Menuju konten utama

Cerita Bullying di SMA Serpong yang Diduga Libatkan Anak Artis

Kronologi bullying atau perundungan di Binus Serpong dan diduga melibatkan anak artis yang viral di sosial media.

Cerita Bullying di SMA Serpong yang Diduga Libatkan Anak Artis
Sejumlah pelajar menggunakan topeng ekspresi saat mengikuti karnaval Anti Bullying di Salatiga, Jawa Tengah, Sabtu (11/11/2023). ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/Spt.

tirto.id - Kronologi bullying atau perundungan di sebuah SMA di Serpong, Tangerang, Banten, viral di media sosial. Perundungan ini menyebabkan korban masuk rumah sakit dan salah satu pelaku diduga anak dari seorang artis terkenal tanah air.

Info mengenai bullyng tersebut beredar luas melalui media sosial X (dulu Twitter), dicuitkan oleh akun @bospurwa serta disebarkan oleh akun @tanyarlfes.

"Gw dapat info, ada perundungan di SMA Binus Intl BSD, seorang anak dipukulin sama belasan seniornya hingga masuk rumah sakit, mereka anak-anak pesohor, dan ngerinya lagi sampai disundut rokok!" demikian cuit akun @bospurwa pada Minggu, 18 Februari 2024.

Seorang warganet kemudian membalas twit akun tersebut dengan menjelaskan kronologi perundungan yang diduga dilakukan anak seorang artis terkenal.

Kronologi Dugaan Perundungan di SMA Serpong yang Viral di Medsos

Akun @bospurwa yang semula menyebarkan informasi soal perundungan ini kemudian melanjutkan twit-nya tentang kronologi perundungan.

Dia juga menandai pihak berwenang untuk melakukan pemeriksaan atas perundungan yang melibatkan anak seorang artis.

"Izin pak Kapolri @ListyoSigitP Cc @DivHumas_Polri @_poldabanten. Mohon dilakukan pendalaman," demikan ditulis oleh @bospurwa via X.

Ada empat foto yang diunggah, yaitu kronologi kejadian tersebut, foto sekumpulan anak muda, serta beberapa foto korban yang terbaring di rumah sakit.

Menurut kronologi yang beredar, tindakan kekerasan dilakukan oleh geng yang beranggotakan senior atau anak kelas 3 SMA. Mereka juga kerap berkumpul di sebuah warung di belakang sekolah.

Geng tersebut sering nongkrong hingga merundung dan melakukan tindak kekerasan. Nama geng anak Binus ini juga tersebar di media sosial.

Kekerasan terhadap korban terjadi pada 2 Februari 2024 dengan saksi mata berjumlah 40 orang dari junior-junior mereka di sekolah.

Korban diduga "dicekik, dipukul, orang-orang yang hadir hanya tertawa saat mengambil gambar dan video pemukulan. Ada juga yang makan sambil diikat di tiang dan dipukul menggunakan kayu," demikian tertulis dalam keterangan kronologi itu.

Para pelaku juga sempat menyundut korban dengan rokok hingga kulitnya terbakar dan membekas. Kabarnya, anak-anak kelas 10 dan 11 SMA atau yang berada di bawah geng tersebut kerap mendapat pelecehan dan kekerasan.

Anak-anak yang hendak menjadi anggota geng tersebut juga harus menghadapi perploncoan yang kerap mengarah ke kekerasan dan perundungan.

Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan dari pihak-pihak terkait dan informasi yang didapat sejauh ini hanya dari unggahan di medsos.

Baca juga artikel terkait BULLYING atau tulisan lainnya dari Dipna Videlia Putsanra

tirto.id - Sosial budaya
Penulis: Dipna Videlia Putsanra
Editor: Iswara N Raditya