tirto.id - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Eddy Hartono, menyoroti secara mendalam fenomena memetic radicalization atau kekerasan berbasis peniruan alias kekerasan mimesis. Fenomena ini, menurut Eddy menjadi ancaman nyata bagi generasi muda.
Dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT), Selasa (23/12/2025), Eddy meminta partisipasi organisasi tersebut dalam melakukan perlindungan di seluruh daerah dari terorisme, terutama menghadapi fenomena memetic radicalization.
"FKPT harus hadir di sini menjadi benteng pertahanan karena ada tahapan radikalisasi yang sangat terstruktur di dunia digital. Jaringan teror menggunakan media sosial sebagai wadah memetic radicalization," jelas Eddy dikutip dari Antara, Rabu (24/12/2025).
Dalam arahannya, Eddy menjelaskan tahapan radikalisasi digital pada generasi muda serta fenomena radikalisasi yang semula membutuhkan waktu 3 hingga 5 tahun secara manual, kini mengalami akselerasi menjadi hanya 3 hingga 5 bulan saja.
"Dimulai dari digital grooming, dimana pelaku membentuk komunitas untuk membangun rasa simpati, kebersamaan, dan rasa nyaman. Begitu perasaan itu terbentuk, pelaku akan menarik korban ke platform yang lebihR tertutup untuk dieksploitasi. Tadinya mereka membutuhkan 3 atau 5 tahun untuk meradikalisasi individu kini hanya 3 sampai 5 bulan saja," tambahnya.
Sementara itu, Direktur Pencegahan BNPT, Brigjen TNI Sigit Karyadi, menjelaskan bahwa pelaksanaan Rakornas ini bertujuan untuk memberikan acuan yang jelas dalam pelaksanaan kegiatan serta evaluasi program - program pemberdayaan masyarakat yang telah dijalankan.
"Hasil yang ingin dicapai melalui pertemuan ini adalah meningkatkan intensitas kolaborasi BNPT dengan mitra strategis serta pengurus FKPT dari 36 provinsi dan 3 kabupaten. Fokus utama kami adalah melakukan evaluasi dan monitoring terhadap akuntabilitas pelaksanaan kegiatan, sekaligus meningkatkan efektivitas kebijakan program FKPT di masa mendatang," ujar Sigit Karyadi.
Rakornas FKPT ke-VIII merupakan akhir dari rangkaian program kegiatan pemberdayaan masyarakat dalam pencegahan terorisme melalui FKPT tahun anggaran 2025.
Masuk tirto.id































