Menuju konten utama

BNPB Berduka atas Gugurnya Relawan Pemadam Karhutla Asal Kalteng

Mendiang Akhmad Rijani gugur saat memadamkan kobaran api lahan gambut di Kalimantan Tengah pada Kamis, 27 Agustus 2026.

BNPB Berduka atas Gugurnya Relawan Pemadam Karhutla Asal Kalteng
Api membakar lahan di Kelurahan Menteng, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Kamis (27/8/2026). Dalam upaya Penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah sebanyak 10.700 personel gabungan dikerahkan yang terdiri dari petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, Dinas Kehutanan, Manggala Agni, hingga relawan, serta dukungan satu pesawat untuk modifikasi cuaca dan patroli udara, serta enam helikopter untuk pemadaman karhutla melalui udara. ANTARA FOTO/Auliya Rahman/foc.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya relawan pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) saat menjalankan tugas operasi di Kalimantan Tengah.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, menyatakan pihaknya memberikan penghormatan khusus kepada relawan yang gugur di garis depan tersebut.

"Kami menyampaikan dulu belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada relawan pemadam karhutla yang wafat dalam misi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan yang ada di Kalimantan," ujar Berton dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (1/9/2026) sebagaimana disiarkan YouTube resmi BNPB.

Relawan yang wafat dalam misi kemanusiaan tersebut adalah Akhmad Rijani, Ketua Tim Serbu Api Kelurahan Palangka, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Mendiang gugur saat memadamkan kobaran api lahan pada Kamis, 27 Agustus 2026.

"Kepada rekan Akhmad Rijani, Ketua Tim Serbu Api Kelurahan Palangka, Kalimantan Tengah. Kepada almarhum kami sampaikan doa terbaik. Beliau meninggal pada hari Kamis tanggal 27 Agustus 2026. Terima kasih atas keberanian dan pengabdian yang dipertaruhkan hingga akhir. Doa kami juga menyertai seluruh keluarga dari almarhum," tutur Berton.

Gugurnya pejuang karhutla ini terjadi di tengah perjuangan berat pemadaman lahan gambut di Kalimantan Tengah.

Hingga 1 September 2026, BNPB memonitor 63 titik api di wilayah Kalteng yang memicu penurunan kualitas udara hingga kategori sangat tidak sehat dengan jarak pandang terbatas sekitar 2 kilometer. Embusan angin kencang di lahan gambut yang kering membuat api cepat menjalar, sehingga fokus pengerahan Satgas Darat kini diprioritaskan memadamkan 23 titik api aktif di Palangka Raya, Kotawaringin Timur, Seruyan, dan Kapuas.

Selain Kalimantan Tengah, kebakaran lahan juga terjadi di sejumlah provinsi prioritas lainnya. Di Kalimantan Barat, terpantau 30 titik api dengan kualitas udara berstatus berbahaya dan jarak pandang di bawah 1 kilometer, meski Satgas Darat telah memadamkan 262 hektare lahan. Sementara itu, di Kalimantan Selatan terdeteksi 13 titik panas dengan total 61 titik api yang mendorong diterapkannya pembelajaran jarak jauh (PJJ) di sekolah akibat udara yang memburuk.

Di Pulau Sumatra, sebanyak 13 titik api terpantau di Sumatera Selatan dengan jarak pandang di bawah 2 kilometer, serta 13 titik api di Jambi yang kini mulai tertangani dengan bantuan hujan ringan hasil operasi modifikasi cuaca. Adapun kualitas udara di Provinsi Riau, khususnya Kota Pekanbaru, berangsur membaik dengan hanya 4 titik api tersisa dan jarak pandang normal di atas 9 kilometer.

Sementara di kawasan timur, sebanyak 19 titik panas terpantau di Papua Barat dengan pengawasan ketat di Teluk Bintuni dan Fakfak dekat kilang Tangguh LNG.

Menutup laporannya mengenai situasi karhutla nasional, Berton mengingatkan warga di daerah terpapar asap untuk selalu mengutamakan perlindungan diri.

"Kami tetap mengimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia, terutama masyarakat yang terdampak karhutla untuk menggunakan masker, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan," ujar Berton.

Baca juga artikel terkait KARHUTLA atau tulisan lainnya dari Mochammad Fajar Nur

tirto.id - Flash News
Reporter: Mochammad Fajar Nur
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama