tirto.id - Contoh teks pidato amanat pembina upacara hari Senin, 27 Juli 2026, dapat dijadikan sebagai referensi. Simak contohnya di artikel ini.
Upacara bendera merupakan salah satu kegiatan yang biasa dilakukan pada hari Senin pagi. Para murid, guru, dan kepala sekolah berkumpul di lapangan untuk melangsungkan upacara.
Dalam upacara tersebut, ada momen penyampaian pidato dari pembina upacara. Biasanya, pidato disesuaikan dengan momen terdekat yang berlangsung sekitar pelaksanaan upacara.
Misalnya, jika upacara dilaksanakan saat memasuki tahun ajaran baru, amanat yang disampaikan juga mengenai tahun ajaran baru. Kemudian, jika dalam rangka memperingati Hari Kartini, amanat yang disampaikan juga tidak jauh dari peringatan itu.
Namun, amanat upacara atau apel pagi di sekolah juga bisa disampaikan menyesuaikan agenda kegiatan sekolah. Jika sekolah sedang memiliki suatu program, biasanya program itu bisa disampaikan atau dikenalkan melalui upacara atau apel pagi.
Contoh Pidato Amanat Pembina Upacara Hari Senin 27 Juli 2026
Pembina upacara adalah orang yang dihormati dalam barisan upacara sekaligus bertugas memimpin upacara. Biasanya, orang yang menjadi pembina upacara adalah seorang kepala sekolah atau wakil kepala sekolah.
Dalam suatu peringatan tertentu atau hari tertentu, posisi pembina upacara juga bisa diisi oleh tokoh masyarakat, walikota/bupati, hingga pejabat pemerintahan lainnya. Mereka juga bertugas untuk menyampaikan amanat atau pesan kepada peserta upacara, para murid sekolah.
Pada Senin, 27 Juli 2026, upacara bisa dilangsungkan dengan mengusung berbagai tema. Namun, momen itu berdekatan dengan peringatan Hari Anak Nasional dan juga dalam rangka tahun ajaran baru.
Maka, tema pidato amanat pembina upacara pada hari Senin, 27 Juli 2026 bisa mendekati kedua momen tersebut. Berikut ini contoh pidato amanat pembina upacara Senin, 27 Juli 2026:
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. (bisa diganti ucapan salam lain atau cukup “selamat pagi”)
Yang saya hormati, para guru (nama sekolah).
Yang saya sayangi dan saya banggakan, murid-muridku tercinta.
Marilah kita bersama-sama panjatkan puji syukur atas nikmat dan karunia Allah Swt. (sesuai keyakinan masing-masing). Berkat kasih sayang-Nya, kita semua bisa berkumpul di sini dalam keadaan sehat dan lengkap.
Anak-anakku yang berbakti,
Kemarin, kita memperingati Hari Anak Nasional pada 23 Juli 2026. Mungkin tidak banyak perayaan dari kami, Bapak/Ibu guru, dalam hari penting tersebut.
Namun, pada hari itu dan setiap harinya, kami senantiasa belajar untuk menyayangi kalian sepenuh hati kami. Kami belajar untuk tidak abai pada hak-hak anak-anak Indonesia yang harus kami penuhi. Salah satunya adalah hak atas pendidikan.
Anak-anakku, murid (nama sekolah),
Kami sadar, kami belum menjadi sosok guru dan teladan yang baik dan sempurna. Dalam memenuhi hak kalian atas pendidikan yang layak, kami masih sering luput. Maka dari itu, maafkan kami.
Namun, anak-anakku, kami senantiasa berbenah. Kami ingin salah satu jalan pendidikan kalian, kalian tempuh di sekolah ini. Kelak, setiap pembelajaran di sini akan mengantarkan kalian pada jalan lain menuju kebahagiaan sejati.
Di tahun ajaran baru ini, kita akan bersama-sama menjalani setiap pembelajaran yang bisa memaksimalkan potensi terbaik tiap anak murid (nama sekolah). Ini adalah komitmen kami.
Untuk itu, kami mohon agar kalian bisa belajar dengan sungguh-sungguh dan melewati setiap prosesnya dengan hati yang ikhlas menerima ilmu. Kami akan membantu semampu kami, mengantarkan setiap benang pengetahuan yang bisa dijalin bersama-sama sesuai harapan masing-masing, menuju cita-cita mulia kalian.
Sekian amanat yang bisa saya sampaikan selaku pembina upacara. Terima kasih banyak dan atas kurang dan lebihnya, mohon untuk dimaafkan.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. (atau dengan ucapan salam lain)
Pembaca bisa mengakses artikel mengenai upacara bendera melalui tautan berikut ini:
Penulis: Umu Hana Amini
Editor: Beni Jo
Masuk tirto.id



































