Menuju konten utama

Cara Memutihkan Kembali Kulit yang Terbakar Sinar Matahari

Kulit hitam karena matahari merupakan kondisi wajar ketika seseorang terpapar panas berlebihan. Untuk memahami lebih lanjut, simak artikel di bawah ini.

Cara Memutihkan Kembali Kulit yang Terbakar Sinar Matahari
Kulit terbakar karena matahari. FOTO/iStockphoto

tirto.id - Kulit hitam karena terbakar matahari adalah kondisi ketika kulit mengalami kerusakan akibat terlalu lama terpapar sinar ultraviolet (UV) dari matahari. Dalam hal ini, kulit terbakar terjadi karena sinar UV merusak sel-sel kulit.

Pada saat kulit terbakar, sistem kekebalan tubuh bereaksi dengan meningkatkan aliran darah ke area yang terkena matahari. Hal ini mengakibatkan kulit meradang. Kondisi ini dikenal dengan istilah eritema.

Dalam situs Better Health dijelaskan bahwa gejala kulit terbakar di antaranya kulit merah, nyeri, meradang, terasa panas saat disentuh, bengkak, serta melepuh. Kondisi melepuh ini biasanya ditandai dengan kulit yang berisi cairan, berpotensi gatal dan meletus atau pecah. Namun, kulit terbakar biasanya terjadi hanya dalam waktu 11 menit.

Cara memutihkan kembali kulit yang terbakar sinar matahari atau untuk menyembuhkannya dapat memakan waktu beberapa hari atau beberapa minggu, bergantung pada tingkat keparahannya.

Cara Mengatasi Kulit Hitam Akibat Sinar Matahari

Kulit hitam akibat sinar matahari adalah masalah umum yang sering dialami banyak orang. Kulit yang terpapar sinar UV dapat mengalami kerusakan dan mempercepat proses penuaan yang disebut dengan photoaging.

Ada beberapa cara cara mengatasi kulit yang terbakar sinar matahari. Dilansir Cleveland Clinic, berikut beberapa cara untuk mengatasi kulit hitam karena sinar matahari.

1. Mengoleskan retinoid dan retinol

Retinoid adalah keluarga senyawa yang terdiri dari vitamin A (retinol) dan turunannya, seperti retinaldehida, asam retinoat, ester retinol, serta sejumlah besar turunan sintetis.

Sementara itu, retinol adalah salah satu jenis retinoid yang sering digunakan untuk meningkatkan warna kulit yang tidak merata, pigmentasi, dan tanda-tanda penuaan. Produk-produk jenis ini membantu dalam mengurangi tanda-tanda awal photoaging.

Retinoid dan retinol merangsang sel-sel kulit untuk terkelupas sehingga sel-sel baru bisa muncul di permukaan kulit. Retinoid juga merangsang produksi kolagen, yang membuat kulit lebih kencang. Keduanya efektif untuk mengurangi garis-garis halus, bintik-bintik usia, dan meratakan kulit.

2. Mengonsumsi vitamin C dan antioksidan lainnya

Vitamin C serta antioksidan lainnya membantu melambatkan kerusakan kulit yang disebabkan oleh radikal bebas. Radikal bebas bisa mengakibatkan munculnya tanda-tanda penuaan. Antioksidan dapat memperlambat penuaan kulit, mengurangi kerusakan akibat radiasi UV, dan mengurangi kerusakan kolagen.

3. Menggunakan asam alfa hidroksi

Asam alfa hidroksi (AHA) adalah senyawa kimia organik yang bersifat asam dengan salah satu gugus hidroksil pada posisi alfa senyawa asam. AHA dapat menjadi agen eksfoliasi yang membantu mempercepat pergantian sel kulit. Selain itu, AHA mampu merangsang produksi kolagen dan elastin sehingga mengurangi garis halus dan kerutan.

4. Menggunakan agen pencerah

Agen pencerah kulit adalah bahan atau senyawa yang digunakan dalam produk perawatan kulit untuk membantu mencerahkan warna kulit yang tidak merata, mengurangi bintik-bintik penuaan, dan memberikan kilau pada kulit. Agen pemutih, misalnya hydroquinone, dapat mencerahkan bintik-bintik, bintik matahari, dan perubahan pigmen yang tidak merata pada kulit.

5. Laser resurfacing kulit

Laser dapat menghilangkan lapisan kulit yang rusak dan meningkatkan produksi kolagen. Dengan begitu, permukaan kulit menjadi lebih halus dan tampak lebih merata. Cara ini efektif mengobati pigmentasi kulit yang tidak merata, bintik-bintik usia, kerusakan kulit akibat sinar matahari, garis-garis halus dan kerutan.

6. Pelembap

Cara mengatasi kulit yang terbakar sinar matahari juga dapat dilakukan dengan menggunakan pelembap secara teratur. Penggunaan pelembap dapat membantu memperbaiki dan menjaga kelembapan kulit, serta melindungi kulit dari kerusakan lebih lanjut akibat sinar matahari.

7. Perawatan medis lainnya

Terapi fotodinamik, krioterapi, dermabrasi, pengisi dermal, dan prosedur bedah plastik seperti facelift juga dapat menjadi pilihan untuk mengatasi kulit hitam karena matahari. Perawatan medis ini disesuaikan dengan tingkat keparahan masalah kulit dan preferensi pasien.

Penting untuk berkonsultasi dengan dermatologis atau ahli kulit terkait untuk mendapatkan rekomendasi cara mengatasi kulit hitam karena matahari. Mereka dapat memberikan alternatif sesuai dengan kondisi kulit. Selain itu, penting juga untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari dengan penggunaan tabir surya setiap hari dan menghindari paparan sinar matahari secara berlebihan.

Berapa Lama Warna Kulit Kembali Putih

Setelah mengalami sengatan matahari, kulit biasanya mulai memerah dalam waktu 3 hingga 4 jam. Kulit mencapai puncak kemerahan dan peradangan antara 12 hingga 24 jam setelah terpapar.

Dijelaskan dalam situs Better Health, waktu yang dibutuhkan untuk mengembalikan warna kulit menjadi putih setelah terbakar sinar matahari dapat bervariasi, bergantung pada tingkat keparahan luka bakar.

Kulit hitam karena matahari dengan ditandai luka bakar ringan dapat sembuh dalam beberapa hari. Namun, kasus yang lebih parah dengan kulit melepuh mungkin membutuhkan waktu berminggu-minggu untuk sembuh.

Penting untuk membiarkan kulit sembuh secara alami. Di samping itu, usahakan untuk tidak menggaruk atau mengelupas kulit untuk mencegah kerusakan lebih lanjut dan mengurangi risiko infeksi.

Baca juga artikel terkait TIMELESS atau tulisan lainnya dari Umi Zuhriyah

tirto.id - Gaya hidup
Kontributor: Umi Zuhriyah
Penulis: Umi Zuhriyah
Editor: Fadli Nasrudin