tirto.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat telah terjadi lima gempa susulan atau aftershock setelah gempa tektonik magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah pantai selatan Mindanao, Filipina, pada Senin (8/6/2026) pagi.
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, mengatakan jumlah gempa susulan yang terpantau bertambah dari dua kejadian yang sebelumnya telah dilaporkan BMKG.
“Jadi sampai dengan jam 07.40 kita sudah memonitor aktivitas gempa bumi susulan sebanyak lima kali sampai saat ini. Tentunya gempa bumi susulan ini magnitudonya lebih kecil daripada gempabumi utama tadi,” kata Wijayanto dalam konferensi pers yang ditayangkan secara daring, Senin (8/6/2026).
Wijayanto mengatakan BMKG masih terus memantau perkembangan aktivitas kegempaan dan potensi tsunami yang dipicu oleh gempa utama tersebut. Ia menambahkan, tsunami akibat gempa tersebut telah terdeteksi di tiga lokasi dengan ketinggian gelombang berkisar 9 hingga 18 sentimeter. Namun BMKG masih terus melakukan pemantauan karena gelombang yang tercatat merupakan gelombang pertama.
“Ini masih di tiga lokasi terdekat, kita akan terus memonitor karena ini adalah masih gelombang yang pertama. Kita tentunya akan terus mengupdate ke rekan-rekan wartawan nanti jikalau ada peringatan dini tiga yang tercatat di lokasi yang lain akan terus kita informasikan,” kata Wijayanto.
Sebelumnya, Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan gempa terjadi pada Senin pukul 06.37.42 WIB di wilayah pantai selatan Mindanao, Filipina.
Faisal menjelaskan, hasil analisis BMKG menunjukkan gempa memiliki magnitudo 7,7 dengan episenter berada pada koordinat 5,80 derajat Lintang Utara dan 125,14 derajat Bujur Timur, atau berlokasi di laut sekitar 244 kilometer arah barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara, pada kedalaman 47 kilometer.
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi lempeng. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik atau thrust fault,” kata Faisal.
Faisal mulanya melaporkan bahwa terdapat dua gempa susulan hingga pukul 07.11 WIB dengan magnitudo 6,7 dan 5,9. Namun berdasarkan pemantauan lanjutan, jumlah gempa susulan meningkat menjadi lima kali hingga pukul 07.40 WIB.
Selain memicu rangkaian gempa susulan, gempa Mindanao juga menyebabkan peringatan dini tsunami di sejumlah wilayah Indonesia. BMKG menetapkan status Siaga di sejumlah daerah di Sulawesi dan Maluku Utara, serta status Waspada di beberapa wilayah lainnya.
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id





























