Menuju konten utama

Contoh Teks Sambutan Hardiknas dan Susunan Upacaranya

Contoh teks sambutan Hardiknas dapat menjadi referensi bagi setiap pembicara. Berikut ini contoh naskah sambutan peringatan Hari Pendidikan Nasional.

Contoh Teks Sambutan Hardiknas dan Susunan Upacaranya
Siswa Taman Kanak-kanak yang tergabung dalam tim Drum Band memainkan alat musik saat mengikuti pawai Hardiknas di Batam, Kepulauan Riau, Sabtu (3/5/2025). Adapun contoh sambutan Hardiknas bisa menjadi referensi bagi setiap pembicara. ANTARA FOTO/Teguh Prihatna/agr
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Contoh teks sambutan Hardiknas bisa pembicara tuturkan saat upacara ataupun acara peringatan Hari Pendidikan Nasional lain. Adapun peringatan Hari Pendidikan Nasional jatuh pada 2 Mei setiap tahunnya.

Naskah sambutan peringatan Hardiknas tersebut bisa mengulas beragam tema tentang pendidikan di Indonesia. Di sekolah, pidato sambutan yang sama bisa memuat pula motivasi untuk para pelajar maupun guru.

Teks pidato Hardiknas untuk sambutan bisa menyesuaikan dengan tema Hari Pendidikan Nasional yang berlaku per peringatan. Dengan begitu, informasi yang pembicara sampaikan bisa relevan dengan kondisi pendidikan sekarang.

Contoh Teks Pidato Sambutan Hardiknas Singkat

Contoh teks pidato untuk sambutan Hardiknas singkat dapat melampirkan salam pembuka terlebih dahulu. Kemudian, menyampaikan rasa hormat kepada hadirin acara dan mengucapkan syukur kepada Sang Pencipta.

Pembicara bisa melanjutkan naskah sambutan Hardiknas dengan menyampaikan makna pendidikan bagi negara dan individu. Lalu, menuturkan berbagai makna di bali Hari Pendidikan Nasional.

Berikut ini contoh teks pidato Hardiknas untuk sambutan di upacara maupun kegiatan Hari Pendidikan Nasional lainnya.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Salam sejahtera bagi kita semua.

Om swastiastu.

Namo buddhaya.

Salam kebajikan Rahayu.

Yang terhormat Bapak Kepala Sekolah (disesuaikan nama instansi).

Yang saya hormati bapak dan ibu guru beserta jajarannya.

Yang saya sayangi siswa/siswi sekolah (disesuaikan nama instansi).

Terucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa Allah SWT yang telah memberikan kita nikmat dan rahmat. Sangat luar biasa sehingga kita dapat berkumpul melaksanakan upacara/kegiatan dalam rangka peringatan Hari Pendidikan Nasional.

Bapak/ibu guru, anak-anak, serta para hadirin sekalian.

Hari ini, tanggal 2 Mei (tahun peringatan), kita semua memperingati “Hari Pendidikan Nasional”. Peringatan ini hendaknya menjadi pengingat bagi kita semua tentang betapa pentingnya pendidikan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Dalam momentum peringatan Hardiknas kali ini, kurang lengkap juga rasanya jika kita tidak membahas sosok yang dihormati sebagai Bapak Pendidikan Indonesia. Nama beliau adalah Ki Hadjar Dewantara.

Ki Hadjar Dewantara atau Suwardi Suryaningrat merupakan tokoh besar sekaligus pelopor pendidikan di Indonesia. Beliau mencetuskan semboyan di dunia pendidikan Indonesia, yakni "Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani".

Semboyan ini memiliki makna mendalam tentang konsep pendidikan yang mencerminkan jati diri bangsa Indonesia. Gagasan besar dalam semboyan ini juga semestinya menjadi inspirasi bagi para guru dan pelajar.

Semboyan tersebut mengusung pemikiran Ki Hadjar Dewantara tentang konsep peran Guru, yakni bahwa sikap dan tindakan guru harus bisa menjadi panutan bagi para murid sekaligus masyarakat.

Secara bahasa, "Ing Ngarsa Sung Tulada" bermakna di muka memberi contoh. Kemudian "Ing Madya Mangun Karsa" berarti di tengah membangun cita-cita. Sementara "Tut Wuri Handayani" adalah mengikuti dan mendukungnya.

Semboyan yang hingga saat ini menjadi motto pendidikan ini menegaskan pentingnya penyelenggaraan pendidikan yang berorientasi pada kualitas karakter. Hal yang sama menjadi perhatian utama dari konsep Merdeka Belajar yang telah dilaksanakan dalam beberapa tahun terakhir.

Di tengah kemajuan teknologi saat ini, kualitas karakter semakin penting menjadi perhatian para pendidik. Keluasan pengetahuan dan kecerdasan seseorang tidak akan membawa manfaat luas di masyarakat, jika tanpa diiringi dengan kualitas karakter yang baik.

Oleh sebab itu, kegiatan pembelajaran harus senantiasa diarahkan untuk meningkatkan kualitas pengetahuan dan karakter para murid. Peran guru pun dibutuhkan sebagai sosok yang bisa menerapkan metode pembelajaran dengan baik sekaligus teladan bagi peserta didik.

Mengutip kalimat seorang bijak dan filsuf Yunani kuno, yakni Aristoteles, "Mendidik pikiran tanpa mendidik hati, bukanlah pendidikan sama sekali".

Singkat kata, marilah pada peringatan Hari Pendidikan Nasional kali ini kita bersama merefleksikan kembali berbagai upaya dalam memajukan pendidikan di Indonesia.

Semoga peringatan Hardiknas ini menjadi awal baru bagi kita semua untuk menjadi lebih baik lagi dalam meningkatkan kualitas pendidikan bagi segenap anak bangsa.

Demikian pidato saya, mohon maaf jika ada kata-kata yang kurang berkenan. Terima kasih

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Contoh Susunan Upacara Hardiknas

Sambutan Hardiknas bisa menjadi salah satu aktivitas dalam rangkaian acara upacara Hari Pendidikan Nasional. Berikut ini contoh susunan upacara Hardiknas selengkapnya.

  1. Pemimpin upacara memasuki lapangan upacara;
  2. Pembina upacara tiba di tempat upacara;
  3. Penghormatan kepada pembina upacara;
  4. Laporan pemimpin upacara;
  5. Pengibaran bendera Merah Putih diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya oleh paduan suara;
  6. Mengheningkan cipta dipimpin oleh pembina upacara;
  7. Pembacaan naskah Pancasila diikuti oleh seluruh peserta upacara;
  8. Pembacaan naskah Pembukaan UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945;
  9. Pembacaan Keputusan Presiden RI tentang Penganugerahan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya dan pemberian piagam kepada penerima Satyalancana Karya Satya (jika ada);
  10. Amanat pembina upacara;
  11. Pembacaan doa (sebelum pembacaan doa, diharapkan agar petugas pembaca doa menjelaskan bahwa doa upacara dibacakan secara agama Islam, dan mempersilahkan peserta upacara yang tidak beragama Islam untuk berdoa sesuai dengan agama serta kepercayaan masing-masing);
  12. Laporan pemimpin upacara;
  13. Penghormatan kepada pembina upacara;
  14. Pembina upacara meninggalkan mimbar upacara;
  15. Upacara selesai, barisan dibubarkan.
Demikian contoh sambutan Hardiknas yang bisa menjadi rujukan bagi para pembicara. Pastikan juga untuk memantau beragam artikel terbaru Hari Pendidikan Nasional lainnya di sini.

Kumpulan Informasi Hardiknas

Baca juga artikel terkait HARDIKNAS atau tulisan lainnya dari Sulthoni

tirto.id - Edusains
Kontributor: Sulthoni
Penulis: Sulthoni
Editor: Addi M Idhom
Penyelaras: Yuda Prinada