Chrisnayudhanto
12. Calon Dubes RI untuk Qatar (Doha), Syahda Guruh Langkah Samudera
Sementara itu, pada Minggu, dijadwalkan 12 calon Dubes lainnya mengikuti proses serupa. Namun, hingga kini baru enam nama yang diketahui awak media:
1. Calon Dubes RI untuk Oman, Andi Rahardian
2. Calon Dubes RI untuk Ekuador (Quito), Imam A'sari
3. Calon Dubes RI untuk Bangladesh dan Nepal, Listyowati
4. Dubes RI untuk Mesir, Kuncoro Giri Waseso
5. Dubes RI untuk Malaysia, Raden Dato Mohammad Iman Hascarya Kusumo
6. Dubes RI untuk Korea Utara, Mayjen (Purn) Gina Yoginda
Ketua Komisi I DPR RI, Utut Adianto, mengatakan sebagian besar calon Dubes berasal dari latar belakang diplomat karier dan militer. Menurutnya, komposisi tersebut sesuai dengan kebutuhan pemerintahan saat ini.
"Mostly diplomat ada satu Pak Hotmangaradja. Beliau itu dulu Lieutenant General TNI. Jadi kalau dari petinju ini kelas berat semua. Heavyweight," kata Utut di Kompleks MPR/DPR RI, Senayan, Jakarta, Minggu.
Ia menjelaskan bahwa setiap calon diberi kesempatan memaparkan visi-misinya di hadapan Komisi I DPR. Setelah itu, anggota dari masing-masing fraksi diberi waktu tiga menit untuk memberi tanggapan atau pertanyaan.
"Setiap fraksi punya apa yang di-underline. Kan yang diberi kesempatan setiap fraksi tiga menit. Tentu sudut pandang fraksi PDI Perjuangan misalnya beda dengan teman-teman dari Gerindra dan Golkar," jelasnya.
Utut menyebut, meski DPR memiliki hak untuk menolak usulan calon Dubes dari presiden, sejauh ini semua nama dinilai masih layak dilantik.
DPR selanjutnya akan menyerahkan hasil uji kelayakan kepada pimpinan DPR sebelum disampaikan ke presiden.
"Nanti kita buat tabel, mana yang masih cocok, mana yang dianggap belum apakah itu potensi fatality atau tidak? Tapi sejauh ini yang saya lihat, kalau ini bisa dianggap bocoran semuanya oke," pungkas Utut.
Penulis: Irfan Amin
Editor: Fahreza Rizky
Masuk tirto.id


































