Menuju konten utama

15 Contoh Puisi tentang Pancasila Pendek & Memotivasi

Hari Lahir Pancasila diperingati setiap tanggal 1 Juni. Berikut ini beberapa contoh puisi tentang Pancasila merayakan Hari Lahir Pancasila. Simak infonya.

15 Contoh Puisi tentang Pancasila Pendek & Memotivasi
Ilustrasi Pancasila. Dalam memperingati Hari Lahir Pancasila, cara merayakannya bisa dengan membuat dan membagikan puisi tentang Pancasila. Foto/Istockphoto.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Puisi tentang Pancasila dapat menjadi salah satu cara dalam merayakan Hari Lahir Pancasila, yang diperingati tanggal 1 Juni setiap tahunnya. Cara merayakannya bisa dengan membuat dan membagikan puisi tentang hari lahir Pancasila.

Hari Lahir Pancasila merupakan momen bersejarah ketika Soekarno memperkenalkan 5 sila pada tahun 1945 silam. Peristiwa ini berawal dari keadaan Jepang yang saat itu sudah terdesak oleh pasukan Sekutu sehingga memutuskan untuk memberikan kemerdekaan bagi Indonesia.

Tepat pada 1 Juni 1945, Soekarno memperkenalkan 5 sila sebagai dasar negara Indonesia. Kelima sila tersebut adalah Kebangsaan Indonesia, Internasionalisme dan Peri Kemanusiaan, Mufakat atau Demokrasi, Kesejahteraan Sosial, dan Ketuhanan Yang Maha Esa.

Kumpulan Contoh Puisi tentang Hari Lahir Pancasila

Puisi adalah salah satu karya sastra untuk menyampaikan gagasan atau perasaan dengan gaya bahasa yang terikat ritme atau irama yang khas. Berikut ini beberapa contoh puisi Pancasila pendek untuk merayakan Hari Lahir Pancasila 2024. Di dalamnya terdapat pula contoh puisi Pancasila 2 bait.

1. Negeri Pancasila

Indonesiaku Negeri Pancasila

Tak ada yang bisa mengubah kelimanya

Kan kugenggam hingga akhir masa

Kan ku jaga untuk selamanya

Pancasila dasar negaraku

Mengisi hari dengan bait silamu

Resapi makna satu per satu

Dan jadilah generasi bangsa yang terus bersatu

Pancasila dasar negara

Makna yang pudar melahirkan pecah belah

Permusuhan hingga sumpah serapah

Tegakah kita melihat semuanya?

Wahai anak bangsa

Genggamlah kembali kelima silamu

Kobarkan semangat Pancasilamu

Kibarkan Merah Putih dengan bangga

Menuju Indonesia Emas 2045 yang mengguncang dunia

2. Sang Penopang

Pancasila, penopang negara tercinta

Peneduh yang memberi udara

Tumpuan bagi kami meraih asa

Semangat bagi negeri mencapai cita

Engkaulah perisaiku

Engkaulah peganganku

Puluhan tahun berlalu

Tak kan ada yang bisa menggantikanmu

Pancasila, sang penopang negara

Lahirmu membawa makna

Lima sila sumber kekuatan bangsa

Pemicu langkah tuk ciptakan sejahtera

Pemantik semangat mempersatukan Indonesia

3. Hari Lahir Pancasila

Telah lahir Pancasila

Kekuatan bangsa yang tak pernah padam

Lima sila tanpa cela

Dasar yang tak pernah goyah walau berganti zaman

Telah lahir Pancasila

Pengikat yang tak lekang oleh waktu

Berdiri tegak sebagai penopang

Menjadi cahaya dalam kegelapan

Telah lahir Pancasila

Identitas bangsa yang tak boleh memudar

Kunci memecahkan segala urusan

Kunci melawan segala keburukan

4. Kita Pancasila

Kita semua berbeda, antara suku dan budaya

Kita semua berbeda, warna kulit dan bahasa

Tapi kita duduk bercengkrama

Berteduh di atap yang sama

Bersama membekali diri dengan iman dan takwa

Menjunjung toleransi tanpa menyinggung SARA

Bersatu menguatkan Indonesia

Senantiasa adil terhadap sesama

Dengan jiwa kreatif, tak berhenti untuk berkarya

Tak mudah menyerah hingga akhir masa

Tak kenal lelah memajukan bangsa di mata dunia

Kitalah Pancasila, yang selalu ada untuk Indonesia

5. Hilangnya Pancasila

Tanah airku bergejolak

Dirundung gusar dan dilema

Renggang sudah persaudaraan

Tak ada lagi keadilan

Pancasila lahir dahulu kala

Kini seolah sirna

Tak ada lagi jejaknya

Tak ada lagi yang mengingatnya

Kini, Pancasila sebatas materi pelajaran

Lima sila hanya sebatas hafalan

Tak ada lagi makna yang tersisa

Semua rasa hilang entah ke mana

Wahai pemudi pemuda

Lahirkan kembali jiwa Pancasila kita

Seperti di tahun 45

Demi Indonesia berjaya

Kumpulan Puisi tentang Pancasila Pendek 1, 2, dan 4 Bait

Puisi tentang Pancasila beragam, begitu pula jumlah baitnya. Berikut ini kumpulan puisi tentang Pancasila pendek seperti dikutip dari buku Literasi Pancasila di Langit Garuda (Puisi-Puisi Kebangsaan) karya Mahmud (2025). Di dalamnya juga terdapat puisi tentang Pancasila 4 bait.

6. Membingkai Jiwa Pancasila

Di tanah air subur, tempat kita bernaung,

Pemuda bertafakur, perjuangan menggaung.

Membingkai jiwa dengan Pancasila, Dalam setiap kata, langkah nyata.

Satu nusa, satu bangsa, satu bahasa dirajut,

Literasi Pancasila di tangan pemuda, kian tersulut.

Lima dasar, bukan sekadar hiasan kertas,

Namun nilai hidup yang mengukir sejarah keras.

Keberagaman dirangkul, tiada yang terasing,

Dalam sila kedua, kasih sayang terus menyingsing.

Keadilan sosial, di pundak mereka digotong,

Menebar cahaya keadilan untuk semua, tak pernah kosong.

Dengan gotong royong, pemuda menyulam harapan,

Di setiap desa, di kota-kota penuh impian.

Membangun negeri, penuh ilmu dan cita,

Literasi Pancasila, cahaya yang takkan sirna.

Wahai pemuda, penjaga bangsa merdeka,

Di hatimu, Pancasila abadi, tak akan terjeda.

Membingkai jiwa dengan nilai luhur dan mulia,

Untuk Indonesia, dalam harmoni kita berbahagia.

7. Aksara Pemuda, Nafas Pancasila

Dalam setiap aksara yang terukir di jiwa,

Terselip semangat pemuda, berani mengukir dunia.

Aksara pemuda, nafas Pancasila,

Menguatkan jiwa negeri, menjunjung cita-cita.

Satu per satu huruf bersatu dalam makna,

Menjadi jembatan antara cita dan asa.

Di dalam sila pertama, Tuhan disanjung tinggi,

Menuntun langkah pemuda di jalan yang suci.

Dalam kemanusiaan yang adil dan beradab,

Mereka memeluk dunia dengan hati yang mantap.

Persatuan yang teguh, terajut tanpa ragu,

Pemuda berjanji, setia pada tanah air satu.

Musyawarah adalah jalan, bintang di langit malam,

Tempat pemuda mencari terang dalam salam.

Keadilan sosial adalah janji yang mereka pegang,

Tak ada yang terpinggir, semua berhak menang.

8. Tinta Literasi Sila-Sila

Di atas lembar tanah air tercinta,

Pemuda melangkah, pena di tangan, hati terbuka.

Meniti jejak dalam sila-sila,

Membangun bangsa dengan aksara bercerita.

Sila pertama, iman memandu setiap kata,

Bertaut erat pada Tuhan Yang Esa.

Kemanusiaan bernaung di sila kedua,

Di sini pemuda belajar arti kasih dan setara.

Bersatu dalam bingkai nusantara,

Pemuda menulis, merajut nusa,

Sila ketiga adalah pelita,

Menyatukan semangat tiap karya, menggapai cita.

Dalam musyawarah, suara hati terpadu,

Sila keempat membimbing, bijak dalam waktu.

Keadilan sosial janji terakhir,

Sila kelima membawa harapan hadir.

9. Pemuda Lima Sila

Di bawah langit biru negeri nan luas,

Pemuda berdiri, tegak tanpa batas.

Menggenggam semangat, lima sila di tangan,

Pancasila, cahaya yang tak pernah padam.

Sila pertama, iman jadi tiang,

Tuhan di hati, pemuda tak goyah, tak hilang.

Di sila kedua, mereka belajar berbagi,

Kemanusiaan yang adil, jiwa yang berani.

Persatuan Indonesia, sila yang ketiga,

Di dalam darah pemuda, sumpah setia berbunga.

Musyawarah mengajarkan kesantunan kata,

Sila keempat, pemuda mendengar dan bicara.

Keadilan sosial, sila yang kelima,

Semua merasa adil, dalam rasa yang sama.

Di tangan pemuda, lima sila dijaga,

Menjadi lentera, membimbing langkah bangsa.

10. Arah Tujuan di Langit Pancasila

Di langit Pancasila terlukis cita,

Pemuda menatap dengan langkah nyata.

Aksara harapan teranyam rapi,

Membangun negeri dari hati yang suci.

Satu per satu sila mereka genggam,

Dalam literasi, semangat berkobar tanpa ruam.

Dari Sabang hingga Papua terpatri,

Persatuan bangsa, takkan terganti.

Di arah tujuan, pilar-pilar tegak,

Pemuda melangkah tanpa ragu, tak goyah.

Dengan Pancasila di setiap aksara,

Mereka ukir masa depan penuh cahaya.

Sementara, di bawah ini contoh puisi tentang Pancasila lainnya, yang di dalamnya terdapat contoh puisi Pancasila 1 bait, seperti dikutip dari buku Antologi Puisi Kemerdekaan, Pancasila dan Pendidikan? karya TPS Amia (2020).

11. Pancasila

Oleh Agnia Putri Zanzabil

Kau adalah pedomanku

Kaulah dasar kokoh penopang negara

Kaulah pusat pembentuk hukum yang berkuasa

Dipenuhi indah oleh norma penyejuk jiwaku

Kami yang mencari dalam jarum jerami hukum

Berharap kau menyulami keadilan

Memecahkan segala urusan yang terangkum

Demi kemakmuran generasi bangsa.

Kami akan terus berjuang menjunjung tinggi namamu

Kaulah pusat pembentuk hukum yang berkuasa

Sebait singkat dalam setiap silamu

Memiliki makna tak bersegi akan berilmu

12. Pancasila Dasar Negara

Oleh Dini Nur Rohmah

Pancasila lambang negara

Pahlawanku adalah dasarnya

Masyarakat Indonesia adalah pelindungnya

Undang-Undang Dasar adalah hukumnya

Lambang negara Garuda adalah inti dari semuanya

Ketuhanan, kemanusiaan,

Persatuan, kerakyatan, Keadilan

Suatu poin Pancasila yang ke lima

Tak tanggung-tanggung merdeka tanpa Pancasila

Tak ada arti apa-apa Pancasila pedoman Indonesia

Untuk merdeka menjadikan Indonesia negara sempurna

Di depan mata negara lain tak dapat tergoyahkan

Bangsa Indonesia kuat tangguh pancasila

Berikut ini contoh puisi hari lahir Pancasila lainnya seperti dikutip dari buku Pancasila Sakti (Antologi Puisi Pancasila Sakti Indonesia Jaya) karya Selamita Syafira, Fitri Rosa Amalia, dkk (2022). Di dalamnya terdapat pula contoh puisi Pancasila 3 bait.

13. Masihkah Pancasila

Oleh Laila Aziza

Hai tuan dan puan

Boleh aku bertanya?

Bagaimana dengan pancasila?

Pancasilaku masih utuh

Pancasilaku bukan sekedar omongan belaka

Diskriminasi antar agama semakin menjadi

Itu yang namanya ketuhanan yang maha esa?

Katanya kemanusiaan yang adil dan beradab

Tapi kriminalisasi, pelanggaran HAM, penindasan

Dimana peranmu tuan dan nyonya?

Adu domba, ujaran kebencian, di mana-mana

Jadi itu yang katanya persatuan Indonesia?

Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan

Tapi suara rakyat tidak didengar

14. Maju Tanpa Batas

Oleh: Yuliana Farhah X ΜΙΑ 2

Merdeka

Sungguh telah jaya Indonesia

Karena perjuangan pahlawan kita

Yang dijajah paling lama Oleh orang-orang di luar sana

Merdeka

Kita punya ideologi Negara

Yakni Pancasila

Yang slalu disebutkan setiap upacara

Dan isinya sangat luar biasa

Indonesia

Sungguh tekah bangkit bangsa kita

Yang harum nama besarnya

Jayalah Indonesia

Jayalah Pancasila

15. Indonesia Jaya

Oleh: Laila Saada XI IBB

Wahai rakyat Indonesia

Berbanggalah kau menjadi rakyat Indonesia

Pancasila yang menjadi panutannya

Indonesia yang beraneka ragam suku bangsa

Indonesia yang berbeda-beda agama

Tetapi Indonesia kita tetap satu jua

Bhineka Tunggal Ika

Berbeda-beda tetapi tetap satu jua

Semboyan Indonesia kita

Lihatlah perjuangan pahlawan Indonesia

Beliau berjuang keras demi Indonesia merdeka

Kita harus bangga menjadi rakyat Indonesia

Indonesiaku... Merdekalah selalu!

Baca juga artikel terkait HARI LAHIR PANCASILA atau tulisan lainnya dari Erika Erilia

tirto.id - Edusains
Kontributor: Erika Erilia
Penulis: Erika Erilia
Editor: Yulaika Ramadhani
Penyelaras: Ibnu Azis