tirto.id - Puisi tentang Pancasila dapat menjadi salah satu cara dalam merayakan Hari Lahir Pancasila, yang diperingati tanggal 1 Juni setiap tahunnya. Cara merayakannya bisa dengan membuat dan membagikan puisi tentang hari lahir Pancasila.
Hari Lahir Pancasila merupakan momen bersejarah ketika Soekarno memperkenalkan 5 sila pada tahun 1945 silam. Peristiwa ini berawal dari keadaan Jepang yang saat itu sudah terdesak oleh pasukan Sekutu sehingga memutuskan untuk memberikan kemerdekaan bagi Indonesia.
Tepat pada 1 Juni 1945, Soekarno memperkenalkan 5 sila sebagai dasar negara Indonesia. Kelima sila tersebut adalah Kebangsaan Indonesia, Internasionalisme dan Peri Kemanusiaan, Mufakat atau Demokrasi, Kesejahteraan Sosial, dan Ketuhanan Yang Maha Esa.
Kumpulan Contoh Puisi tentang Hari Lahir Pancasila
Puisi adalah salah satu karya sastra untuk menyampaikan gagasan atau perasaan dengan gaya bahasa yang terikat ritme atau irama yang khas. Berikut ini beberapa contoh puisi Pancasila pendek untuk merayakan Hari Lahir Pancasila 2024. Di dalamnya terdapat pula contoh puisi Pancasila 2 bait.
1. Negeri Pancasila
Indonesiaku Negeri Pancasila
Tak ada yang bisa mengubah kelimanya
Kan kugenggam hingga akhir masa
Kan ku jaga untuk selamanya
Pancasila dasar negaraku
Mengisi hari dengan bait silamu
Resapi makna satu per satu
Dan jadilah generasi bangsa yang terus bersatu
Pancasila dasar negara
Makna yang pudar melahirkan pecah belah
Permusuhan hingga sumpah serapah
Tegakah kita melihat semuanya?
Wahai anak bangsa
Genggamlah kembali kelima silamu
Kobarkan semangat Pancasilamu
Kibarkan Merah Putih dengan bangga
Menuju Indonesia Emas 2045 yang mengguncang dunia
2. Sang Penopang
Pancasila, penopang negara tercinta
Peneduh yang memberi udara
Tumpuan bagi kami meraih asa
Semangat bagi negeri mencapai cita
Engkaulah perisaiku
Engkaulah peganganku
Puluhan tahun berlalu
Tak kan ada yang bisa menggantikanmu
Pancasila, sang penopang negara
Lahirmu membawa makna
Lima sila sumber kekuatan bangsa
Pemicu langkah tuk ciptakan sejahtera
Pemantik semangat mempersatukan Indonesia
3. Hari Lahir Pancasila
Telah lahir Pancasila
Kekuatan bangsa yang tak pernah padam
Lima sila tanpa cela
Dasar yang tak pernah goyah walau berganti zaman
Telah lahir Pancasila
Pengikat yang tak lekang oleh waktu
Berdiri tegak sebagai penopang
Menjadi cahaya dalam kegelapan
Telah lahir Pancasila
Identitas bangsa yang tak boleh memudar
Kunci memecahkan segala urusan
Kunci melawan segala keburukan
4. Kita Pancasila
Kita semua berbeda, antara suku dan budaya
Kita semua berbeda, warna kulit dan bahasa
Tapi kita duduk bercengkrama
Berteduh di atap yang sama
Bersama membekali diri dengan iman dan takwa
Menjunjung toleransi tanpa menyinggung SARA
Bersatu menguatkan Indonesia
Senantiasa adil terhadap sesama
Dengan jiwa kreatif, tak berhenti untuk berkarya
Tak mudah menyerah hingga akhir masa
Tak kenal lelah memajukan bangsa di mata dunia
Kitalah Pancasila, yang selalu ada untuk Indonesia
5. Hilangnya Pancasila
Tanah airku bergejolak
Dirundung gusar dan dilema
Renggang sudah persaudaraan
Tak ada lagi keadilan
Pancasila lahir dahulu kala
Kini seolah sirna
Tak ada lagi jejaknya
Tak ada lagi yang mengingatnya
Kini, Pancasila sebatas materi pelajaran
Lima sila hanya sebatas hafalan
Tak ada lagi makna yang tersisa
Semua rasa hilang entah ke mana
Wahai pemudi pemuda
Lahirkan kembali jiwa Pancasila kita
Seperti di tahun 45
Demi Indonesia berjaya
Kumpulan Puisi tentang Pancasila Pendek 1, 2, dan 4 Bait
Puisi tentang Pancasila beragam, begitu pula jumlah baitnya. Berikut ini kumpulan puisi tentang Pancasila pendek seperti dikutip dari buku Literasi Pancasila di Langit Garuda (Puisi-Puisi Kebangsaan) karya Mahmud (2025). Di dalamnya juga terdapat puisi tentang Pancasila 4 bait.
6. Membingkai Jiwa Pancasila
Di tanah air subur, tempat kita bernaung,
Pemuda bertafakur, perjuangan menggaung.
Membingkai jiwa dengan Pancasila, Dalam setiap kata, langkah nyata.
Satu nusa, satu bangsa, satu bahasa dirajut,
Literasi Pancasila di tangan pemuda, kian tersulut.
Lima dasar, bukan sekadar hiasan kertas,
Namun nilai hidup yang mengukir sejarah keras.
Keberagaman dirangkul, tiada yang terasing,
Dalam sila kedua, kasih sayang terus menyingsing.
Keadilan sosial, di pundak mereka digotong,
Menebar cahaya keadilan untuk semua, tak pernah kosong.
Dengan gotong royong, pemuda menyulam harapan,
Di setiap desa, di kota-kota penuh impian.
Membangun negeri, penuh ilmu dan cita,
Literasi Pancasila, cahaya yang takkan sirna.
Wahai pemuda, penjaga bangsa merdeka,
Di hatimu, Pancasila abadi, tak akan terjeda.
Membingkai jiwa dengan nilai luhur dan mulia,
Untuk Indonesia, dalam harmoni kita berbahagia.
7. Aksara Pemuda, Nafas Pancasila
Dalam setiap aksara yang terukir di jiwa,
Terselip semangat pemuda, berani mengukir dunia.
Aksara pemuda, nafas Pancasila,
Menguatkan jiwa negeri, menjunjung cita-cita.
Satu per satu huruf bersatu dalam makna,
Menjadi jembatan antara cita dan asa.
Di dalam sila pertama, Tuhan disanjung tinggi,
Menuntun langkah pemuda di jalan yang suci.
Dalam kemanusiaan yang adil dan beradab,
Mereka memeluk dunia dengan hati yang mantap.
Persatuan yang teguh, terajut tanpa ragu,
Pemuda berjanji, setia pada tanah air satu.
Musyawarah adalah jalan, bintang di langit malam,
Tempat pemuda mencari terang dalam salam.
Keadilan sosial adalah janji yang mereka pegang,
Tak ada yang terpinggir, semua berhak menang.
8. Tinta Literasi Sila-Sila
Di atas lembar tanah air tercinta,
Pemuda melangkah, pena di tangan, hati terbuka.
Meniti jejak dalam sila-sila,
Membangun bangsa dengan aksara bercerita.
Sila pertama, iman memandu setiap kata,
Bertaut erat pada Tuhan Yang Esa.
Kemanusiaan bernaung di sila kedua,
Di sini pemuda belajar arti kasih dan setara.
Bersatu dalam bingkai nusantara,
Pemuda menulis, merajut nusa,
Sila ketiga adalah pelita,
Menyatukan semangat tiap karya, menggapai cita.
Dalam musyawarah, suara hati terpadu,
Sila keempat membimbing, bijak dalam waktu.
Keadilan sosial janji terakhir,
Sila kelima membawa harapan hadir.
9. Pemuda Lima Sila
Di bawah langit biru negeri nan luas,
Pemuda berdiri, tegak tanpa batas.
Menggenggam semangat, lima sila di tangan,
Pancasila, cahaya yang tak pernah padam.
Sila pertama, iman jadi tiang,
Tuhan di hati, pemuda tak goyah, tak hilang.
Di sila kedua, mereka belajar berbagi,
Kemanusiaan yang adil, jiwa yang berani.
Persatuan Indonesia, sila yang ketiga,
Di dalam darah pemuda, sumpah setia berbunga.
Musyawarah mengajarkan kesantunan kata,
Sila keempat, pemuda mendengar dan bicara.
Keadilan sosial, sila yang kelima,
Semua merasa adil, dalam rasa yang sama.
Di tangan pemuda, lima sila dijaga,
Menjadi lentera, membimbing langkah bangsa.
10. Arah Tujuan di Langit Pancasila
Di langit Pancasila terlukis cita,
Pemuda menatap dengan langkah nyata.
Aksara harapan teranyam rapi,
Membangun negeri dari hati yang suci.
Satu per satu sila mereka genggam,
Dalam literasi, semangat berkobar tanpa ruam.
Dari Sabang hingga Papua terpatri,
Persatuan bangsa, takkan terganti.
Di arah tujuan, pilar-pilar tegak,
Pemuda melangkah tanpa ragu, tak goyah.
Dengan Pancasila di setiap aksara,
Mereka ukir masa depan penuh cahaya.
Sementara, di bawah ini contoh puisi tentang Pancasila lainnya, yang di dalamnya terdapat contoh puisi Pancasila 1 bait, seperti dikutip dari buku Antologi Puisi Kemerdekaan, Pancasila dan Pendidikan? karya TPS Amia (2020).
11. Pancasila
Oleh Agnia Putri Zanzabil
Kau adalah pedomanku
Kaulah dasar kokoh penopang negara
Kaulah pusat pembentuk hukum yang berkuasa
Dipenuhi indah oleh norma penyejuk jiwaku
Kami yang mencari dalam jarum jerami hukum
Berharap kau menyulami keadilan
Memecahkan segala urusan yang terangkum
Demi kemakmuran generasi bangsa.
Kami akan terus berjuang menjunjung tinggi namamu
Kaulah pusat pembentuk hukum yang berkuasa
Sebait singkat dalam setiap silamu
Memiliki makna tak bersegi akan berilmu
12. Pancasila Dasar Negara
Oleh Dini Nur Rohmah
Pancasila lambang negara
Pahlawanku adalah dasarnya
Masyarakat Indonesia adalah pelindungnya
Undang-Undang Dasar adalah hukumnya
Lambang negara Garuda adalah inti dari semuanya
Ketuhanan, kemanusiaan,
Persatuan, kerakyatan, Keadilan
Suatu poin Pancasila yang ke lima
Tak tanggung-tanggung merdeka tanpa Pancasila
Tak ada arti apa-apa Pancasila pedoman Indonesia
Untuk merdeka menjadikan Indonesia negara sempurna
Di depan mata negara lain tak dapat tergoyahkan
Bangsa Indonesia kuat tangguh pancasila
Berikut ini contoh puisi hari lahir Pancasila lainnya seperti dikutip dari buku Pancasila Sakti (Antologi Puisi Pancasila Sakti Indonesia Jaya) karya Selamita Syafira, Fitri Rosa Amalia, dkk (2022). Di dalamnya terdapat pula contoh puisi Pancasila 3 bait.
13. Masihkah Pancasila
Oleh Laila Aziza
Hai tuan dan puan
Boleh aku bertanya?
Bagaimana dengan pancasila?
Pancasilaku masih utuh
Pancasilaku bukan sekedar omongan belaka
Diskriminasi antar agama semakin menjadi
Itu yang namanya ketuhanan yang maha esa?
Katanya kemanusiaan yang adil dan beradab
Tapi kriminalisasi, pelanggaran HAM, penindasan
Dimana peranmu tuan dan nyonya?
Adu domba, ujaran kebencian, di mana-mana
Jadi itu yang katanya persatuan Indonesia?
Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
Tapi suara rakyat tidak didengar
14. Maju Tanpa Batas
Oleh: Yuliana Farhah X ΜΙΑ 2
Merdeka
Sungguh telah jaya Indonesia
Karena perjuangan pahlawan kita
Yang dijajah paling lama Oleh orang-orang di luar sana
Merdeka
Kita punya ideologi Negara
Yakni Pancasila
Yang slalu disebutkan setiap upacara
Dan isinya sangat luar biasa
Indonesia
Sungguh tekah bangkit bangsa kita
Yang harum nama besarnya
Jayalah Indonesia
Jayalah Pancasila
15. Indonesia Jaya
Oleh: Laila Saada XI IBB
Wahai rakyat Indonesia
Berbanggalah kau menjadi rakyat Indonesia
Pancasila yang menjadi panutannya
Indonesia yang beraneka ragam suku bangsa
Indonesia yang berbeda-beda agama
Tetapi Indonesia kita tetap satu jua
Bhineka Tunggal Ika
Berbeda-beda tetapi tetap satu jua
Semboyan Indonesia kita
Lihatlah perjuangan pahlawan Indonesia
Beliau berjuang keras demi Indonesia merdeka
Kita harus bangga menjadi rakyat Indonesia
Indonesiaku... Merdekalah selalu!
Penulis: Erika Erilia
Editor: Yulaika Ramadhani
Penyelaras: Ibnu Azis
Masuk tirto.id




































