tirto.id - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI mencetak laba bersih hingga Rp5,4 triliun pada kuartal I/2025, dengan kenaikan pendapatan operasional sebesar 2,8 persen menjadi Rp15,25 triliun. Ini didorong oleh kenaikan net interest income (NII) sebesar 4,7 persen yoy menjadi Rp9,8 triliun.
Direktur Finance & Strategy BNI Hussein Paolo Kartadjoemena mengatakan, ditengah dinamika dan tantangan ketidakpastian global, perseroan berhasil mencatatkan kinerja keuangan yang solid dibarengi dengan pertumbuhan bisnis yang prudent.
"Pencapaian kinerja keuangan BNI pada Kuartal I-2025 mencerminkan pertumbuhan kredit yang sehat serta keberhasilan dari transformasi digital yang turut mendukung peningkatan tabungan,” kata Paolo dalam keterangannya di Jakarta, Senin (28/4/2025).
Secara terperinci, total penyaluran kredit BNI per Maret 2025 mencapai Rp765,47 triliun—didorong oleh segmen korporasi yang tumbuh 16 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp433,4 triliun dan menyumbang 56,6 persen dari total pembiayaan—dengan rasio non performing loan (NPL) yang terjaga di level 2 persen dan loan at risk yang turun menjadi 10,9 persen dari 13,3 persen.
Langkah ini menghasilkan penghematan beban pencadangan yang dibentuk atau credit cost dari 1 persen menjadi 0,9 persen.
Sementara itu, BNI juga mencatat pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 5 persen yoy menjadi Rp819,6 triliun, didorong oleh penghimpunan dana murah (Current Account Saving Account/CASA) sebesar 6,3 persen, terutama pada produk tabungan yang tumbuh solid sebesar 10,2 persen yoy menjadi Rp257,8 triliun dan giro tumbuh 3,4 persen yoy menjadi Rp320 triliun.
Menurut Paolo, pencapaian ini merupakan hasil dari transformasi digital BNI dalam memperoleh CASA transaksional. ”Keberhasilan digitalisasi dengan hadirnya aplikasi wondr by BNI dan BNIdirect telah berkontribusi terhadap peningkatan CASA, sehingga rasio dana murah meningkat menjadi 70,5 persen terhadap total DPK atau tertinggi dari empat kuartal sebelumnya,” jelasnya.
Solusi Digital
Paolo memaparkan, solusi digital seperti aplikasi wondr by BNI mampu membuat perusahaan tetap mencatat peningkatan tabungan dan transaksi di tengah tantangan likuiditas yang masih terjadi. Tercatat, pengguna aplikasi wondr by BNI hingga Maret 2025 mencapai 6,8 juta dengan jumlah transaksi 218 juta senilai Rp212 triliun sejak pertama kali diluncurkan pada 5 Juli 2024.
Peningkatan jumlah transaksi terjadi pada kanal mobile banking mencapai 57,5 persen yoy, sedangkan total nilai transaksi tumbuh 31,1 persen yoy. Fitur yang lebih inovatif dan relevan di wondr by BNI—usai berpindah dari BNI Mobile Banking pada Februari 2025—, menurut Paolo telah mempercepat peningkatan transaksi dalam kurun waktu kurang dari satu tahun.
Sementara itu, pada segmen wholesale, BNIdirect sebagai integrated corporate portal yang resmi diperkenalkan pada 9 Oktober 2024 telah mencatat pertumbuhan nilai transaksi sebesar 33,2 persen yoy atau sebesar Rp2.374 triliun, dengan peningkatan jumlah transaksi sebanyak 16,4 persen yoy menjadi 337 juta transaksi.
Editor: Dwi Aditya Putra
Masuk tirto.id






































