tirto.id - Banyak profesi yang terdengar aneh dan tampa sepele, tapi ternyata menghasilkan banyak uang. Salah satunya, pencicip makanan hewan profesional.
Para profesional atau masyarakat umum bisa menjadi orang yang bekerja mencicipi makanan hewan. Profesi ini cukup berperan besar bagi industri perawatan hewan peliharaan.
Bukan tanpa alasan, para pemilik anjing atau kucing, serta hewan lainnya, pasti memilih produk makanan yang baik untuk peliharaannya. Dalam makanan terdapat nutrisi yang bisa menyehatkan anabulnya, membuat lebih aktif, atau sekadar bernafsu untuk makan.
Tekstur dan bau pun tak ketinggalan dalam aspek pemilihan makanan hewan itu. Pasalnya, para pemilik mungkin memilih produk makanan yang sampai membuat seisi ruangan bau amis.
Tak hanya makanan basah, hewan peliharaan juga mengonsumsi makanan kering. Maka, penting untuk mengetahui tingkat kepadatan suatu makanan, masih bisa dikunyah anjing tua atau tidak, atau bahkan apakah makanan itu bisa berpotensi mengikis gigi hewan peliharaan atau tidak.
Untuk itu, profesi ini bukan pekerjaan main-main. Mereka biasanya bekerja di bawah naungan perusahaan dan dibayar per jam, meski tidak seluruhnya pekerja penuh waktu.
Tugas Pencicip Makanan Hewan Profesional

Pencicip makanan hewan profesional biasanya terdiri dari para profesional yang berpendidikan. Mereka sudah terlatih sebagai teknisi makanan, ilmuwan makanan, atau pengembang produk makanan.
Namun, ada pula dari kelompok masyarakat umum, para konsumen yang bekerja paruh waktu untuk melakukan tugas mencicipi makanan hewan. Mereka bekerja berdasarkan kebutuhan untuk mencicipi produk bagi perusahaan.
Para penguji makanan hewan profesional ini terlebih dulu menguji aroma. Menyitir Houndsy (15/6/2026), mereka mencari aroma yang sedap tanpa nuansa kimia atau asam.
Aroma menjadi salah satu hal penting dalam pengujian makanan anjing karena indra penciuman anjing adalah pendorong utama mereka untuk makan. Jika aromanya tidak sesuai, anjing mungkin menolak untuk memakannya, meskipun nutrisinya sempurna.
Kemudian, setelah membaui aroma makanan, penguji mencicipi makanan tersebut. Mereka bisa mengunyahnya, merasakan tekstur dan menggunakan indra perasanya terhadap suatu makanan, apakah makanan ini memiliki tekstur lembut atau kasar?
Berdasarkan artikel How Stuff Works, para penguji rasa mengambil gigitan kecil dari makanan tertentu. Ini memungkinkan mereka untuk benar-benar mengevaluasi berbagai komponennya.
Namun, pencicipan itu tidak berarti para penguji mengonsumsinya. Mereka tidak menelannya. Setelah mengunyah dan merasakan suatu makanan, mereka meludahkannya, lalu membersihkan langit-langit mulut mereka dengan menyesap air atau bahkan berkumur.
Hal itu juga dilakukan para pencicip anggur. Mereka tidak menelannya, hanya menguji rasa dan aroma. Pada penguji makanan hewan, ini dilakukan agar menghindari konsumsi kalori berlebihan atau kadar nutrisi yang tidak optimal yang ditujukan untuk anjing.
Berapa Gaji dari Pekerjaan Mencicipi Makanan Hewan?

Gaji para penguji atau pencicip makanan hewan terbilang tinggi. Ini karena pekerjaan tersebut belum banyak ditemui dan membutuhkan kepekaan tinggi.
The Guardians (5/1/2015) mencatat, gaji tipikal penguji makanan hewan tingkat pemula di departemen kualitas mendapatkan gaji sebesar 20 ribu euro atau setara lebih dari Rp407 juta.
Namun, seorang direktur teknis berpengalaman bisa memperoleh hingga 50 ribu euro atau sekitar lebih dari Rp1 miliar. Angka tersebut masih dalam konversi nilai tahun 2015.
Artikel Fox Business (27/9/2024) dengan mengacu ZipRecruiter menyebut, gaji penguji makanan anjing bisa senilai 24 dolar AS per jam. Ini setara lebih dari Rp400 ribu.
Terbaru, Houndsy (15/6/2026) mencatat, gaji penguji sensori atau teknisi kontrol kualitas tingkat pemula mencapai 34 ribu hingga 45 ribu dolar AS per tahun. Jumlah tersebut senilai Rp607 juta hingga Rp804 juta per tahun.
Bagi ilmuwan sensorik tingkat menengah yang memiliki latar belakang ilmu pangan atau nutrisi, gaji mereka bisa meraih angka 55 ribu hingga 75 ribu dolar AS. Angka ini setara Rp982 juta hingga Rp1,3 miliar per tahun.
Tertinggi, peneliti dan konsultan senior bisa mendapatkan gaji hingga lebih dari 100 ribu dolar AS per tahun. Penghasilan itu setara Rp1,7 miliar per tahun.
Laman Houndsy bahkan membandingkan peran dan pendapatan tiap penguji makanan hewan peliharaan di berbagai tingkatan. Berikut ini ekspektasi umum untuk berbagai peran dalam industri pengujian dan penjaminan mutu makanan hewan peliharaan:
Jenis Peran | Gaji Tahunan Rata-Rata | Tanggung Jawab Utama | Latar Belakang yang Diperlukan |
Teknisi QC | 34.000–45.000 dolar AS | Pengujian fisik dan konsistensi | Ijazah SMA/Sertifikat Teknik |
Analis Sensorik | 45.000–65.000 dolar AS | Profil rasa dan aroma | Gelar Sarjana Ilmu Pangan |
Ilmuwan Sensorik | 70.000–110.00 dolar AS | Pengembangan dan penelitian formula | Gelar Magister atau Doktor di bidang Ilmu Pangan |
“Cicipan” Pemasaran | 1.000–5.000 dolar AS | Hubungan masyarakat dan umpan balik | Tidak ada latar belakang khusus |
Cara Menjadi Penguji Makanan Hewan Profesional

Pekerjaan menjadi penguji makanan hewan profesional bukan profesi ringan. Ia mensyaratkan banyak hal di tingkat tertentu. Indra perasa dan penciuman mesti bekerja dengan baik dan lebih tajam dari manusia kebanyakan.
Lebih jauh, para penguji harus mempersiapkan tubuh dan pikirannya dalam bekerja. Mereka perlu melindungi indra perasa dengan menghindari rokok, minuman beralkohol, dan makanan yang terlalu pedas dan asin.
Tak hanya itu, para profesional perlu juga untuk mengurangi penggunaan aftershave atau cologne. Ini karena aroma yang kuat bisa berpengaruh hingga mengganggu indra penciuman.
Pada dasarnya, tidak ada jenjang karier khusus dalam profesi ini. Pun, tidak sembarang orang bisa menjalani dan menjadi penguji makanan hewan, meski pekerjaannya terlihat sederhana.
Tak hanya indera perasa dan penciuman yang baik, seorang penguji makanan hewan juga perlu memiliki kemampuan komunikasi yang baik. Ini dibutuhkan untuk menyampaikan hasil analisisnya atau rasa hingga kesan setelah mencicipi makanan.
Pasalnya, hewan peliharaan tidak memiliki kemampuan verbal untuk menilai suatu makanan itu enak atau tidak, layak atau tidak. Untuk itulah seorang pekerja penguji makanan hewan dibutuhkan.
Pekerjaan ini bukan berarti tidak memerlukan latar belakang khusus. Akan lebih tepat jika seorang penguji makanan hewan memiliki keahlian di bidang ilmu pangan dan nutrisi, alih-alih mengandalkan indra dan kemampuan berkomunikasi.
Sebagian besar profesional memulai dengan memperoleh gelar di bidang ilmu pangan atau bidang terkait. Ada pula kursus khusus dalam evaluasi sensorik yang bisa mengajarkan cara mengidentifikasi senyawa rasa dan aroma tertentu.
Berikut ini langkah-langkah atau cara menjadi penguji makanan hewan profesional versi Houndsy. Pertama, gelar yang relevan. Fokus pada ilmu pangan, nutrisi hewan, atau kimia untuk membangun pemahaman dasar tentang bagaimana makanan diformulasikan.
Kedua, ikuti pelatihan sensorik. Banyak universitas dan laboratorium swasta menawarkan sertifikasi dalam analisis sensorik, yang merupakan bagian “mencicipi” dari pekerjaan tersebut.
Ketiga, mulailah di bidang kontrol kualitas. Kebanyakan orang memasuki industri makanan hewan peliharaan sebagai teknisi QC; mereka mempelajari standar keamanan dan konsistensi. Keempat, spesialisasi dalam cita rasa. Bekerja menuju peran yang secara khusus berfokus pada seberapa besar hewan (dan manusia) menikmati produk tersebut.
Pembaca bisa mengakses artikel mengenai pekerjaan melalui tautan berikut ini:
Penulis: Umu Hana Amini
Editor: Yantina Debora
Masuk tirto.id

































