tirto.id - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung membuka pendaftaran mudik gratis untuk Lebaran 2026, sebagaimana diumumkan via kanal Instagram resmi mereka pada Kamis (19/2/2026).
Kepala Dishub Kabupaten Bandung, Hilman Kadar, menyampaikan bahwa program mudik gratis ini merupakan kebijakan Bupati Bandung untuk membantu warga agar bisa pulang kampung halaman secara tertib.
"Kami menyediakan 600 kuota dengan 12 bus besar. Keberangkatan dijadwalkan pada 17 Maret 2026 atau H-3 Lebaran 2026," ujar Hilman, dikutip dari Antaranews.
Semua bus akan melayani rute mudik jalur selatan dengan tujuan utama wilayah Jawa Tengah.
Syarat Mudik Gratis Bandung Lebaran 2026
Pendaftaran mudik gratis Bandung untuk Lebaran 2026 hanya dibuka satu hari, tepatnya pada 20 Februari 2026. Proses pendaftaran dilakukan luring atau offline, mulai pukul 08.00 sampai 14.00 WIB.
Dishub tidak membuka pendaftaran daring sehingga calon peserta wajib hadir langsung di lokasi.
Terdapat tiga titik pendaftaran, yakni Terminal Ciparay, Terminal Cicalengka, dan Kantor Dishub Kabupaten Bandung di Jalan Gandasari No. 15.
Warga Bandung bisa memilih lokasi terdekat agar proses pendaftaran berjalan lebih cepat.
Adapun terkait pendaftaran mudik gratis untuk Lebaran 2026 ini, Dishub Kabupaten Bandung menetapkan sejumlah syarat administrasi, meliputi:
- Domisili Kabupaten Bandung
Program mudik gratis ini khusus untuk warga di wilayah administratif Kabupaten Bandung.
- Fotokopi KTP Kabupaten BandungCalon pemudik wajib melampirkan fotokopi KTP Kabupaten Bandung sebagai bukti identitas.
- Fotokopi Kartu KeluargaSelain KTP, pendaftar juga harus menyertakan fotokopi Kartu Keluarga.
- Surat keterangan domisiliBagi warga yang tinggal di Kabupaten Bandung, tetapi masih pakai KTP daerah asal, Dishub mewajibkan surat keterangan domisili dari pemerintah desa setempat.
- Daftar offlineSeluruh proses pendaftaran hanya dilayani secara offline.
Kota Tujuan Mudik Gratis Bandung untuk Lebaran 2026
Rute mudik gratis Lebaran 2026 Bandung mencakup beberapa kota di Jawa Tengah dan melewati jalur selatan Pulau Jawa.
Kota tujuan utama meliputi Cilacap, Yogyakarta, Klaten, sampai Solo sebagai tujuan akhir.
Hilman menjelaskan, penentuan rute tersebut berasal dari hasil survei.
"Penetapan rute ini berdasarkan hasil survei sekitar 400 responden, dan tujuan terbanyak masih mengarah ke Jawa Tengah,” ujar dia.
Wilayah Solo memang jadi tujuan akhir, tapi Dishub memberi kelonggaran bagi pemudik untuk turun di titik tertentu sepanjang jalur perjalanan, asal masih satu arah dengan rute bus.
Untuk titik berangkat, Dishub Kabupaten Bandung menetapkan dua lokasi utama, yakni Dome Balerame Soreang dan kawasan Cileunyi di depan Rumah Sakit AMC.
"Insyaallah, kami sudah berkoordinasi dengan pihak perusahaan, mudah-mudahan bisa menambah sekitar dua bus lagi, sehingga ada tambahan kurang lebih 100 pemudik," ujar Hilman.
Editor: Iswara N Raditya
Masuk tirto.id





































