tirto.id - Jebolnya tembok pembatas gudang milik Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta di Jalan AUP Rawa Minyak, Pasar Minggu, Jakarta Selatan pada Rabu (21/5/2025) pagi menyebabkan beberapa properti milik warga sekitar mengalami kerusakan.
Insiden jebolnya tembok tersebut memang tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, kerugian masih dirasakan oleh warga yang terdampak hingga saat ini.
Warga setempat, Riki Zulkarnaen (30), mengaku sempat terseret arus air yang begitu deras saat tengah mengeluarkan mobilnya dari dalam gang yang berada persis di depan lokasi tembok jebol.
“Posisi saya di parkiran di bawah, di rumah bawah ini. Di gang depan tembok. Pas pengin ngeluarin mobil, kan kita enggak tahu ya namanya mau jebol apa gimana gitu enggak tahu, enggak sadar lah. Hujan memang kencang hujan itu. Pas ngeluarin [mobil], sudah sampai di atas sini, jebol langsung. Kebawa mobil,” tutur Riki kepada Tirto, Kamis (22/5/2025).
Riki menyebut dirinya sempat berupaya untuk menahan posisi mobil agar tidak terbawa arus dengan cara menarik rem tangan. Namun, kencangnya arus membuat upayanya tersebut sia-sia. Air pun merendam seisi dalam mobilnya.
“Kencang banget arusnya, enggak bisa ditahan, direm tangan tetap kebawa,” kata Riki.
“Mobil kena [arus]. Masuk air, kerendam semua,” tambahnya.
Riki menjelaskan, mobilnya tersebut terbawa arus sejauh 500 meter hingga ujung gang. Mobilnya baru berhenti setelah menabrak tiang yang berada di dekat sebuah musala.
“[Terbawa arus] sampai mentok, sampai habis, sampai berhenti. Nabrak tiang musala. Ada 500 meter ada lah mundurnya,” ucap Riki.
Akibatnya, kini mobil Riki mengalami kerusakan seperti bagian pintu yang lecet, spion kanan yang patah, bagian interior mobil yang terendam air, hingga kaca belakang yang penyok karena menghantam tiang.
Atas insiden tersebut, Riki berharap nantinya pihak Dinas SDA Jakarta dapat bertanggung jawab dan memberikan kompensasi ganti rugi kepada dirinya.
“Harapannya kalau bisa ya, ada tanggung jawab dari pihak dinasnya. Mudah-mudahan,” kata Riki penuh harap.
Sementara itu, seorang penjaga kios pulsa di sekitar lokasi, Boyke (19), menyebut beberapa barang elektronik milik kiosnya sempat terbawa arus air. Selain barang-barang elektronik, sejumlah pakaian miliknya juga hanyut terbawa arus.
“Kehantam air, etalase kedorong, barang-barang banyak yang kebawa air. Yang kebawa kayak kabel data toples, rata-rata barang [elektronik], baju juga banyak,” ujar Boyke kepada Tirto, Kamis (22/5/2025).
Boyke mengatakan setelah tembok jebol, air sempat menggenangi kiosnya selama kurang lebih setengah jam. Sebab menurutnya, jebolnya tanggul itu dibarengi dengan hujan deras yang tidak kunjung berhenti.
Saat ini, motor pribadi milik Boyke juga masih tidak bisa menyala akibat sempat terjatuh dan terbawa arus. Namun, saat itu dengan cepat ia menahan motornya agar tidak terbawa arus terlalu jauh.
“Kalau motor dia sempat kebawa arus juga dia. Kebawa arus, banyak lecet, mesin jadi mati. Kebawa arus sampai ke bawah sini, terus langsung ditahan, dipindahin,” tuturnya.
Menurut penuturan Boyke, tembok gudang Dinas SDA itu memang sudah terlihat goyang sejak lama. Ia mengatakan sudah banyak warga yang meminta tembok itu untuk diperkuat. Namun permintaan itu disebutnya tidak kunjung direalisasikan.
“Tembok itu memang udah goyang, udah banyak juga sih orang yang saranin [untuk diperbaiki] dari kemarin. Bilangnya pengen didouble, cuma gak ada penanganan dari dalam, ujung-ujungnya jebol kemarin,” sebut Boyke.
Boyke menduga tembok itu jebol akibat genangan air di dalam gudang yang sudah begitu tinggi. Ia menyebut, di dalam gudang itu terdapat banyak sampah, sehingga mengakibatkan selokan mampat dan air menggenangi kawasan itu.
“Dia ada selokan yang lumayan dalam di dalam [gudang] itu. Karena sampah juga sudah banyak, jadi tunjangannya ke luar. Air sudah mengendap,” tukasnya.
Sebelumnya, pada Rabu pagi sekira pukul 10.42 WIB, tembok yang menutupi gudang milik Dinas SDA itu sempat jebol akibat tidak kuat menampung genangan air di dalam gudang yang begitu banyak.
Berdasarkan rekaman kamera CCTV dari salah satu kios yang berada tepat di depan tembok, terlihat air pada awalnya keluar dari beberapa lubang. Beberapa saat setelahnya, tembok kemudian jebol hingga mengakibatkan air meluber ke badan jalan.
Kepala Suku Dinas (Kasudin) SDA Jakarta Selatan, Santo, sempat mengonfirmasi jebolnya tembok sepanjang 7,5 meter tersebut.
“Benar bahwa telah terjadi tembok jebol sepanjang 7,5 meter sehingga menyebabkan limpasan air ke Jalan AUP, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan,” kata Santo saat dihubungi pada Rabu (21/5/2025).
Penulis: Naufal Majid
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id


































