tirto.id - Prosesi pemakaman Paus Fransiskus akan dilaksanakan hari ini, Sabtu (26/4/2025), pukul 10.00 waktu setempat atau pukul 15.00 WIB. Pemakaman Pope Francis di Basilika Santa Maria Maggiore, Roma, Italia bisa dipantau melalui link live streaming YouTube resmi Vatikan dan sejumlah kanal tv lain.
Paus Fransiskus meninggal dunia dalam usia 88 tahun, hanya sehari setelah Paskah atau pada Senin, 21 April 2025, pukul 07.35 pagi waktu setempat. Paus Fransiskus masih hadir dalam perayaan Paskah di Vatikan.
Sementara itu, sebelum menjalani prosesi pemakaman, jenazah Paus Fransiskus telah disemayamkan sejak hari Rabu (23/4/2025) di Basilika Santo Petrus dalam sebuah peti kayu sederhana. Puluhan ribu umat beriman berkumpul di jalan-jalan menuju gereja untuk memberikan penghormatan terakhir kepada pemimpin tertinggi umat Katolik dunia ini.
Penghormatan terakhir para umat beriman dilangsungkan hingga dilaksanakannya upacara penutupan peti jenazah Paus Fransiskus pada Jumat, 25 April 2025, malam waktu setempat atau pada Sabtu, 26 April 2025 dini hari tadi.
Ritus Penyegelan Peti Jenazah ini akan dipimpin Camerlengo Gereja Roma Suci, Kardinal Kevin Farrell. Selanjutnya, prosesi pemakaman Uskup Roma ke-266 ini akan dilaksanakan di Basilika Santa Maria Maggiore.
Nonton Live Pemakaman di YouTube Resmi Vatikan
Siaran langsung prosesi pemakaman Paus Fransiskus dapat disaksikan secara live pada Sabtu, 26 April 2025 pukul 15.00 WIB melalui kanal YouTube resmi Vatikan. Tayangan ini memungkinkan umat Katolik di seluruh dunia untuk turut memberikan penghormatan terakhir kepada pemimpinnya.
Berikut langkah mudah untuk mengakses siaran langsung pemakaman Paus Fransiskus:
- Kunjungi kanal YouTube resmi Vatikan melalui tautan berikut: https://www.youtube.com/@VaticanNews
- Setelah masuk ke halaman utama kanal, cari bagian dengan label “Live Now” di beranda.
- Pilih video yang ditandai dengan keterangan Live dan berjudul "Vatican Media Live".
- Pemirsa bisa menyaksikan seluruh prosesi pemakaman secara real time.
Hal tersebut mengikuti reformasi yang diberlakukan oleh Paus Fransiskus sejak tahun lalu, termasuk hanya menggunakan satu peti kayu.
Pada tradisi sebelumnya, Basilika Santo Petrus selalu dipilih menjadi tempat peristirahatan terakhir Paus. Namun, kali ini, makam Paus Fransiskus akan menempati ceruk bagian tengah antara Kapel Salus Populi Romani dan Cappella Sforza, di Basilika Santa Maria Maggiore, gereja pertama dan terbesar di dunia yang didedikasikan kepada Bunda Suci Maria, Ibu Yesus.
Lokasi pemakaman ini merupakan permintaan pribadi dari Paus Fransiskus yang tertuang dalam surat wasiatnya tertanggal 22 Juni 2022.
"Oleh karena itu, saya mohon agar jenazah saya beristirahat sambil menunggu hari kebangkitan di Basilika Kepausan Santa Maria Maggiore," tulisnya, sebagaimana dikutip dari laman resmi Takhta Suci pada Senin (21/4/2025).
Selain itu, mendiang Paus Fransiskus juga mengungkapkan permintaan agar makamnya dibuat tanpa ornamen mewah. Ia meminta makamnya hanya berukirkan tulisan “Fransiscus”, nama kepausannya dalam bahasa Latin.
Bagi umat beriman di Indonesia, sosok Paus Fransiskus memiliki tempat tersendiri di dalam hati. Sebab, ia merupakan salah satu dari tiga Paus yang pernah berkunjung ke Indonesia dalam rangka perjalanan kerasulan.
Kunjungan Pope Francis ke Indonesia berlangsung selama tiga hari, yaitu pada 3-6 September 2024. Perjalanan Paus Fransiskus di Indonesia ini ditutup dengan misa akbar di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta (SUGBK).
Selain itu, Paus asal Argentina ini juga tidak henti-hentinya menyerukan perdamaian dan persaudaraan antar umat manusia. Salah satunya adalah dengan menyuarakan rasa prihatin terhadap konflik yang terjadi antara Palestina dan Israel.
Nonton Pemakaman di Live Streaming Streaming Media
Selain melalui kanal YouTube resmi Vatikan News, pemakaman Paus Fransiskus juga bisa disaksikan secara langsung melalui kanal resmi media lain, di antaranya:
- Link Live Streaming Pemakaman Paus Fransiskus - Kompas TV
- Link Live Streaming Pemakaman Paus Fransiskus - Metro TV
*Jadwal dan penayangan pemakaman Paus Fransiskus dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kebijakan stasiun televisi yang menyiarkan.
Penulis: Febriyani Suryaningrum
Editor: Dicky Setyawan
Masuk tirto.id


































