Menuju konten utama
Liga 1

Cek Fakta Unik Persib Bandung Juara Liga 1 2025, Apa Saja?

Sejumlah fakta unik mengiringi Persib juara Liga 1 2024-25. Salah satunya Persib akan menerima di Bandung untuk pertama kali. Cek fakta lain di sini.

Cek Fakta Unik Persib Bandung Juara Liga 1 2025, Apa Saja?
Pesepak bola Persib Bandung Tyronne Del Pino melakukan seleberasi usai mencetak gol ke gawang PSS Sleman pada pertandingan lanjutan BRI Liga 1 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung, Jawa Barat, Sabtu (26/4/2025). Pertandingan tersebut dimenangkan Persib Bandung dengan skor 3-0. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/rwa.

tirto.id - Beberapa fakta unik mewarnai keberhasilan Persib Bandung menjuarai Liga 1 2024-25. Salah satunya adalah Persib menjadi tim pertama era Liga Indonesia yang bisa mempertahankan gelar juara. Apa saja fakta menarik lainnya?

Persib Bandung memastikan diri menjadi juara Liga 1 2024-25 pada hari Senin (5/5). Kepastian juara itu diperoleh skuad Maung Bandung saat mereka menyaksikan laga pekan 31 antara Persik Kediri vs Persebaya Surabaya di Stadion Brawijaya, Kediri.

Sebelum laga, Persib dengan 64 poin memiliki keunggulan 11 poin dari Persebaya (53 poin) yang masih berada di peringkat empat. Sedangkan Dewa United (54 poin) di peringkat kedua dan Malut United (53 poin) di peringkat ketiga sudah bermain lebih dulu dan dipastikan gagal menjadi juara.

Jika saja saat itu Persebaya menang dari Persik, Persib harus menunda pesta juara mereka. Pasalnya jika Persebaya menang, mereka akan naik ke posisi dua dengan 56 poin atau berjarak delapan poin bagi Persib. Dengan sisa tiga laga, Persebaya masih bisa mengejar Persib.

Tapi ketika laga Persik vs Persebaya berakhir imbang 3-3, euforia pecah di markas Persib. Itu artinya Persib unggul 10 poin dari Persebaya dengan sisa tiga pertandingan dan dipastikan menjadi juara.

Sederet Fakta Unik Persib Juara

Persib menjadi tim pertama di era Liga Indonesia yang berhasil back to back juara atau mempertahankan gelar juara. Era Liga Indonesia sendiri dimulai pada musim 1994-95 setelah PSSI melebur dua kompetisi ternama di Indonesia saat itu yakni Perserikatan dan Galatama.

Musim lalu Persib juga berhasil menjadi juara. Memainkan kompetisi dengan format Championship Series, Persib sukses menang dari Madura United dengan skor agregat 6-1. Persib menang 3-0 pada leg 1 di Bandung dan kembali menang 3-1 di Madura pada leg 2.

Fakta menarik lainnya adalah untuk pertama kalinya juga Persib bisa juara saat kompetisi digelar secara penuh. Dalam artian, format kompetisi dimainkan dengan sistem round robin saat setiap tim bertemu dua kali di laga kandang dan tandang sepanjang musim. Tim terbaik dari format tersebut yang menjadi juara.

Persib telah empat kali menjuarai Liga Indonesia namun memang baru kali ini diraih dengan sistem kompetisi penuh. Saat juara musim 1994-95 dan 2014, kompetisi digelar dengan format dua wilayah. Sedangkan musim lalu, seperti yang telah dijelaskan, kompetisi dibagi menjadi dua seri yakni Regular Series dan Championship Series.

Faktor format kompetisi itu pula yang membuat Persib mencatatkan fakta menarik lain. Fakta itu adalah untuk pertama kalinya Persib akan menerima trofi dan merayakan gelar juara di Bandung.

Walau sebelumnya tiga kali menjadi juara, belum pernah satu kali pun mereka berpesta di kandang sendiri. Terutama ketika pada musim 1994-95 dan 2014 babak final digelar di tempat netral.

Saat juara musim 1994-95, babak final berlangsung di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta. Persib saat itu mengalahkan tim asal Gresik, Petrokimia Putra, dengan skor 1-0 melalui gol Sutiono Lamso.

Lalu saat juara musim 2014, Persib merayakannya di Palembang. Laga final saat itu memang berlangsung di Stadion Gelora Sriwijaya di Palembang pada 7 November 2014. Persib suskes menjadi juara setelah menang dari Persipura Jayapura melalui adu penalti.

Sedangkan musim lalu dalam final yang digelar dengan sistem kandang dan tandang, Persib harus rela bermain sebagai tuan rumah di leg 1. Artinya perayaan juara tidak di kandang sendiri melainkan di markas Madura United, Stadion Gelora Bangkalan di Pulau Madura.

Satu fakta menarik lain adalah terkait pelatih Bojan Hodak. Pria asal Kroasia itu menjadi pelatih Persib kedua yang bisa membantu tim mempertahankan gelar juara liga. Dalam hal ini tentu tidak menghitung era kompetisi di sepak bola Indonesia.

Pelatih pertama yang bisa membawa Persib back to back juara adalah Indra M. Tohir. Saat itu Persib dibawanya menjadi juara Perserikatan musim 1993-94. Pada laga final, Persib mengalahkan PSM Makassar 2-0 melalui gol Yudi Guntara dan Sutiono Lamso. Musim berikutnya ketika sudah masuk era Liga Indonesia, Tohir kembali membawa Persib juara.

Maka, tidak heran jika nama Hodak yang musim lalu bergabung menggantikan Luis Milla telah resmi masuk buku sejarah Persib. Bahkan Hodak berpeluang menjadi pelatih pertama yang bisa membawa Persib hattrick juara dengan catatan bisa juara lagi musim depan.

Baca juga artikel terkait LIGA 1 atau tulisan lainnya dari Wan Faizal

tirto.id - Olahraga
Kontributor: Wan Faizal
Penulis: Wan Faizal
Editor: Oryza Aditama